Metode Jadul Kirim Pesan Ketika Belum Ada Telepon

oleh Tetalogi
13:46 PM on Sep 21, 2015

Kita sekarang sudah tinggal di jaman yang jauh lebih praktis jika dibandingkan dengan ratusan tahun yang lalu. Ada banyak aplikasi yang bisa kita gunakan untuk mengirim pesan ke tempat-tempat yang jauh. Ada SMS, Whatssap, LINE, BBM, dan masih banyak lagi. Kalau mau cepat ya bisa langsung telepon. Praktis ya!

Nah, kalau jaman dulu jangan harap bisa sepraktis itu. Mengirim pesan di jaman dulu cukup merepotkan dan bahkan juga melelahkan. Berikut ini beberapa metode mengirim pesan di jaman dulu ketika belum ada telepon.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

1. Mengirim Pesan dengan Sinyal Asap dan Gendang

Sebelum tulisan ditemukan, masyarakat sudah menemukan cara untuk mengirimkan pesan jarak jauh. Beberapa suku ada yang menggunakan sinyal asap, sinyal drum, atau sinyal terompet untuk memberitahukan peringatan adanya bahaya, pesan penting, atau untuk mengumpulkan orang di tempat tertentu. Suku asli di Amerika Utara adalah salah satu suku yang menggunakan sinyal asap untuk berkomunikasi jarak jauh. Masing-masing suku memiliki sistem dan pemahaman sinyal mereka yang berbeda-beda. Jadi, biarpun musuh melihat sinyal tersebut, mereka tidak akan mengetahui maksudnya.

Lukisan yang menggambarkan sinyal asap [Image Source]
Lukisan yang menggambarkan sinyal asap [Image Source]
Sementara itu suku di Afrika, Papua Nugini atau daerah tropis di Amerika menggunakan gendang untuk berkomunikasi jarak jauh. Salah satu yang paling terkenal dari drum untuk komunikasi ini adalah yang dilakukan oleh orang-orang di Afrika Barat yang sekarang menjadi Nigeria dan Ghana. Cara berkomunikasi ini muncul dan menyebar hingga Amerika dan Karibia selama perdagangan budak. Hal ini kemudian dilarang karena komunikasi ini digunakan oleh para budak untuk berkomunikasi jarak jauh satu sama lain dengan kode yang tidak dimengerti oleh para majikannya.

2. Maraton Pertama

Bangsa Yunani kuno memanfaatkan seseorang yang khusus sebagai pengatar pesan untuk mengantarkan informasi penting dalam Peperangan Marathon atau Battle of Marathon. Dalam peperangan tersebut, bangsa Yunani berhasil mengalahkan pasukan Persia, namun mereka khawatir musuh yang mundur ke laut akan pergi menuju Athena dan melakukan serangan kembali.

Patung Phidippides [Image Source]
Patung Phidippides [Image Source]
Bangsa Yunani harus mengirimkan pesan ke Athena untuk memberitahu mereka tentang berita kemenangan dan juga peringatan. Untuk itu Phidippides diutus untuk mengirimkan berita tersebut dan ia harus berlari sejauh 40 km agar sampai ke Athena. Phidippides berlari ke Athena selama 3 jam dan berhasil mengirimkan pesan tersebut. Namun ia akhirnya begitu kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia.

3. Pengirim Surat di China

Ketika Marco Polo mengunjungi China pada abad ke-13, ia menemukan sistem estafet yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh. Dalam sistem ini, pengirim surat memberikan suratnya kepada pengirim pesan yang akan mengoperkannya ke pengirim pesan kedua. Dengan naik kuda, para pengirim pesan ini mampu membawa berita hingga sejauh 400 km sehari.

Pengirim surat China zaman dulu [Image Source]
Pengirim surat China zaman dulu [Image Source]
Ada juga pembawa surat yang berlari estafet dengan membawa pesan sejauh 5 km sekali berlari. Para pelari ini memiliki lonceng kecil di pakaiannya untuk memberi tanda pada pelari berikutnya untuk bersiap siap. Pelari pertama akan memberikan surat kepada pelari berikutnya, dan pelari berikutnya membawa suratnya ke orang selanjutnya sampai surat itu tiba di tempat yang dituju.

4. Pengiriman Pesan di Romawi Kuno

Romawi Kuno adalah kerajaan besar dengan wilayah yang begitu luas. Para pemimpin Romawi Kuno memerlukan cara komunikasi yang cepat dan efisien untuk mengirimkan pesan mereka. Untuk itu, bangsa Romawi menggunakan cara yang mirip dengan yang ada di China dan menamakannya cursus publicus.

Tukang Pos Romawi [Image Source]
Tukang Pos Romawi [Image Source]
Cursus publicus yang berarti jasa pelari wilayah mengirimkan pesan dengan sistem estafet sama seperti yang ada di China. Disediakan sebuah rumah istirahat yang terletak 12 kilometer dari masing-masing rumah istirahat. Di sini, para pembawa pesan menukar kuda mereka yang sudah lelah dan naik kuda yang baru. Kuda-kuda yang dipakai selalu dalam kondisi segar dan sehat sehingga pesan selalu dikirimkan dengan cepat.

5. Merpati Pos

Burung merpati digunakan untuk mengirimkan pesan sejak ribuan tahun yang lalu dan bahkan mampu mengirimkan surat lebih cepat dari pada manusia. Sejarah mengirimkan surat lewat merpati pos sudah ada bahkan sejak zaman firaun di Mesir Kuno. Merpati dipercaya sebagai pengirim surat karena mereka selalu tahu jalan untuk pulang.

Merpati Pos [Image Source]
Merpati Pos [Image Source]
Pada Perang Dunia II, para tentara menggunakan merpati untuk saling mengirimkan pesan. Pasukan yang berada di medan perang akan mengikat pesan mereka di kaki merpati dan mereka yakin bahwa merpati tersebut akan pulang ke pangkalan militer. Merpati sangat bermanfaat di masa peperangan karena mereka mampu terbang tinggi di atas medan perang dan melewati asap.

Nah, itulah tadi beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengirimkan pesan ketika telepon belum ditemukan. Beruntunglah kita yang sekarang tinggal di era modern, tidak perlu repot-repot berlari ke sana kemari demi mengirimkan surat atau kabar penting.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh
BACA JUGA