in

Berburu Jamu Asli di Indonesia di Empat Kota Penghasilnya

Semarang, Rumah Jamu Jago via www.asiaphotostock.com

Pernahkah Anda berfikir untuk traveling sambil berburu obat herbal? Sudah tentu selain mendapatkan kesenangan, tubuh Anda dijamin makin sehat. Tapi dimana saja tujuan traveling buat berburu obat herbal atau yang lebih familiar disebut jamu ini?

Indonsia yang sejak dahulu terkenal kaya akan rempah-rempah membuatnya memiliki banyak produk jamu tradisional. Berbagai wilayah di Indonesia memiliki cara sendiri membuat produk jamu mereka dengan tujuan yang sama yaitu membuat sehat orang yang mengkonsumsinya. Berikut ini empat kota penghasil jamu di Indonesia.

1. Sukoharjo, Kota Jamu Gendong

Jamu tradisional identik dengan jamu gendong. Nah di kabupaten Sukoharjo inilah ikon jamu gendong dapat ditemukan. Kabupaten di dekat kota Solo ini memang menjadi pusat jamu gendong bahkan sampai-sampai dibangun pula sebuah monumen berupa patung seorang perempuan yang menggendong jamu. Patung ini dapat traveler temukan di daerah Bulakrejo.

Sukoharjo, Kota Jamu Gendong via jamumbahyah.blogspot.com
Sukoharjo, Kota Jamu Gendong via jamumbahyah.blogspot.com

Semua orang tahu bahwa dahulu kala menjual jamu tradisional itu dengan cara menggendongnya dan pelakunya adalah para wanita. Mereka akan menggunakan bakul besar sebagai tempat menyimpan gelas dan tempat botol jamu yang kemudian akan mereka gendong dengan menggunakan jarik. Namun ternyata tradisi ini masih bisa ditemui saat ini, penasaran? Anda bisa datang ke pusat produksi jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

2. Sidoarjo, Tempat Lahir Jamu Nyonya Meneer

Jamu Nyonya Meneer yang terkenal dengan tagline “Berdiri Sejak 1919” ini ternyata berasal dari Sidoarjo. Pendirinya, Lauw Ping Nio alias Nyonya Meneer ini lahir di Sidoarjo tahun 1895. Cerita bermula ketika ia menikah dengan pria asal Surabaya dan kemudian memutuskan pindah ke Semarang.

Sidoarjo, Tempat Lahir Jamu Nyonya Meneer via adheary.blogspot.com
Sidoarjo, Tempat Lahir Jamu Nyonya Meneer via adheary.blogspot.com

Ketika berada di Semarang suaminya sakit keras dan berbagai upaya dilakukan namun nihil hasilnya. Kemusian ia mencoba meracik jamu jawa yang pernah diajarkan orang tuanya dan ternyata berkat obat itu suaminya bisa sembuh. Semenjak itu ia makin giat membuat jamu untuk menolong keluarga dan masyarakat sekitar.

Kini jamu racikannya menjadi merik jamu terkenal. Meski lahir di Sidoharjo namun jamu ini berkembang pesat di Semarang bahkan di kota lumpia ini sampai didirikan museum Jamu Nyonya Meneer. Penasaran ingin berkunjung?

3. Semarang, Rumah Jamu Jago

Bisa dibilang hampir semua pabrik jamu dapat ditemukan di Semarang. Maka tidaklah mengherankan jika Semarang menjadi salah satu kota penghasil jamu di Indonesia. Lihat saja di dalam kota ini terdapat dua pabrik jamu yang mendunia yaitu PT. Sido Muncul dan Jamu Jago.

Semarang, Rumah Jamu Jago via www.asiaphotostock.com
Semarang, Rumah Jamu Jago via www.asiaphotostock.com

Khusus untuk yang disebutkan terakhir itu bahkan menjadi ikon kota Semarang. Berada di Srondol, Jl Perintis Kemerdekaan, Jamu Jago telah memproduksi berbagai jenis jamu herbal. Satu produk yang paling terkenal dari perusahaan jamu berlogo ayam jago berwarna hitam dan kuning itu adalah Jamu Buyung Upik yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak. Para traveler juga bisa melihat seluk-beluk tentang perusahaan jamu tradisional ini dengan mengunjungi museumnya yang berada satu lokasi dengan pabriknya.

4. Yogyakarta, Kota Kelahiran PT. Sido Muncul

Siapa yang sangka jika jamu Tolak Angin yang sering Anda konsumsi ini awalnya menetas di Yogyakarta. Ya, Yogyakarta menjadi kota kelahiran dari PT. Sido Muncul. Dimana pada awalnya Sido Muncul merupakan sebuah industri rumah tangga yang dikelola oleh Ibu Rakhmat Sulistio tahun 1940 di Yogyakarta.

Hotel Tentrem via Hotel Tentrem
Hotel Tentrem via Hotel Tentrem

Kini Sido Muncul menjelma menjadi sebuah perusahaan jamu yang sangat besar dan menjadi satu-satunya pabrik jamu tradisional bersertifikat farmasi. Meski kini pabriknya sudah pindah ke Semarang namun di Yogyakarta masih terdapat usaha milik keluarga Sido Muncul berupa hotel bintang lima bernama hotel Tentrem. Yang unik dari hotel ini adalah adanya menu eskrim dengan beragam rasa jamu. Es krim yang paling terkenal adalah es krim tolak angin yang mengkombinasikan jamu tolak angin dengan es krim.

Written by Alfry

Leave a Reply

Jajaran Kereta Gantung Paling Spektakuler di Dunia

11 Pulau Super Aneh yang Benar-Benar ada di Bumi