Mengenal Kaghati Kolope, Layang-Layang Pertama di Dunia Yang Ternyata dari Indonesia

Layang-layang ini menjadi layang-layang pertama yang diterbangkan di dunia

oleh Aini Boom
11:00 AM on Apr 21, 2017

Sebelum ilmuwan bernama Wolfgang melakukan penelitian tentang Kaghati Kolope, hingga tahun 1997 Cina masih ditetapkan sebagai penemu layang-layang. Namun ternyata penelitian tersebut membuktikan bahwa Kaghati Kolope berusia 4000 tahun. Jauh lebih tua dari layang-layang Cina yang berumur 2.800 tahun. Karenanya berkat jasa seorang Wolfgang, layang-layang dari daerah Sulawesi Tenggara itu diketahui sebagai layang-layang pertama di dunia.

Kemunculan Kaghati Kolope di festival layang-layang internasional bertajuk Berck sur Mer di Perancis memang membuat terpesona pecinta layang-layang dari seluruh dunia. Meski dibuat dengan bahan daun, Kaghati berhasil menggondol juara pertama di ajang yang diselenggarakan pada tahun 1997 itu. Alhasil kehebatan layang-layang asal Pulau Muna Sulawesi Tenggara itu pun menjadi perbincangan di mana-mana.

Baca Juga
Inilah 4 Hal yang Terjadi Jika Indonesia Benar-benar Memboikot Produk Amerika
Mulai dari Akhir Israel Hingga Bencana, Inilah 4 Prediksi Nostradamus Tentang 2018 yang Bikin Merinding

Bukti Kaghati Kolope Layang-Layang Pertama Di Dunia

Hasil penelitian berjudul The First Kitman yang dibuat oleh Wolfgang terbit di majalah Jerman pada tahun 2003 menunjukkan bahwa Kaghati adalah layang-layang pertama di dunia. Wolfgang meyakini hal itu setelah melakukan penelitian yang dibantu pecinta layang-layang di Pulau Muna.

Menerbangkan Kaghati [image: source]
Pria ini menemukan sebuah lukisan dalam dinding gua Sugi Patani di Desa Liangkobori. Dalam gambar itu, nampak sebuah coretan yang menggambarkan seseorang sedang menerbangkan layang-layang. Temuan lukisan itu kemudian diteliti lebih lanjut. Dan hasilnya amat mencengangkan, coretan itu telah dibuat pada sekitar jaman periode Mesolitik (Epi-Paleolithic). Jika dalam hitungan masehi ada pada  9000-5000 tahun sebelum masehi.

 Dibuat Dari Lembaran Daun

Jika layang-layang pada umumnya terbuat dari bahan kertas, berbeda dengan Kaghati yang seratus persen dibuat dari bahan alami. Layang-layang tradisional ini dibuat dari daun kering yang dirangkai dengan kulit bambu.

Kaghati Kolope [image: source]
Daun yang dipakai untuk bahan layar layang-layang adalah daun ubi hutan (kolope). Sedangkan untuk rangka, digunakan kulit bambu. Sedangkan serat nanas hutan dipintal dan digunakan sebagai tali untuk menerbangkan layang-layang.

Kelebihan Kaghati Sehingga Menang Kontes Layang-Layang Dunia

Meski dibuat dari bahan-bahan alami, bukan berarti Kaghati Kolope memiliki ketahanan yang tidak bagus. Justru layang-layang ini termasuk layang-layang paling kokoh sehingga memenangkan kontes dunia. Kemampuan terbang tinggi Kaghati tidak perlu diragukan, bahkan bertahan selama berhari-hari di atas udara pun Kaghati mampu.

Turis sedang memperhatikan keunikan Kaghati [image: source]
Rahasia di balik kokohnya Kaghati adalah sebab layar Kaghati yang terbuat dari daun kolope diolah sehingga menjadi ulet dan tahan air. Tidak hanya itu, kedua sisi Kaghati memiliki bagian yang disebut kamumu. Serupa dengan pita, kamumu dibuat dari daun nyiur (kulit ari pohon waru) yang berfungsi memuat Kaghati bersuara saat melayang di udara. Suara ini pun bisa dibuat sesuai selera si pembuatnya, karenanya meski Kaghati diterbangkan di malam hari pemilik akan mengenali yang mana layang-layang kepunyaannya.

Kaghati Digunakan Sebagai Sarana Spiritual Di Masa Lalu

Di masa lalu, nenek moyang masyarakat Pulau muna menggunakan layang-layang sebagai media spiritual. Penerbangan Kaghati dilakukan untuk mengharap pemanduan dari Tuhan yang diyakini ada di langit. Untuk ritual ini, masyarakat menerbangkan Kaghati selama 7 hari berturut-turut tanpa diturunkan. Di hari terakhir melayang di udara, Kaghati kemudian sengaja diputuskan talinya sehingga bisa terbang bebas terbawa angin. Hal ini dimaksudkan agar layang-layang dapat memandu jwa sang pemilik ketika sudah mati dan menuju tempat di mana Tuhan berada.

Seorang warga Pulau Muna dan Kaghati [image: source]
Tapi kebudayaan ini bergeser menjadi sarana hiburan semata saat agama Islam memasuki kawasan Sulawesi Tenggara. Kini Kaghati diterbangkan sesaat setelah panen raya. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan pertunjukan besar ini disarankan datang sekitar bulan Juni hingga September. Di jamin, pada bulan itu langit Pulau Muna akan dihiasi Kaghati dalam berbagai ukuran.

Saat ini, Kaghati Kolope menjadi layang-layang yang membuat Indonesia turut dikenal di kancah internasional. Keunikan dan ketangguhan Kaghati di udara terus menarik wisatawan datang ke Pulau Muna sehingga turut memajukan perekonomian masyarakat.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA