Pada zaman keemasan film-film Indonesia di masa lalu, banyak melahirkan aktris dan aktor yang sangat dikenal pada saat itu. Salah satunya adalah komedian kocak bernama Bokir. Bagi mereka yang hidup di era 80-an dan 90-an, sosoknya sangatlah familiar dan kerap wara-wiri di layar kaca. Namanya semakin dikenal saat beradu akting dengan ratu horror Indonesia, Suzanna.

Seniman bernama lengkap Muhammad Bokir bin Djiun itu, kerap tampil sebagai sosok hansip, penjaga makam hingga dukun gadungan. Tingkahnya yang kocak dan aksennya yang khas logat Betawi, membuat film-film yang dibintanginya laris manis ditonton jutaan rakyat Indonesia. Bahkan sekelas film mistik ala Suzanna pun, sanggup menjadi tontonan yang kocak dan menghibur. Tak salah bila kisahnya di bawah ini menarik untuk disimak.

Mengawali karir sebagai seniman kesenian tradisional

Ilustrasi lenong Betawi [sumber gambar]
Pria kelahiran Cisalak Pasar, Bogor, Jawa Barat, 25 Desember 1925 ini, mengawali karir sebagai seniman topeng dan lenong Betawi sejak berusia 13 tahun. Bukan menjadi pementas drama, melainkan sebagai pemain kendang dan rebab. Bokir sangat konsisten dan menaruh perhatian terhadap kesenian tradisional tersebut. Hingga pada tahun 1960-an, ia mendirikan sanggar seninya sendiri yang bernama ‘Setia Warga’ hingga dirinya wafat.

Laris sebagai aktor di layar kaca

Wajahnya kerap menghiasi layar kaca Indonesia [sumber gambar]
Selain bermain dalam kelompok kesenian miliknya, Bokir juga kerap tampil dalam sejumlah judul film di layar kaca. Ia memulai karir profesionalnya pada tahun 1970-an yang satt itu dikenal sebagai zaman keemasan dunia perfilman Indonesia. Total, Bokir telah membintangi sebanyak 17 judul film selama karirnya sebagai aktor. Tampil di layar kaca, membuat dirinya kerap beradu akting dengan sejumlah bintang film papan atas Indonesia pada saat itu.

Beradu akting dengan nama besar perfilman Indonesia

Sering tampil dalam film-film Suzanna [sumber gambar]
Berakting dilayar kaca, membuat Bokir memiliki kesempatan untuk beradu peran dengan aktor dan aktris terkenal pada saat itu. Di antaranya dengan Benyamin Sueb dalam film ‘Betty Bencong Slebor’ (1978) dan ‘Duyung Ajaib’ (1978). Kemudian beradu akting bersama para anggota Warkop DKI pada film ‘IQ Jongkok’ (1981). Yang paling fenomenal dan dikenang hingga kini adalah saat bersama-sama bermain film dengan Suzanna. Ia kerap tampil sebagai dukun palsu, Hansip dan tukang becak.

Sempat tampil di sejumlah sinetron

Pernah tampilm di sejumlah sinetron [sumber gambar]
Selain aksinya yang kocak dalam setiap film yang dibintanginya, Bokir ternyata merupakan paman dari komedian Mandra dan Omas. Tak salah bila akhirnya ia juga turut menjajaki dunia sinteron. Bersama pemain muda lainnya, Bokir pernah membintangi judul sinema televisi tersebut seperti ‘Koboi Kolot’, ‘Fatimah dan Angkot Haji Imron’. Meski telah senja, aktinya dan tingkahnya yang kocak tetap menghibur penonton modern pada saat itu.

Hajatan perkawinan menajdi panggung terakhirnya di dunia

Acara hajatan pernikahan jadi momen terakhirnya [sumber gambar]
Pada 18 Oktober 2002, Bokir telah berpulang selama-lamanya dalam usia 76 tahun. Ia meninggal setelah mengisi sebuah hajatan perkawinan bersama rekan-rekannya sesama seniman. Saat itu, ia baru saja beradu peran dengan Bolot, Bodong dan Malih dalam cerita ‘Salah Dengar’. Diketahui, Bokir ternyata telah menikah sebanyak tiga kali. Bahkan saat ia telah menghadap Sang Maha Kuasa, ia sempat tinggal dengan istri ketiganya yang bernama Namah. Selamat jalan pak Bokir.

Meski telah tiada, sosoknya yang kerap menjadi hansip, dukun palsu dan tukang becak, membuat Bokir senantiasa dikenang hingga generasi ke generasi. Terlebih, film-filmnya dahulu kerap diputar di stasiun TV pada saat ini, membuat namanya tetap abadi sebagai komedian legendaris Indonesia.