Israel memang dikenal akan inovasinya dalam menciptakan teknologi canggih yang tidak terpikirkan sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Tim peneliti cybersecurity dari Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel, bersama Institut Sains Weizmann baru-baru ini, keduanya berhasil menciptakan sebuah teknik penyadapan baru bernama Lamphone.

Teknik penyadapan Lamphone yang dikembangkan terbilang canggih dan tak biasa lantaran menggunakan bohlam lampu gantung yang direkayasa sedemikian rupa. Cara kerjanya pun cukup sederhana, yakni hanya perlu memasang lampu bohlam di kamar target yang akan disadap. Selengkapnya, simak ulasan Berikut ini.

Metode penyadapan yang menggunakan getaran lewat udara

Cara kerja dari Lamphone sangat bergantung pada getaran yang menjadi media pendeteksian gelombang suara. Hasil dari getaran-getaran kecil itulah yang akan diambil sebagai rekaman percakapan sekaligus menganalisa suara yang dikeluarkan. Tim peneliti pun telah mengembangkan algoritma pendukung untuk analisis suara yang lebih akurat.

Ilustrasi teknik Lamphone [sumber gambar]
Algoritma tersebut digunakan untuk memulihkan suara yang terekam pada sebuah bola lampu lewat pengukuran optik, yang kemudian ditangkap oleh sensor elektro-optik. Tim peneliti berhasil melakukannya pada pidato Presiden Donald Trump yang dapat didengar, maupun ditranskripsi (dituliskan) oleh Google’s Speech to Text API.

Bakal dikombinasikan dengan berbagai alat-alat pendukung

Untuk mendukung kinerja Lamphone, tim peneliti juga menambahkan alat pendukung agar teknik penyadapan bisa berjalan lebih maksimal, seperti analog-to- konverter digital untuk mengubah output sensor menjadi sinyal digital, teleskop untuk memberikan pandangan close-up ruangan, dan laptop untuk memproses sinyal optik menjadi suara.

Ilustrasi alat pendukung dengan sensor optik dan laptop [sumber gambar]
“Kami mensimulasikan korban berada di dalam ruangan yang berisi bohlam lampu gantung, dan menganggap penguping sebagai entitas jahat yang tertarik memata-matai korban untuk menangkap percakapan korban dan memanfaatkan informasi yang ada selama percakapan berlangsung,” ungkap para peneliti yang dilansir The Hacker News, Sabtu (13 Juni 2020).

Alat penyadap tersembunyi yang bisa dilakukan untuk banyak hal

Dengan kemampuan semacam itu, Lamphone bisa digunakan untuk mencuri informasi berharga dari korbannya seperti nomor kartu kredit, data pribadi, maupun percakapan rahasia yang amat sensitif. Jelas akan ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan Lamphone sebagai alat penyadapan.

Simulasi teknik Lamphone dengan dukungan perangkat lain [sumber gambar]
Penemuan teknik Lamphone ini menambah daftar panjang dari keberadaan benda-benda yang tak dicurigai sebagai alat penyadapan. Sebelumnya, teknologi tersebut dikembangkan dengan menggunakan penyadapan model lama seperti Visual Microphone. Namun , siapa sangka jika lampu bohlam yang relatif tak dicurigai kini bisa dikembangkan sebagai alat penguping.

Saran dari para peneliti untuk menghindari teknik Lamphone

Meski telah menemukan teknik penyadapan yang luar biasa canggihnya, tim peneliti juga mengungkapkan kelemahan teknologi Lamphone. Menurut mereka, target atau korban bisa terhindar dari teknik ini dengan melakukan pengurangan intensitas jumlah cahaya pada bohlam.

Ilustrasi penyadapan lewat lampu bohlam dengan teknik Lamphone [sumber gambar]
Bisa juga dengan menggunakan sebuah tirai sebagai pembatas atau dinding penghalang yang bisa membatasi cahaya yang dipancarkan. Dengan hal semacam ini, sensor elektro-optik tidak bisa bekerja maksimal lantaran intensitas cahaya yang ditangkap terlalu lemah. Hal ini membuat getaran gelombang suara menjadi sangat kecil dan sulit dianalisis.

BACA JUGA: 7 Kecanggihan Israel yang Telah Menguasai Kehidupan Manusia

Sesuai rencana, teknik Lamphone yang masih dalam tahap pengembangan akan dipamerkan di acara Black Hat USA pada 2020 bulan September mendatang. Jika dilihat dari kemampuannya, Lamphone digadang-gadang bakal menjadi alat penyadap suara yang canggih dan tersembunyi di masa depan. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?