YouTube merupakan platform media yang paling hits saat ini. Bayangkan saja, bukan hanya berbagi kegiatan, mengedukasi, dan membuat konten yang fun saja, di YouTube ini kamu bisa mendapatkan adsense melalui iklan yang ada. Penghasilan menjadi seorang YouTuber ini juga lumayan loh, untuk ukuran Atta Halilintar yang subscribernya terbesar di Asia Pasifik bisa sampai miliaran.

Tapi, sekarang banyak YouTuber yang tak perduli dengan kualitas konten, yang mereka pentingkan hanya adsense saja. Sehingga enggak jarang loh, ada pihak yang merasa dirugikan karena konten tersebut –terutama konten prank. Nah, yang akan Boombastis.com bahas kali ini adalah konten-konten yang enggak seharusnya ada lagi di YouTube, karena sudah terlalu banyak dan tak memberi manfaat.

Konten prank mengajak ‘wik-wik’ pacar atau istri

Nah, konten yang satu ini wajib banget kita labeli dengan konten ‘sampah’ yang sama sekali tak memberikan nilai edukasi kepada orang yang menonton. Buat apa sih membuat konten yang meminta untuk mengajak pasangan ‘wik-wik’ dan direkam lalu diunggah ke kanal YouTube? Nantinya, pasti ada adegan buka baju, naik ke kasur, mencium pasangan, dan masalah pribadi yang sangat tak layak dikonsumsi oleh orang lain –selain si empunya konten.

Konten prank ojol, duh ini asli bikin kesal guys

Salah satu prank yang sedang viral di kalangan netizen saat ini adalah prank pesan makanan dalam jumlah yang banyak dan dicancel saat si ojol sudah dekat atau mungkin sudah terlihat oleh si tukang prank. Niatnya sih memang kebanyakan baik ya, mau membantu tukang ojek online tersebut. Namun, apakah harus membuat mereka susah, bingung, bahkan menangis dulu untuk memberikan rezeki yang lebih. Kan bisa melalui uang tip atau mungkin diberikan saat bertemu dengan si ojolnya, bisa begini kan?

Konten prank beli barang mahal dengan koin

Sekarang sih memang zamannya cashless alias dompet digital. Namun, beberapa orang ternyata masih ada yang membeli barang mewah dengan uang koin, dari mulai ponsel, jam mahal, hingga mobil mewah. Ya, kalau misalnya memang niatnya karena uang tersebut sudah ditabung selama bertahun-tahun, ya bisa terima lah ya. Tapi, kalau hanya untuk konten YouTube dan adsense, ya, lebih baik jangan ya. Di samping tak mendidik, juga membuang waktu pelayan yang ada di toko. Karena biasanya para tukang prank mengatakan kalau uang koin yang mereka bawa belum dihitung. Duh, idenya udah basi banget nih~

Konten menunjukkan saldo ATM

Nah, satu ini memang bukan konten prank sih, tapi konten yang bikin gerah banyak orang –termasuk para artis. Salah satunya adalah Tamara Bleszynsky yang mengatakan bahwa konten tersebut merupakan tindakan yang tak menghargai jerih payah para pahlawan. Di sisi lain, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, dalam proses pemungutan pajak, otoritas fiskal tak memandang profesi atau dari mana pendapatan wajib pajak berasal. Nah lho, awas dauber sama Dirjen Pajak~

BACA JUGA: Tren Prank Ojol yang Tuai Komentar Negative, Netizen: Gaada Konten yang Lebih Bermanfaat?

Ada banyak kok konten YouTube yang bagus dan bisa kamu tonton. Ada Deddy Corbuzier dengan podcastnya, Nihongo Mantappu dengan matematika dan bahasa Jepangnya, Najwa Shihab, atau konten lain yang memberikan edukasi dan manfaat.