Meskipun pertumbuhan ekonomi dunia sedang melambang, pertumbuhan ekonomi di Asia justru menunjukkan perkembangan yang positif. Terutama negara Asia Timur seperti Cina, Jepang dan Korea terus berlomba-lomba menjadi raksasa ekonomi nomor satu di Asia. Berbeda sekali dengan negara-negara di Eropa yang justru sedang berjuang melawan krisis.

Baca Juga : 6 Kisah Orang Kaya Tapi Hidupnya Tidak Bahagia

Trend positif itu membuat banyak sekali pengusaha asal Asia yang akhirnya mempromosikan perusahaan atau individu mereka ke benua Eropa. Cara yang paling efektif adalah dengan membeli saham di klub-klub sepak bola Eropa yang digandrungi di seluruh dunia. Berikut lima konglongmerat Asia yang memiliki saham besar di klub raksasa Eropa.

Artikel Lainnya
Ryuji Utomo Sudah Move On dari Ariel Tatum, Ini 10 Potret Pacar Barunya yang Tak Kalah Cantik
Balada Freeport, Gunung Emas Nusantara yang Malah Membuat Rakyatnya Semakin Miskin

1. Toni Fernandez, Malaysia

Toni adalah pemilik dari maskapai yang penerbangannya banyak dinikmati karena harganya yang miring, Air Asia. Pria ini memiliki kekayaan sebanya 530 juta dollar atau sekitar 7 trilyun. Kebetulan, pria asal Kuala Lumpur ini memang seorang penggila sepakbola.

Tony Fernandez
Tony Fernandez [ImageSource]
Pada 2011 dia memutuskan untuk memberi Queens Park Rangers dengan harga 35 juta poundsterling. Itu sama dengan 66 persen dari keseluruhan saham. Tony mengaku membeli QPR untuk mempromosikan maskapainya, AirAsia. Sayangnya QPR mengalami degradasi dan tidak lagi ada di kasta utama liga Inggris.

2. Vincent Tan, Malaysia

Pengusaha asal Negeri Jiran ini menginvestasikan harganya ke klub sepak bola di Inggris. Pada tahun 2013, pengusaha properti ini membeli klub Inggris, Cardiff City. Pengusaha eksentrik ini dikabarkan memiliki kekayaan sebanyak 16 triliun.

Vincent Tan
Vincent Tan [ImageSource]
Tidak cukup sampai di situ, Vincent Tan juga membeli klub asal Bosnia, Sarajevo FK. Lelaki ini memang menggemari sepakbola sejak usia remaja. Dia juga menjadi co-owner dari Los Angeles Football Club. Selain itu dia juga memiliki klub asal Belgia, KV Krotrijk.

3. Erick Thohir, Indonesia

Pada tahun 2013, pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir menjadi pembicaraan karena telah membeli saham dari Inter Milan. Tidak tanggung-tanggung, dia memiliki saham sebesar 70 % dari klub raksasa seri A tersebut.

Erikc Thohir
Erikc Thohir [ImageSource]
Bos dari Mahaka Grup ini juga tercatat sebagai pemilik dari D.C United dan Persib Bandung. Dia dikabarkan memiliki kekayaan sebesar 13 trilyun ketika mengakuisisi Inter. Dana yang dia keluarkan tak kurang dari 5 trilyun yang diperoleh secara kolektif dengan sahabatnya Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo.

4. Peter Lim, Singapura

Peter Lim adalah pebisnis asal Singapura yang pernah melakukan penawaran untuk mengambil alih Liverpool pada tahun 2010. Namun, akhirnya saham yang resmi diakusisinya adalah salam klub La Liga Spanyol, Valencia.

Peter Lim
Peter Lim [ImageSource]
Pengusaha properti ini dikabarkan memiliki harta senilai 27 trilyun rupiah.  Dia juga menanamkan sahamnya di dunia otomotif. Pria paruh banyak ini menaruh saham di tim F1, McLaren.

5. Wang JianLin, China

Wang JiangLin adalah pemilik 20 persen saham klub La Liga Spanyol, Atletico Madrid. Melalui perusahaannya, Dalian Wanda Grup, dia berhasil menjadi konglongmerat yang disegani. Di dunia properti, nama Wang Jianlin memang sudah tidak asing lagi.

Wang Jianlin
Wang Jianlin [ImageSource]
Pria yang mengawali karir sebagai karyawan biasa ini memiliki properti sebanyak 9 juta meter per segi di China. Dia telah membangun 58 plaza, 15 hotel mewah, 68 Bioskop, 57 Department Store dan 54 tempat karaoke yang tersebar di seluruh penjuru negara tirai bambu.

Meski Asia punya sejarah kelam karena dijajah dan dimusuhi bangsa-bangsa Eropa, namun kini negara Asia bersiap untuk mengalahkan pertumbuhan ekonomi Eropa. Bahkan, menurut orang-orang Eropa, Asia adalah ladang uang, karena ekonominya tumbuh dengan sangat baik.

Baca Juga : 10 Orang Ini Jadi Kaya Raya Berkat Youtube

Tentunya para pengusaha di atas telah melakukan perjuangan panjang hingga ada di posisi sekarang. Mereka membawa negara dan perusahaan mereka ke kancah internasional lewat olahraga yang paling digemari di dunia, sepakbola. (HLH)