in

Lagi-Lagi Bikin Ulah, 5 Hal Ini Buktikan Bahwa Malaysia Memang Seteru Abadi Indonesia

Sudah bukan menjadi rahasia lagi apabila negara kita dengan Malaysia memiliki rivalitas yang tidak biasa. Mulai dari zaman Soekarno lewat kampanyenya ganyang Malaysia sampai sekarang lewat pencaplokannya. Entah apa yang melatarbelakangi hal tersebut, namun satu yang pasti rivalitas kini juga merembet dalam dunia olahraga. Untuk satu ini jelas kalian tahu apabila kedua negara bertanding pasti ramai dan panas. Bahkan sebelum laga juga sering melakukan pswyar.

Seperti contoh kasus beberapa hari yang lalu, dimana salah satu pemain U-16 Tim Harimau Malaya dengan sengaja membalik simbol negara. Kendati sudah mendapatkan hukuman dan minta maaf, namun hal tersebut menjadi gambaran apabila Malaysia pantas dikatakan seteru abadi. Apabila dirutut dari yang lalu, hal tersebut adalah secuil kejadian panasnya pertemuan negara serumpun itu. Bagaimanakah kisahnya? Simak ulasan berikut ini.

Bendera Indonesia juga di balik saat Asean Games 2017

Bendera Indonesia di balik [Sumber Gambar]
Sebelum kejadian membalik bendera Indonesia yang dilakukan punggawa Timnas Malaysia U-16 beberapa hari lalu. Jauh sebelumnya kasus tersebut juga pernah terjadi di Asean Games 2017. Dan lagi-lagi pelakunya adalah oknum di olahraga Malaysia. Saat itu terbaliknya bendera negara kita terlihat di buku suvenir untuk pengunjung ajang multi event besar Asia Tenggara tersebut. Lambang negara kita yang merah putih, berganti ke putih merah layaknya milik Polandia. Hal yang membuat banyak orang tanah air geram hingga kini belum diketahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

Sepak Takraw Indonesia dicurangi saat menjamu Malaysia

Tangis Timnas Sepak Takraw [Sumber Gambar]

Masih dievent yang sama yakni Asean Games 2017, lagi lagi negara tetangga kita tersebut membuat ulah yang membuat rakyat Indonesia geleng-geleng kepala. Saat itu kejadiannya terjadi pada Sepak Takraw, menghadapi tuan rumah (Malaysia) cabang olahraga asli tanah air itu mendapatkan perlakukan kurang terpuji. Dilansir laman Jawapos.com, Tim Negeri Jiran tersebut melakukan kecurangan dalam laga akbar itu. Tim sepak takraw Indonesia yang unggul jauh dari Malaysia berkali-kali harus dianulir servisnya. Padahal apabila dilihat secara mendetail tak ada kesalahan yang fatal. Akibat kecurangan tersebut akhirnya Timnas memutuskan walk out.

Tim bola Indonesia kehabisan makanan kala berlaga di ajang Olahraga Malaysia

Timnas kehabisan makanan [Sumber Gambar]
Tidak hanya Sepak Takraw yang tidak mendapatkan perlakukan tidak mengenakan dari tuan rumah, cabor sepak bola juga rasakan hal yang bisa dikatakan mengenaskan. Mereka, anak asuh Luis Milla harus meradang lantaran harus kehabisan makanan di salah satu Hotel Malaysia. Bahkan menurut laporan banyak media tanah air, semua makanan ludes habis. Kondisi yang, tentunya sangat merugikan dan membuat kita geram. Kendati pada akhirnya mendapatkan makanan, namun apa yang dipertontonkan adalah bukti citra buruk Asean Games Malaysia 2017 lalu.

Teror sinar laser buat Timnas takluk dari negeri tetangga di Sepak Takraw

Teror sinar Laser [Sumber Gambar]
Apa yang kalian ingat saat Piala AFF 2010, selain Timnas kalah di final atas Malaysia? Kalau aku sih, ya sinar laser yang beberapa kali menerpa wajah kiper Timnas Markus Horison. Kala itu kejadiannya terjadi 26 Desember 2017, saat Tim Merah Putih bertandang ke Negeri Jiran di leg pertama ajang tersebut. Di tengah pertandingan panas beberapa kali penjaga gawang kita diganggu oleh sinar hajiau menerpa bagian wajah Markus. Dan akibatnya Timnas pulang dengan kekalahan yang menyakitkan. Hal yang juga jadi biang keladi gagalnya juara Indonesia di ajang AFF 2010.

Tidak hanya batik atau reog, Bali United pernah diklaim milik Malaysia

Aksi pemain Bali United [Sumber Gambar]
Selain kasus bendera yang terbalik, kasus lain yang acap kali membuat penduduk Indonesia geram adalah aksi pencaplokan dari negara tetangga itu. Dalam riwayatnya sudah banyak hal yang dimiliki Indonesia di klaim oleh Malaysia. Mulai dari Budaya, makanan, hingga klub sepak bola. Khusus kasus terakhir tadi klub Bali United menjadi sasarannya. Terjadi tahun 2017 lalu, lewat selebrasi gol pemain tim asal Pulau Dewata yang suguhkan hal bagus dan viral. Banyak oknum pencinta bola dari Negeri Jiran yang mengklaim apabila klub itu berasal dari negaranya.

Beberapa hal ini adalah salah satu bukti bagaimana rivalitas Indonesia dengan Malaysia bukan perseteruan biasa saja.
Pasalnya selain hasil menang atau kalah pertandingan olahraga, di dalamnya juga dirasuki oleh sebuah gengsi dan harga diri bangsa di pertaruhkan. Jadi tidak heran bila saling balas perlakukan terutama oknum suporter kerap terjadi. Seperti contoh kasus beberapa hari lalu di laga AFF U-19 Sidoarjo, oknum fans pencinta bola tanah air melempari Harimau Malaya muda dengan botol.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Harga Tiket Konser Syahrini Setara dengan Celine Dion, Netizen Bombardir Instagramnya dengan Kritikan

4 Insiden Bendera Merah Putih Terbalik yang Bikin Heboh, Paling Baru Dilakukan Timnas Malaysia