Kalau kamu pernah mendengar nama ibukota Papua Nugini, Port Moresby, kamu pasti tau persis bagaimana kehidupan di dalamnya bukan? Yap, Negara yang masih merupakan tetangga Indonesia ini punya hukuman yang lebih kejam dari Korea Utara. Jika kamu melakukan sedikit kesalahan saja, nyawa bisa melayang sebagai gantinya.

Ternyata, selain Port Moresby yang menyeramkan dan berisi ribuan gangster, beberapa kota ini juga mendapat julukan neraka dunia. Mengapa bisa begitu? Apakah aturan yang ada di sana sangat menyeramkan? Itulah yang akan Boombastis ulas kali ini. Simak dalam uraian berikut.

Neraka di atas bumi itu bernama Bujumbura

Apa definisi dari neraka dunia sebenarnya? Miskin, tak bahagia, kejahatan ada di setiap sudut kehidupan. Yap, jika ingin dicari Negara yang pas menyandang predikat tersebut, Bujumbura ada di urutan teratas. Kota yang terletak di sebelah barat Afrika ini disebut sebagai tempat paling buruk yang pernah ada di atas bumi.

Masyarakat Bujumbura Burundi [Sumber gambar]
Bagaimana tidak, korupsi terparah ada di sini, semua penduduknya miskin, pembunuhan terjadi setiap hari, human trafficking dan eksploitasi manusia dan anak adalah hal yang biasa. Tak heran jika orang yang meninggali tempat ini ingin segera hijrah, atau mungkin mati adalah pilihan baik dibanding harus hidup tersiksa.

Kamboja, negara tempat terjadinya pembantaian mengenaskan

Negara yang masuk dalam list ASEAN ini ternyata menyimpan sejarah kelam yang terlewatkan oleh mata dunia. Adalah pembantaian yang menewaskan sekitar dua juta jiwa pada masa Rezim Khmer Merah. Bahkan ketika salah satu diktator bernama Pol Pot memerintah Kamboja.

Penjara S21 sebagai salah satu tempat pembantaian [Sumber gambar]
Hanya dalam hitungan 4 tahun saja ia sudah menewaskan jutaan jiwa, mulai dari yang kelaparan, dibantai tanpa sebab, serta rumah tahanan dan sekolahan yang dijadikan sebagai tempat meregang nyawa. Karena sederet kejadian mengenaskan tersebutlah ia mendapat predikat hell on earth alias neraka versi dunia nyata.

Centralia, kota bekas tambang di Amerika

Centralia adalah salah satu kota yang masuk dalam wilayah negara bagian Pennsylvania, dulunya adalah kota tambang maju berpenduduk 1.000 jiwa. Sayangnya kota kecil ini oleh orang-orang dijuluki sebagai real hell on earth. Julukan yang didapat berawal dari kebakaran tambang batu bara yang terjadi 50 tahun lalu. Api yang berkobar di bawah tanah tersebut tak pernah padam hingga kini dan terus menelan korban.

Jalan di Centralia [Sumber gambar]
Jalan aspal menjadi retak dan keluar asap, bangunan ditinggalkan, serta peringatan akan tanah yang bisa longsor kapan saja ada di mana-mana. Di tempat ini lebih banyak kuburan dibanding penghuninya yang hanya tinggal belasan orang saja.

Kota mati karena kebocoran tenaga nuklir pada 1986

Adalah Chernobyl, sebuah kota di Uni Sovyet (sekarang Ukraina) yang mengalami tragedi mematikan pada tahun 1986. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang ada di kota tersebut mengalami kebocoran, hingga disebut sebagai tragedi nuklir terburuk sepanjang peradaban sejarah.

Kota mati Chernobyl [Sumber gambar]
Penduduk yang jumlahnya mencapai 48 ribu jiwa ini harus diungsikan agar tidak terkena radiasi hebat yang ketika itu sudah menyebar ke mana-mana. Kota ini kemudian menjadi kota mati yang ditinggalkan hingga sekarang.

Linfen, Tiongkok sebagai tempat paling polusi

Jika kamu terus mengeluh hanya karena polusi pabrik di beberapa daerah, mungkin kamu harus melihat bagaimana kehidupan di Linfen, Tiongkok. Kota ini memang masih ditinggali oleh penduduk, namun Blacksmith Institute mencatat Linfen sebagai kota terpolusi di dunia. Saking parahnya, saat kamu menjemur pakaian putih paginya, tak usah menunggu kering untuk membuatnya berwarna hitam.

Linfen, Tiongkok [Sumber gambar]
Setiap penduduk wajib hukumnya menggunakan masker pelindung. Belum lagi, industri membuat Linfen semakin buruk walaupun sudah mengupayakan berbagai cara pembersihan udara. Sudah cukup pantas untuk disebut nerakanya polusi!

Kehidupan di 5 kota tersebut sangatlah kontras jika dibandingkan dengan Indonesia. wajar saja jika banyak penduduk yang lebih memilih pergi atau mati karena tidak tahan dengan kondisi yang terjadi. Mari bersyukur karena kita masih tinggal di bumi Indonesia, yang pastinya jauh lebih makmur dari tempat di atas.