Inilah yang Terjadi Jika Indonesia Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya dan Dibagikan ke Semua Orang

Maunya semua jaya sentosa, jadinya hutang negaran bertambah

oleh Arief Dian
18:00 PM on Apr 1, 2017

Semakin lama, semua harga barang makin naik, sedang penghasilan tetap-tetap saja. Sempat terpikir kenapa pemerintah tidak mencetak uang secara besar-besaran saja lalu dibagikan dan untuk bayar hutang negara? Kalau itu terjadi pastinya makmur Indonesia ini, semua penduduknya jadi kaya raya.

Sayang itu pemikiran yang salah. Hal serupa sebenarnya pernah terjadi di zaman Ir. Soekarno, alhasil para mahasiswa malah menuntut agar menghentikan percetakan uang. Jadilah peristiwa Tritura. Percetakan uang yang berlebih malah merugikan masyarakat, ilustrasi berikut akan membuktikan apa yang terjadi bila Indonesia mencetak uang terus dibagikan pada penduduk.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Harga Barang yang Semakin Mahal

Rp 10 ribu tidak lagi berharga [image source]
Pada dasarnya dibutuhkan sebuah keseimbangan antara mata uang yang beredar dengan barang yang ada. Jika mata uang yang beredar di Indonesia diperbanyak, otomatis harga barang akan meningkat. Logikanya jika masing-masing rumah mendapatkan kekayaan Rp 10 juta, sedangkan misal untuk membeli sebuah motor baru dibutuhkan Rp 10 juta juga, maka penjual akan mengalami kerugian. Otomatis penjual akan menaikkan harga berkali-kali lipat agar dapat untung. Itu juga berlaku pada semua barang yang diperjualbelikan.

Biaya Pembuatan yang Menguras Keuangan Negara

Pembuatan uang [image source]
Jangan dipikir kalau pembuatan uang hanyalah butuh selembar kertas dan mesin pencetak, uang sebenarnya dibuat dari bahan khusus. Pada dasarnya semua uang kertas mempunyai bahan dasar dari kapas, selain itu pencetakannya pun juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Coba bayangkan uang seribu, dua ribu dan lima ribu berasal dari bahan yang sama, tapi kamu tahu bukan kalau semuanya punya nilai tukar yang berbeda. Pemerintah harus mengeluarkan kurang Rp 3,5 triliun untuk mencetak uang baru, bayangkan jika produksi uang ditambah maka kerugian besar bagi pemerintah Indonesia.

Harga Emas Melonjak Tinggi

Harga Emas naik [image source]
Dalam pembuatan uang, sebenarnya dibutuhkan sebuah benda berharga bersifat riil sebagai jaminannya. Biasanya benda tersebut adalah emas. Logam Mulia ini dipilih karena tidak mungkin berkarat, tidak terpengaruh suhu dan tetap stabil dalam kondisi apapun. Setiap rupiah yang beredar, memilik jaminan emas yang disimpan pada Bank BI. Jadi tidak sembarangan dalam mencetak sebuah uang. Jika uang ditambah, pastinya harganya akan melambung sangat tinggi. Tidak menutup kemungkinan bila 1 gram emas 24 karat bisa seharga Rp 1 -12 jutaan tergantung pada jumlah mata uang yang beredar.

Nilai Tukar Asing yang Anjlok

Nilai tukar anjolk [image source]
Jika uang beredar banyak, pastinya nilai tukar dengan uang asing akan menurun. Besarnya inflasi pada suatu negeri dapat berakibat pada turunnya nilai mata uang. Misalnya dengan uang yang sama kita tahun kemarin dapat membeli barang A, namun tahun ini uang tersebut tidak cukup untuk membelinya. Alhasil bisa saja nilai tukar rupiah jatuh merosot. Di Zimbabwe saja dengan uang ratusan juta, kamu hanya bisa memberi beberapa roti, jangan sampai ini terjadi di Indonesia.

Hutang negara bukannya berkurang malah bertambah

Hutang negara [image source]
Karena merosotnya nilai tukar uang Indonesia malah meningkatkan jumlah hutang. Jika misal awalnya Indonesia hanya berhutang $1 juta pada sebuah negara, jika dirupiahkan hanya sekitar Rp 13 triliun. Karena nilai uang Indonesia yang anjlok, maka mungkin bisa lebih dari ratuasan biliun hutang dari Indonesia. Jadi bukanya bisa membayar malah bertambah banyak hutang kita.

Mencetak uang ternyata bukan main-main, perlu banyak pertimbangan. Salah kebijakan sedikit saja malah rakyat juga yang kena masalahnya. Jadi mengenai anggapan mencetak uang secara masif agar bisa dibagikan pada rakyat itu salah. Malah justru mencetak uang dengan batasan adalah cara pemerintah menyelamatkan kita.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri Mulai dari Tikus hingga Lumpur, Inilah 4 Negara Miskin yang Konsumsi Makanan Seadanya Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Dulu Dianggap Naturalisasi Gagal Bersinar, Kini Nasib Van Beukering Malah Bikin Melongo
BACA JUGA