Punya peliharaan memang menyenangkan dan membuat seseorang tidak kesepian. Tradisi seperti ini memang sudah berlangsung sejak lama, tak hanya hewan rumahan seperti anjing dan kucing saja, harimau bahkan ular pun bisa dijadikan teman bermain. Mereka bisa menjadi sahabat baik saat manusia bisa memperlakukannya dengan baik.

Untuk memelihara hewan yang notabenenya tergolong buas kita harus ekstra hati-hati. Karena bagaimanapun naluri kebinatangan mereka tak akan hilang begitu saja. Sedekat dan seerat apapun hubungan dengan mereka, manusia harus tetap waspada. Kesalahan perlakuan terhadap para binatang ini mungkin akan membuat kisahmu berakhir tragis seperti orang-orang ini.

Rizky Ahmad yang meninggal karena dipatuk King Cobra

Berita kematian Rizky Ahmad (17) sedang santer diberitakan oleh berbagai media. Bocah tersebut meninggal karena dipatuk tangan kanan oleh peliharaannya sendiri saat sedang memamerkan ular King Cobra pada Car Free Day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (8/7/2018). Rizky sempat dilarikan ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya, namun tampaknya hal tersebut tak membantu banyak.

Rizky Ahmad yang dipatuk ularnya sendiri [Sumber gambar]
Meski sudah disuntik dengan enam jenis serum anti-racun ular, pihak medis tetap tak bisa menyelamatkan nyawanya. Ia dinyatakan meninggal pada Senin (9/7). Sayangnya, pihak keluarga masih meyakini jika Rizky hanya mati suri karena masih berkeringat, tubuhnya masih hangat.

Bocah asal Malang yang tewas digigit anjing peliharaannya

Mungkin kamu pernah mendengar tragedi meninggalnya seorang anak perempuan asal Malang karena digigit anjing Pitbull Classic peliharaan orangtuanya pada 2017 lalu. Ramisya Bazigha (8) atau kerap dipanggil Sasa ini ketika itu tinggal di rumah bersama neneknya. Nahas, saat sang nenek sedang sholat, Sasa menjatuhkan mainannya di dekat kandang anjing yang berada di halaman rumahnya.

Bocah Malang digigit Anjing [Sumber gambar]
Ketika hendak mengambil mainan tersebut anjing menyerang dan menggigit bagian leher, seperti dikutip oleh Liputan6.com. Jenazah Sasa akhirnya dibawa ke RS Saiful Anwar dan dilakukan autopsi. Sementara anjing yang menggigit juga dievakuasi oleh pihak kepolisian ketika itu.

Pria Sulawesi yang dikeroyok anjing peliharaan sampai tewas

Lagi-lagi anjing menjadi pelaku kejahatan kepada majikannya. Pria asal Sulawesi bernama Andre Lumboga (50) yang menetap di Batam tewas tanpa diketahui karena dikeroyok oleh kurang lebih 7 anjingnya yang kelaparan. Hal tersebut diketahui tetangga karena mencium bau tak sedap dari rumah Andre. Ternyata, mayatnya sudah dalam keadaan mengenaskan dengan tanpa kepala. Sementara itu, terdapat anjing-anjing yang terlihat lapar dan agresif.

Menjadi tengkorak karena dimakan Anjing peliharaan [Sumber gambar]
Setelah diselidiki kepolisian Batam, tengkorak kepala yang ditemukan di dapur diduga karena ia diserang anjing yang agresif. Bagaimana tidak, tetangganya menuturkan Andre pulang ke kampung selama dua minggu dan membiarkan peliharaannya kelaparan. Saat kembali ke rumah, hal tragis ini tak bisa dielak lagi.

Pawang Harimau yang meninggal dimakan hewan kesayangannya

Kejadian kali ini berasal dari Ohio, Amerika Serikat. Seorang pawang harimau bernama Cynthia lee Gamble yang tewas mengenaskan dan menjadi santapan hewan kesayangannya. Bukan sembarang orang, Cynthia memang sudah dikenal sebagai sosok spesialis pelindung kucing langka (harimau, chettah, serta macan tutul) yang tak mengenal rasa takut.

Diterkam oleh harimau yang ia latih [Sumber gambar]
2006 menjadi tahun paling pahit untuk dikenang bagi keluarganya. Ketika itu, Cynthia sedang berada di dalam kandang harimau sendirian, sialnya kandang kucing besar tersebut ternyata terkunci dari luar. Tanpa alasan dan tak ada saksi, harimau yang selama ini ia latih menerkam dan membunuhnya hingga luka parah dan tewas.

Masih banyak kejadian orang meninggal karena digigit, diterkam, atau dicakar oleh hewan peliharaan sendiri. Memang, walau sedekat apapun, Sahabat Boombastis semua harus tetap waspada. Namanya juga binatang, mau dilatih bagaimanapun juga naluri mereka sebagai hewan tetap ada dan sewaktu-waktu bisa membahayakan.