Nasib baik dialami oleh seorang pemuda asal Sragen, Jawa Tengah. Setelah menghilang selama 11 tahun lamanya, ia kini bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya. Tak ada yang menyangka jika kisah pertemuan tersebut berawal saat dirinya mencari informasi lewat Google Maps.

Ervan sendiri tak menyangka jika usahanya itu ternyata membuahkan hasil. Mengingat, ia telah terpisah dari keluarganya selama 11 tahun lamanya. Saat menghilang, Ervan masih berusia 5 tahun. Beruntung ingatan akan suasana di tempat tinggalnya masih melekat hingga membawanya kembali pulang. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.

Berawal dari mengembalikan konsol gamewatch yang membuatnya hilang

Ervan saat dikembalikan secara resmi kepada keluarga kandungnya [sumber gambar]
Kisah hilangnya Ervan berawal ketika dirinya mengembalikan konsol gamewatch ke tempat persewaan. Saat itu, ia berusia 5 tahun dan dibawa Suparno, sang ayah liburan di Jakarta selama 17 hari. Saat hendak pulang ke Sragen, Ervan pamit hendak mengembalikan konsol gamewatch ke tempat persewaan. Pada saat itu, ia justru dihampiri seorang pengamen dan diajak berkelana ke beberapa kota.

Sang ayah sempat mencari selama dua bulan hingga minta bantuan orang pintar

Sempat dicari sang ayah selama dua bulan setelah hilang di Jakarta [sumber gambar]
Setelah Ervan menghilang, Suparno sang ayah sempat mencari keberadaannya di Jakarta selama dua bulan. Karena tak kunjung menemukan, ia dan istrinya kembali ke Sragen. Lima hari di rumah, Suparno kembali lagi ke Jakarta untuk mencari. Selama di Ibu kota, ia bekerja sebagai fotografer di Ancol. Ia juga sempat meminta bantuan ‘orang pintar’ namun hasilnya nihil.

Diasuh oleh Ketua RT hingga pegawai P2TP2A

Ervan saat berada di Kantor Dinas Sosial [sumber gambar]
Selama mengamen, Ervan pernah berada di Solo selama sebulan dan kemudian kembali ke Jakarta. Saat berada di Bogor, ia berlari menyelamatkan diri ke sebuah masjid karena takut dirazia Satpol PP. Ia pun ditemukan oleh Ketua RT setempat dan diangkat menjadi anak asuh. Ia juga sempat diangkat sebagai anak oleh pegawai Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Anak P2TP2A yang memasukkan dirinya ke pesantren selama 8 tahun.

Menerima pelatihan dari dinas sosial hingga Iseng mencari lokasi Pasar Sragen

Ervan mendapat bantuan peralatan pertukangan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat sebelum kembali ke Sragen [sumber gambar]
Selama di Bogor, Ervan sempat mendapat pelatihan dari Dinsos Bogor hingga pelatihan kerja di PRSABH Cileungsi. Pertemuan dengan keluarganya sendiri berawal ketika ia iseng mencari informasi keberadaan Pasar Gonggang, Sragen di Google Maps. Tempat tersebut menjadi kenangan masa kecilnya bersama sang nenek. Informasi tersebut kemudian diberi ke pekerja panti yang diteruskan ke kepala panti.

Titik terang mengenai keberadaan keluarga kandung mulai terkuak

Ervan bersama ayahnya Suparno di rumahnya, Dukuh Panurejo RT 018, RW 006, Kecamatan Kedungupit, Sragen, Jawa Tengah, [sumber gambar]
Dari sana, kepala panti kemudian menghubungi pihak dari Solo, Wonogiri dan wilayah di Jawa Tengah, hingga mengarah ke Sragen. Ervan kemudian menerima foto-foto keluarganya. Termasuk saat dirinya masih kecil. Yakin bahwa itu keluarganya, kepala panti tempat Ervan tinggal kemudian menghubungi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sragen yang langsung mengurus kepulangan dirinya.

Kembali bertemu dengan keluarga setelah hilang selama 11 tahun

Berkumpul bersama keluarga tercinta di Sragen, Jawa Tengah [sumber gambar]
Mendapat anaknya berada di Bogor, Suparno lantas berangkat ke Bogor bersama Dinsos Sragen untuk menjemput . Ia juga sempat menghubungi buah hatinya itu lewat video call. Ia pun segera dibawa pulang ke Sragen bersama sang ayah. “Tiba di Sragen itu Selasa (6/10/2020) pagi. Alhamdulillah rasanya senang banget bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarga,” ungkap Ervan yang dikutip dari Kompas (12/10/2020).

BACA JUGA: 40 Tahun Diadopsi Warga Belanda , Pria Ini Akhirnya Temukan Ibu Kandungnya di Indonesia

Terpisah selama 11 tahun lamanya bukanlah waktu yang sebentar bagi Ervan dan keluarganya. Beruntung, ia masih ingat akan kenangan masa kecilnya di sebuah pasar tradisional Sragen yang menjadi titik awal hingga akhirnya kembali bertemu dengan keluarganya. Luar biasa ya Sahabat Boombastis.