Musik Jazz, pada umumnya menjadi sebuah aliran musik yang terkenal akan kemewahan. Dimainkan di gedung-gedung mahal dan penampilnya berpakaian rapi dengan setelan jas. Paradoks yang pastinya sulit untuk dipungkiri, lantaran sejak pertama tumbuh di masa kolonial genre ini lekat sekali dengan seorang bangsawan atau priyayi. Namun tahukah kalian, setelah bergesernya zaman jazz sudah berganti wujud dengan lebih merakyat.

Bahkan kini semua kalangan bisa menikmatinya tanpa harus membedakan kelas. Seperti salah satu contohnya adalah komunitas Jazz Chic’s yang merangkul siapa saja untuk bersenang-senang dengan jenis musik ini. Mereka yang melayu, metal, pop, dan genre lainnya bisa dilarutkan menjadi sebuah kesatuan yang indah. Kelompok satu ini juga bisa dikatakan unik dan menarik, lantaran mau mewadahi karya musisi muda. Seperti apakah komunitas kerap disapa KJC Reborn ini sebenarnya? Mari simak ulasannya berikut.

Komunitas yang menjadi wadah karya musisi Jazz di Jakarta Timur

Sebagai sebuah komunitas musik, KJC bisa dibilang sudah menggaung dalam jangka waktu yang panjang. Berbekal nilai luhur di awal pembentukannya, seperti ungkap salah Alex Kuple yang mengatakan bila dahulu komunitas ini merupakan “ajang apresiasi musik jazz para musisi muda dan senior dengan semangat kekeluargaan, kebebasan, dan persahabatan”. Kini KJC tercatat, sudah 11 tahun berdenyut dari awal terbentuk tahun 2007 lalu.

Musisi muda menunjukkan aksinya di KJC Reborn

Berdirinya komunitas tersebut juga memiliki nilai besar untuk para musisi beraliran Jazz di Jakarta Timur. Pasalnya sebelum guru sekolah Chic’s mendirikannya, komunitas ini belum mempunyai wadah untuk menampung karya-karya musik beraliran unik itu. Kini sudah puluhan atau bahkan banyak jumlahnya telah bisa menyalurkan buah hasil, pemikiran, dan kerja keras dalam bermusik. Layaknya pertunjukan KJC adalah panggungnya.

Lekat dengan masyarakat lewat pertunjukan Jazz jalanan

Selain sebagai wadah menampung bakat muda dan semua umur untuk menyalurkan karyanya, komunitas ini rupanya juga merasuki semua golongan kelas sosial dalam bermusik jazz. Singkat kata mereka telah mengubah pandangan orang mengenai aliran musik ini yang terkenal mewah dan mahal. Lewat pertunjukan bertajuk Jazz Nite On The Street, KJC Reborn terus menghembuskan semangat genre ini ke semua orang Indonesia.

Penampilan KJC on the street

Dan benar saja, melalui hal tersebut banyak pemirsa (pengguna motor, mobil, pejalan kaki sampai penjual) yang mampir untuk menyaksikan pagelaran yang mereka buat. Berkat hal tersebut kini makin banyak anak muda yang mempelajari jazz, lantaran mampu menciptakan sebuah iklim bersahabat untuk siapapun. Ungkap Alex Kuple kepada Boombastis.

Meniupkan semangat musik jazz ke semua orang di Indonesia

Apabila kita bandingkan komunitas ini dengan festival jazz besar tanah air, tentu gaungnya belum kentara. Bahkan tidak semua orang familiar mengenai kelompok pencinta musik jazz satu ini. Namun bila melihat riwayatnya tadi, mereka mampu untuk meniupkan semangat jenis seni bernada ini ke semua orang di Indonesia. Bahkan ujar Alex Kuple, KJC selalu memberikan kesempatan siapa saja untuk bisa jam session sembari belajar lebih aktif saat main.

Kondisi ini macamlah inilah yang juga menjadikan jazz memiliki subgenre atau jenis musik yang beragam bentuknya. Mulai dari Avant-garde jazz sampai mainstream jazz. Bahkan hal tersebut juga menjadikan aliran ini mampu bertahan sejak tahun 1919 sampai sekarang. Dalam sejarahnya orang Eropa lewat piringan hitamnya yang membawa musik tersebut ke bumi pertiwi dan bergaung hingga sekarang.

KJC komunitas yang mengajari apa arti sebuah perbedaan

Melihat komunitas ini lewat blog resminya di komunitasjazzchics.wordprees.com, dapat terlihat bagaimana banyak genre musik lain dirangkul untuk bermain bersama. Hal ini seperti menunjukkan kepada kita semua apabila semua perbedaan mampu dipadu-padankan. Menurut salah satu anggota komunitas juga berujar apabila musik jazz sangat welcome untuk berkolaborasi dengan jenis musik lain.

Aksi musisi di KJC Reborn

Hal semacam ini lah yang akhirnya menjadikan KJC, mampu membawa musik jazz menyentuh semua golongan musisi tanah air. Menurut Dani salah satu anggotanya, semua musisi yang mempunyai karya bisa terlibat. Jadi tidak heran apabila di tengah budaya melayu yang kuat komunitas terbentuk tahun 2007 terus tetap menunjukkan eksistensinya hingga sekarang.

Sebagai sebuah komunitas mungkin KJC Reborn bukanlah yang paling besar di tanah air. Namun tidak bisa di pungkiri mereka mampu menyebarkan nilai positif lewat sebuah seni. Jazz pun yang terkenal sebagai aliran musik mewah juga berubah menjadi seni yang mampu menjadi alat pemersatu untuk banyak hal.