Membicarakan orang berbakat dalam bidang sepak bola di Indonesia tentunya sangat banyak. Setiap tahunnya selalu ada saja, pemain hebat bermunculan di negara kita. Sebut saja Egy Maulana, Evan Dimas atau Tristan Alif yang pernah berlatih di Ajax. Meskipun belum membawa juara untuk Indonesia, tapi kita tetap patut berbangga karena kehebatannya sudah diakui dunia.

Pengakuan dunia akan pemain kita, tentu tidak hanya menyasar pada beberapa pemain tadi. Jauh sebelum itu, banyak pemain kita Go Internasional. Sebut saja Rochy Putiray, pemain nyentrik yang sukses saat berkarir di club luar negeri. Fakta tersebut tentu tidak hanya kabar burung belaka, pasalnya Rochy bahkan pernah membuat tim AC Milan kewalahan. Hal tersebut tentu semakin melambungkan namanya. Lalu seperti apa kisahnya? Ketahui lewat ulasan berikut.

Penyerang Indonesia yang sukses di Liga Hongkong

Bermain di luar negeri tentu suatu hal yang tidak mudah. Hal ini dapat dilihat dari belum banyaknya pemain kita yang sukses saat bermain di luar Indonesia. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk Rochy Putiray. Sosok nyentrik satu itu sukses membawa namanya dan negaranya di pentas internasional. Ada banyak klub luar negeri yang dibelanya, namun kesemuanya itu ia mulai dari Liga Hongkong.

Artikel Lainnya
Dianggap Tim Lemah, Beginilah Kiprah Menawan Bangladesh yang Sempat Selamatkan Timnas
Lindswell Kwok Jadi Peraih Emas Kedua, 15 Netizen Twitter Ini Ndagel Tentang Dirinya

Rochy Putiray [Image source]
Tercatat Rochy membela beberapa tim di luar negeri yaitu Instant Dict dengan sukses mencetak 20 Goal pada tahun 2001, lalu pindah membela Kitche SC pada tahun 2002-2004 dengan mencetak 41 Goal dan berlanjut pada club South Cina AA dengan sukses menyarangkan bola 15 kali. Meskipun tidak sukses membawa timnya juara tapi aksinya tentu sebuah pencapaian yang bisa dikatakan luar biasa. Dan ditambah lagi pada 1991 membawa medali untuk cabang sepak bola untuk Indonesia

Membuat AC Milan tertunduk lesu saat pertandingan berahkir

Pada 2004 sepak bola Hongkong membuat sejarah karena untuk kali pertama tim lokal di sana dapat mengalahkan AC Milan. Prestasi tersebut tentu merupakan cerita yang tidak bisa dilupakan sampai saat ini. Pasalnya tentu, tidak ada yang menyangka sebuah club Asia mampu mengalahkan tim besar benua biru tersebut.

Kejadian tersebut terjadi saat AC Milan melawan Kitche, club Rochy Putiray. Pertandingan berjalan seru meski AC lebih banyak Milan menguasai bahkan unggul lebih dulu lewat Andriy Shevchenko. Goal tersebut tentu menjadikan tim Carlo Ancelotti banyak diunggulkan untuk menang tapi pada menit 67 setelah masuk sebagai pengganti, Rochy Putiray menunjukan kemampuannya dan memborong dua goal kemenangan serta membuat Paulo Maldini dkk tertunduk lesu usai pertandingan.

Memiliki gaya nyentrik saat di atas lapangan

Mengingat Rochy Putiray tentu yang muncul adalah goal nya kegawang AC Milan. Tapi hal yang familiar juga dengan pemain satu ini adalah penampilan nyentriknya. Hal itu terbukti dari gaya rambut selalu berubah-ubah saat pertandingan dan tidak hanya gayanya tetapi juga warna rambutnya selalu diubah setiap menjalani sebuah laga sepak bola. Dari mulai warna merah sampai kuning pun pernah dilakukan pria asal Ambon tersebut.

Gaya Rambut Rochy [Image source]
Selain rambut Rochy pun selalu memakai sepatu yang berbeda warna antara kiri dan kanan. Tentu hal ini akan menjadikan orang awam sekalipun dapat mengenalinya. Aksi nyetriknya ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya di atas lapangan. Meskipun bisa dikatakan selalu bergaya tetapi mantan pemain Arseto solo ini tetap dapat menunjukan prestasi. Jadi ya bisa dikatakan berbanding lurus ya sobat.

Pensiun, tapi kakinya tidak berhenti bermain bola

Berkarir menjadi pemain sepak bola tentulah tidak panjang. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor dari usia, sampai kondisi fisik. Rochy Putiray sendiri memulai karir sepak bolanya pada tahun 1987 lalu menutup karir nya pada 2007 di tim PSS Sleman (Yogyakarta). Sebagai pesiunan sepak bola tentu pria Ambon ini tidak bisa jauh dari hal berhubungan dengan si kulit bundar.

Melatih Tim Jakarta 69 [Image source]
Karena hal tersebutlah yang menjadikan dia tetap mengisi waktunya dengan bermain sepak bola. Dilansir dari laman FourFourTwo, Rochy juga sempat menjadi salah satu duta dari sebuah minuman ringan, dalam program pelatihan yang digelar bersama Asian Soccer Academy (ASA) Foundation. Untuk memberikan pelatihan teknik dan dasar serta pembangunan karakter dalam sepak bola. Selain itu juga dia saat ini melatih sepak bola para artis yaitu Jakarta69.

Rochy tidak melupakan pendidikannya

Umumnya pemain Indonesia jarang memperhatikan soal pendidikan akademik ketika tergabung dalam sebuah klub. Alasannya mungkin karena sibuk dan lain sebagainya. Tapi, hal berbeda ditunjukkan oleh pria asal Ambon ini. Ia menganggap pendidikan juga tak kalah penting dari bola. Alhasil ia pun menempa dirinya sampai menjadi sarjana di sebuah kampus di Surakarta.

Wisuda UNSA [Image source]
Pada Universitas Surakarta (UNSA) mantan pemain Arseto Solo ini mengambil jurusan Hukum dan telah menyelesaikan pendidikannya. Meskipun saat ini tidak bekerja sesuai pendidikannya tersebut, tetapi hal itu dapat menjadi contoh untuk semua pemain di negara kita. Jadi untuk para Saboom alias sahabat Boombastis di luar sana jangan sampai melupakan sekolah yaa.

Menjadi pemain sepak bola berprestasi tentu bukan hal yang mudah. Karena diperlukan banyak pengorbanan, latihan ekstra dan banyak berdoa pastinya. Hal tersebut tentu menjadi kunci sukses dari pria asal Ambon itu. Dan apabila kalian ingin mencapai prestasi seperti kisah di atas harus berusaha. Karena kesuksesan seseorang itu didapatkan bukan seperti membalikan telapak tangan. Lebih dari itu ada banyak perjuangan di dalamnya.