Nasib manusia memang telah mutlak menjadi hal milik Tuhan Sang Maha Pencipta. Jika belum saatnya ajal memberikan nyawa untuk dicabut, maka ia akan tetap selamat meski tengah tertimpa musibah seberat apapun. Kisah semacam ini bisa dilihat pada sosok Jumaidi. Salah satu penumpang selamat pada peristiwa jatuhnya pesawat Dimonim Air di Pegunungan Bintang, Papua.

Bocah berusia 12 tahun itu, menjadi satunya-satunya penumpang yang berhasil lolos dari maut saat kecelakaan terjadi. Dari sembilan penumpang yang ada, delapan orang dinyatakan tewas di tempat. Yang menarik, Jumaidi merupakan satu-satunya yang tersisa. Meski dinyatakan selamat dari kematian, perjuangannya untuk bertahan hidup sungguh sangat mengharukan.

Berhasil selamat meski terpental keluar

Selamat meski terpental keluar [sumber gambar]
Saat kejadian, Jumaidi langsung terpental keras dari kursinya. Sesaat setelah pesawat Caravan berjenis Pilatus Dimonim itu terjatuh dan menghujam bumi. Entah Mungkin karena posisinya yang lebih aman di bagian dalam pesawat, ia berhasil selamat meski disekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Delapan orang tewas seketika ditempat. Termasuk Jamali, ayah dari Jumaidi.

Bertahan hidup dengan kondisi patah tulang

Berhasil bertahan hidup [sumber gambar]
lebatnya hutan Papua, tak menyurutkan langkah Jumaidi untuk berusaha bertahan hidup. Akibat benturan keras saat terpental dari dalam pesawat, ia menderita patah tulang tangan bagian kanan dan giginya terlepas. Jumaidi pun bangkit tertatih-tatih mencari air minum di antara puing-puing pesawat yang berserakan. Sesekali, ia melihat mayat-mayat penumpang lainnya yang berada tak jauh dari dirinya.

Kemarin sore itu saya di luar, terlempar. Saya masuk lagi cari air minum, gigiku pindah,” ujarnya dalam sebuah rekaman video yang dilansir dari wow.tribunnews.com.

Keselamatan Jumaidi masih menjadi misteri

Keselamatan Jumaidi masih menjadi misteri [sumber gambar]
Jika dilihat dari kecelakaan yang terjadi, bisa dipastikan semua penumpang di dalamnya bakal tewas seketika. Namun, selamatnya seorang bocah 12 tahun bernama Jumaidi seolah mematahkan anggapan tersebut. Hingga kini, cara Jumaidi bisa lolos dari maut masih diselubungi misteri. Tak ada teori secara pasti, yang menggambarkan bagaimana ia bisa bertahan dari peristiwa nahas tersebut.

Belum diketahui bagaimana anak itu bisa selamat. Mungkin karena posisinya dia di pesawat terlindungi sesuatu pada saat kecelakaan terjadi yang menyebabkan dia selamat,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal yang dilansir dari liputan6.com.

Berhasil diselamatkan oleh aparat TNI dan Polri

Karena jatuhnya Dimonim Air berlokasi di medan yang cukup berbahaya, pihak kepolisian dan TNI yang dibantu warga sekitar memutuskan untuk melanjutan pencarian keesokan harinya. Akhirnya, aparat gabungan yang berjumlah sekitar 80 orang, berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Di sana pula, mereka juga sukses mengevakuasi Jumadi yang tergolek lemah. Berikut beberapa mayat yang ditemukan. Kondisi terjal di antara celah pegunungan, sempat menyulitkan tim penyelamat saat melakukan proses penyelamatan.

Jika Tuhan telah berkehendak, maut di depan mata pun bisa lenyap seketika jika ajal belum saatnya tiba. Seperti kisah Jumaidi di atas, dirinya yang berhasil loloas dari kecelaakaan horor itu, menimbulkan berbagai spekulasi. Antara hal teknis yang masih menjadi misteri, atau berkat kuasa dan keajaiban Sang Pemberi Hidup. Luar biasa ya Sahabat Boombastis!