7 Kisah Kesederhanaan PK Ojong, Pendiri Kompas yang Layak Diteladani

Dia bos besar, tapi sabuknya tetap butut tak pernah ganti selama 13 tahun.

oleh Agus Supriyatna
12:00 PM on Mar 21, 2017

Orang besar, dikenang karena teladannya. Dia tetap tercatat dalam benak, tak lekang oleh waktu, karena jejak perbuatannya. Seperti pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati, meninggalkan belang. Maka manusia meninggal, meninggalkan jejak perbuatannya.

Banyak tokoh yang kemudian dikenal karena banyak memberi teladan. Bung Hatta, adalah salah satunya. Dia selalu dikenang sebagai pemimpin yang sederhana. Kebersahajaan yang diajekkannya sampai akhir hayat. Bung Karno juga demikian. Namanya tetap hidup dan selalu dibicarakan. Banyak tokoh yang seperti itu di negeri ini. Nah, ada satu tokoh yang juga layak diteladani. Tapi dia, bukan seorang pemimpin politik. Bukan pula, dia mantan pejabat. Bukan.

Baca Juga
Kisah Haru Bripda Sheriff Gagah, Polisi yang Rela Tukar Nyawa Demi Tertibkan Pengendara
Inilah 9 Institusi di Indonesia yang Paling Berprestasi, DPR Urutan Berapa Ya?

PK Ojong [Image Source]
Namanya juga tak tercatat di daftar nama para pahlawan. Juga tak ada nama jalan untuknya. Tapi, sepanjang hidupnya, ia banyak memberi teladan.  Dia, adalah PK Ojong, salah satu pendiri Kompas, harian terbesar di negeri ini. Ya, Kompas adalah salah satu warisan terbesarnya. Koran yang dia didirikan bersama dengan Jakob Oetama.

PK yang tertera di depan nama Ojong, adalah singkatan. PK singkatan dari Petrus Kanisius. Ya nama lengkapnya PK Ojong adalah Petrus Kanisius Ojong.  Saat lahir PK Ojong sebenarnya diberi nama Auw Jong Peng Koen. Hanya karena ada keharusan dari pemerintah di era itu untuk mengganti nama yang berbau keindonesiaan, maka namanya diganti jadi Petrus Kanisius Ojong. Dan semasa hidupnya, sampai ia kemudian mendirikan Kompas, Ojong tetap orang yang sederhana. Berikut, 7 kisah kesederhanaan PK Ojong.

1. Ayahnya mengajarkan kesederhanaan

PK Ojong dan teman-teman saat muda [Image Source]
Dalam buku, ” Ranjau Biografi’  yang ditulis oleh Pepih Nugraha, salah seorang wartawan Kompas, ada sepenggal cerita tentang PK Ojong. Di bukunya Pepih menuliskan, PK Ojong pendiri Kompas, adalah sosok yang sangat sederhana. Hidupnya tak neko-neko meski dia sudah jadi petinggi dari sebuah koran besar. Sikap hidup sederhana pendiri koran terbesar di Indonesia tersebut tidak lepas dari ajaran hidup ayahnya, Auw Jong Pauw. Sang ayah banyak memberikan petuah-petuah penting yang membuat Ojong memiliki karakter luar biasa.

2. Cerita tentang butir nasi

PK Ojong diajarkan kesederhanaan dari kecil [Image Source]
Salah satu ajaran hidup yang diajarkan ayah PK Ojong kepada anaknya, adalah menghargai jerih payah yang sudah dilakukan orang lain. Dalam soal makan misalnya, ayah PK Ojong selalu meminta anak anaknya agar menghabiskan nasi yang dimakannya sampai butir terakhir. Tidak boleh ada sisa. Alasan sang ayah, dari setiap butir nasi yang dimakan, ada jerih payah, serta perjuangan dan keringat petani. Jadi harus dihargai.

3. Kisah ikat pinggang

Ilustrasi ikat pinggang lama [Image Source]
Ayah PK Ojong juga mengajarkan kesederhanaan lewat tindakan. Saat berusia 12 tahun, PK Ojong pernah bertanya pada ayahnya soal ikat pinggang yang selalu dipakai. Ojong kecil, merasa heran, ikat pinggang ayahnya tak pernah diganti. Dari kecil, hingga umur 12 tahun, ayahnya memakai ikat pinggang yang sama. Apa jawaban ayahnya.? Ayah PK Ojong menjawab pendek saja, ikat pinggang itu masih bisa digunakan, jadi untuk apa diganti. Rupanya itu sangat membekas pada diri PK Ojong. Sebab kemudian, ia mengikuti jejak ayahnya. Selama 13 tahun, PK Ojong tak pernah berganti ikat pinggang.

4. Kisah mesin tik yang tak pernah diganti

Ilustrasi mesin ketik tua [Image Source]
Ketika PK Ojong meninggal pada tahun 1980, banyak yang merasa kehilangan. Banyak yang terkenang dengan sikap sederhana pendiri Kompas tersebut. Salah satunya yang  terkenang adalah Goenawan Mohamad, wartawan senior yang juga pendiri majalah Tempo, majalah berita politik terkemuka​ di Indonesia. Bahkan Goenawan sampai harus menulis tulisan khusus untuk mengenang PK Ojong. Kata Goenawan dalam tulisannya, PK Ojong tak pernah mengganti mesin tik yang dipakainya. Padahal redaksi lain sudah beberapa kali menggantinya dengan yang baru.

5. Pemimpin harus mencontohkan kesederhanaan

Ojong mengajarkan kesederhanaan [Image Source]
Buku lainnya yang mencatat penggalan kisah PK Ojong adalah buku ,” Kompas : Menulis dari Dalam,” terbitan Kompas. Buku ini ditulis keroyokan oleh orang dalam Kompas. Di salah tulisannya di buku itu, diceritakan tentang kisah kesederhanaan PK Ojong, sang pendiri Kompas. Kisahnya tentang baju lengan pendek berharga murah. Tas hitam yang tak pernah ganti. Dan sepatu yang bersahaja. Dan bingkai kacamata nya yang ketinggalan jaman. Padahal, dia adalah pemimpin perusahaan. Pemimpin koran besar.

6. Gadaikan rumah demi perusahaan

Ojong pernah gadaikan rumah untuk perusahaan [Image Source]
Demi kepentingan bersama, PK Ojong rela berkorban. Frans Seda, mantan menteri di era Soekarno yang juga ikut bantu berdirinya Kompas menceritakan, Kompas di awal-awal​ berdirinya​, sempat  kesulitan keuangan. PK Ojong yang kemudian menjaminkan rumah untuk kepentingan perusahaan.

7. Orang yang sangat setia kawan

Ojong sosok yang sangat setia kawan [Image Source]
Pergaulan PK Ojong sebagai wartawan cukup luas. Temannya datang dari berbagai kalangan. Tapi dia terkenal orang yang setia kawan. Dalam suka maupun duka. Ketika beberapa sahabatnya, seperti HR Darsono dan Mochtar Lubis di tahan penguasa Orde Baru, Ojong yang rajin menjenguk dan membawakan buku. Ojong percaya, pikiran tak bisa dipenjara.

Tak banyak sosok luar biasa yang seperti PK Ojong sekarang ini. Alih-alih menampakkan kesederhanaan, para bos atau CEO istilah kerennya, malah menyajikan pemandangan wah dari dirinya. Mulai dari gonta-ganti mobil sampai menenteng gadget-gadget seharga motor. PK Ojong, tak heran kalau sosok satu ini begitu berpengaruh sampai detik ini.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri Mulai dari Tikus hingga Lumpur, Inilah 4 Negara Miskin yang Konsumsi Makanan Seadanya Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Dulu Dianggap Naturalisasi Gagal Bersinar, Kini Nasib Van Beukering Malah Bikin Melongo
BACA JUGA