Popularitas es kepal milo memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Tak hanya foto-foto es kepal yang semakin luas menyebar di dunia maya, kita juga bisa melihat semakin menjamur saja pedagang es kepal milo dadakan. Hampir di jalan-jalan, di warung, bahkan beberapa restoran juga turut menjual es yang sedang naik daun ini.

Artikel Lainnya
Cerita Robot Gedek, Psikopat yang Sempat Bikin Bocah Enggak Pingin Lahir ke Dunia
Kalah Sengketa dan Jadi Milik Malaysia, Begini Keadaan Pulau Sipadan dan Ligitan Sekarang

Namun sayang di tengah popularitas yang makin meroket, pada waktu lalu kabar buruk justru datang dari minuman es kepal milo. Terhitung ada 9 siswa sekolah dasar di Surabaya yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian ini terjadi setelah kesembilan siswa tersebut mengonsumsi es kepal milo di kantin sekolahnya. Seperti apa kisah lengkapnya, berikut ini uraiannya.

Jatuh sakit setelah ramai-ramai minum es kepal usai latihan Pramuka

Siswa SDN VIII Pakis yang diduga keracunan es kepal [sumber gambar]
Kejadian bermula seusai siswa SD Negeri Pakis VIII usai melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Solikhin (35) selaku petugas keamanan sekolah melihat anak-anak mengonsumsi es kepal di kantin sekolah. Namun selang beberapa saat, beberapa siswa mengalami gejala pusing, mual, sesak napas, hingga muntah-muntah.

Mual dan muntah tak kunjung reda, terpaksa dilarikan ke IGD

Dirawat di IGD [sumber gambar]
Tak kunjung membaik, siswa SD Negeri Pakis VIII yang mengalami mual muntah akhirnya dilarikan ke Puskesmas Pakis. Sayang, keterbatasan alat medis  membuat pihak puskesmas harus memberikan rujukan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Brawijaya. Setibanya di rumah sakit, diagnosa dokter menunjukkan jika kesembilan anak tersebut terindikasi food poisoning atau keracunan makanan. Setelah diberikan perlakuan medis,  kondisi anak-anak pun mulai membaik dan dipersilakan pulang.

Es kepal yang diduga kuat penyebab keracunan merupakan menu baru di kantin sekolah

Kantin SDN Pakis VIII [sumber gambar]
Sudah menjadi hal lazim jika menu-menu jajanan hits di masyarakat akan di jual di berbagai tempat. Seperti itu pula yang dilakukan penjual kantin SDN Pakis VIII yang baru-baru ini ikut jadi penjual es kepal milo dadakan. Telah berjualan selama 10 tahun, baru pertama kali penjual berinisial DH itu melihat kejadian keracunan massal karena makanan yang dijualnya. Tak ayal, penjual berusia 55 tahun itu pun terkejut sebab dirinya pun baru empat hari menjual es kepal milo.

Penjual es kepal membeli bahan kiloan dalam plastik

Ilustrasi coklat bubuk [sumber gambar]
Kasus keracunan yang membuat sembilan siswa dilarikan ke rumah sakit membuat DH harus diamankan di Polsek Sawahan. Selain DH, barang bukti yang dibawa berupa sampel es batu, sampel es kepal susu, bahan jadi es kepal susu, dan mie goreng. Sementara itu, DH menyatakan tak tahu es yang dibuatnya bakal menjadi penyebab keracunan. Selain itu, DH mengakui tidak membeli bahan susu di tempat biasanya. Perempuan 55 tahun itu malah membeli susu bubuk yang dijual kiloan dalam plastik.

Terancam UU Pangan

Polsek Sawahan [sumber gambar]
Meski dugaan kuat keracunan berasal dari es kepal milo khususnya bahan susu, namun status DH belum dipastikan. Hal ini menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM. Jika hal uji positif penyebab keracunan, AKP Haryono selaku Kanitreskrim Polsek Sawahan menyatakan jika DH bisa terkena UU Pangan. Selain DH, pihak berwenang juga akan melacak siapa distributor dan pengecer susu bubuk kiloan terkait kasus ini.

Kasus keracunan es kepal milo ini masih terus dikembangkan. Bisa jadi, dari kasus ini akan terkuat mafia-mafia pangan yang aman bersembunyi di luar sana. Nah, dengan adanya kasus ini semoga para produsen selalu menjaga kualitas produknya agar tak sampai mengancam nyawa orang lain. Pun bagi konsumen, semoga bisa lebih selektif membeli apapun. Nggak cuma asal hits lantas dibeli. Setuju nggak nih guys?