Kasus pelecehan seksual semakin menjadi-jadi di negeri ini. Bukan hanya pada wanita, bahkan anak di bawah umur pun tak luput jadi korbannya. Sementara itu pengesahan RUU PKS {Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual) karena sudut pandang prinsip yang berbeda-beda, padahal korban kasus ini semakin berjatuhan di mana-mana.

Tapi, kalau mau nunggu RUU bisa-bisa kelamaan, gimana ya sebaiknya bila kita terjebak dalam situasi pelecehan? Karena pada kenyataannya, kadang kita enggak bisa cuma bersikap cuek. Beberapa oknum nekat melakukan aksinya tidak hanya verbal, tapi juga fisik dan tidak jarang mengintimidasi korbannya. 

Tak ada cara lain selain bertahan dan melawan jika bisa. Sahabat Boombastis, tentu kita tak berharap akan terjadi hal yang buruk, tapi berikut ini beberapa cara melindungi diri bila mengalami tindak pelecehan seksual.

Pelajari teknik bela diri

Ada banyak sekali teknik melindungi diri bagi wanita dengan martial arts di internet, kamu bisa memilih gerakan yang cocok dengan kondisi masing-masing. Misalnya seperti video di bawah ini. Cara ini bisa dilakukan siapa saja meski tidak pandai bela diri. Teknik pertahanan diri saat oknum mulai macam-macam atau mencoba melumpuhkan gerakan kita. Jangan biarkan, lawan!

Sebenarnya teknik bela diri ini digunakan untuk melindungi diri semata dan bukan untuk mematikan lawan, tapi juga bisa dipakai bila ada yang berani-beraninya menyentuh dan melecehkanmu. Perlawanan seperti ini perlu dilakukan bila dirimu terancam atau tidak ada seorang pun yang bisa menolong.

Jika memungkinkan, berteriak atau tarik perhatian orang

Sekarang ini, kejahatan pelecehan bisa terjadi di mana-mana. Kantor, mall, halte, angkutan umum bahkan saat naik ojol. Bila kamu kesulitan untuk melindungi diri tapi bisa berteriak, lakukan sekencang-kencangnya atau buat kegaduhan sehingga orang akan mendatangimu.

Jika memungkinkan, tarik perhatian dengan berteriak [Sumber Gambar]

Jika pelaku memberikan ancaman senjata, kamu bisa pakai opsi menarik perhatian orang. Dalam hal ini yang diperlukan adalah keberanian penuh. Tapi, tetap lihat-lihat situasi dan dahulukan keselamatan jiwamu ya.

Bawa senjata darurat

Buat perempuan, ada beberapa rekomendasi benda yang wajib kamu punya untuk melindungi diri. Pertama adalah semprotan lada atau sering disebut dengan pepper spray. Buat yang belum tahu, benda ini bukan hanya bikin mata pedas, tapi juga bila dihirup, aromanya sangat kuat sehingga mengganggu konsentrasi dan fokus.

Pepper spray punya aroma dan efek yang sangat kuat, harganya juga murah lho.

Alat kedua adalah gantungan kunci yang bisa mengeluarkan bunyi nyaring. Ini sangat bagus untuk menarik perhatian orang sehingga menghampirimu. Yang ketiga dan banyak digunakan adalah stun gun yang bisa mengalirkan listrik.

Selain jadi gantungan kunci lucu, ternyata alarm pertahan diri ini bisa menyelamatkanmu.

Sudah banyak penjual barang ini dengan model yang bervariasi sehingga akan tersamarkan bentuknya saat dibawa. Bila digunakan untuk melindungi diri, alat ini diperbolehkan. Tapi jika disalahgunakan, maka penggunanya akan ditindak pidana.

Kumpulkan bukti dan saksi

Ladies, kejahatan pelecehan seksual bisa terjadi dalam bentuk apapun. Verbal, fisik, bahkan belakangan ini melalui chat atau direct message. Jika hal ini terjadi, segera simpan bukti-bukti misalnya menggunakan rekaman, video atau screenshot.

Contoh kasus pelecehan di lampu merah Bekasi. Korban mengumpulkan keberanian dan merekam wajah pelaku

Manfaatkan CCTV atau saksi yang ada di sekitar sebagai bukti, jika pelecehan dilakukan secara fisik. Catat waktu, tempat dan detail kejadian. Iya, memang seringnya kita shock dan merinding duluan, tapi jangan lewatkan bagian mencatat ini karena akan sangat penting supaya hal tersebut tak lagi terulang.

Minta bantuan pada ahlinya

Kumpulkan keberanianmu untuk melaporkan pelecehan tersebut. Jika kamu merasa belum berani untuk mempolisikan, hubungi Komnas Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, atau yayasan terdekat di daerahmu yang menangani persoalan seperti ini.

Kasus Fairuz sempat diadukan ke Komnas Perempuan [Sumber Gambar]

Minta didampingi orang yang benar-benar kamu percaya dan lembaga-lembaga seperti ini supaya kasus tersebut ditindaklanjuti dengan tegas. Satu korban bersuara bisa mencegah korban-korban berikutnya.

Sahabat Boombastis, semua solusi di atas tidaklah berarti bisa menolong, tanpa diawali keberanian korban untuk memperjuangkan haknya. Tapi seringnya, keberanian itu juga terbentur oleh support system di sekitarnya. 

Pelecehan bukanlah guyonan dan jangan kasusnya diremehkan. Sudah banyak kasus yang tak tertangani dengan baik bukan cuma karena hukum yang belum jelas, tapi juga terasa sulit karena lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Kalau kamu menjadi saksi atau mendampingi korban, berikan dukungan atau pertolongan. Kita enggak pernah tahu kalau hal yang sama berpotensi menimpa wanita di keluarga kita kan?