Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, Barcelona lolos dengan mudah ke babak delapan besar Liga Champion. Hal ini semakin membuat tim Catalan ini menasbihkan diri sebagai klub yang selalu lolos babak 16 besar. Pada pertandingan tersebut Barcelona mampu kalahkan lawannya dengan margin tiga goal tanpa balas. Dua goal tim ini dilesatkan oleh bintang dunia Lionel Messi yang membuatnya mengukir 100 goal pada kompetisi itu.

Rekor luar biasa ini semakin membuatnya menjadi pemain hebat yang ada di bumi. Catatan sejarah terus dibuatnya menjadi bukti mengapa pria Argentina ini dijuluki sebagai alien (makhluk dunia lain). Namun, di balik kehebatan itu, Messi tetaplah orang biasa yang dalam mengukir prestasi ada pengorbanan. Jatuh bangun menjadi sarapannya dalam meniti karir, bahkan hampir saja tidak melanjutkan karirnya. Lalu seperti apakah kisahnya? Simak ulasannya berikut.

Messi kecil sempat dilarang bermain sepak bola oleh guru olahraga

Messi Kecil [Sumber Gambar]
Memiliki kelainan hormon membuat Lionel Messi kecil sudah merasakan pedihnya hidup. Saat itu pemain Barcelona ini harus ditolak guru olahraga lantaran tubuhnya terlalu kecil. Melansir pada laman Kompas, Messi mengatakan, “Pada masa kecilku, aku mengalami masa-masa sulit karena masalah hormon,”. Kelainan tubuh pria yang memenangi banyak gelar dunia bersama Barcelona tersebut sudah dialaminya sejak dirinya dilahirkan. Saat itu tubuhnya tidak mampu tumbuh layaknya anak se-usianya. Messi terlihat kecil seperti orang yang kekurangan gizi, namun di balik itu semua, bakat olah bola Lionel Messi bisa dikatakan luar biasa. Waktu dirinya kecil, pria ini benar-benar menakjubkan tidak ada anak sesusianya mampu menyaingi kemampuan olah bola kapten Barcelona tersebut.

Pernah ditolak banyak klub sepak bola lantaran tubuh kecilnya

Pelatih River Plate [Sumber Gambar]
Bakat pada tubuh Messi benar-benar ditenggelamkan oleh kelainan gen tersebut. Pernah suatu ketika saat usiannya tujuh tahun pria berperawakan berewok tersebut batal di kontrak salah satu klub top Liga, Argentina River Plate. Saat itu oleh dokter tim medis, bapak tiga anak ini divonis tubuhnya hanya akan mampu tumbuh 140 centimeter saja. Hal ini semakin menenggelamkan mimpinya menjadi tim besar, pasalnya setelah itu banyak tim yang meragukannya lantaran hal tersebut. Kisahnya semakin pelik tak kala Messi tidak dapat melakukan apa-apa terhadap kondisi tubuhnya yang berbeda itu. Mahalnya biaya dan kondisi ekonomi yang buruk menjadi alasan kenapa permasalahanya tidak dapat diselesaikan.

Kondisi keluarga Lionel Messi berada di bawah garis kemiskinan

Keluarga Messi [Sumber Gambar]
Saat itu mimpi besarnya semakin menjauh, bakat besarnya tertutup total oleh kelainan gen. Hidup di bawah garis kemiskinan membuatnya harus rela menerima hal tersebut. Bahkan Ayah dan Ibunya sudah menyerah dengan keadaan tersebut. Saat itu keluarga harus membayar 7 juta untuk sekali pengobatan. Kondisi ekonomi menjadi dinding besar yang sangat sulit sekali untuk ditembus. Bermain di lapangan kumuh kota Rosario menjadi pelipur lara untuk pemain yang pernah memenangkan terbaik dunia lima kali ini. Padahal menurut laman BBC, Messi akan menunjukan semua kelebihannya saat berada di atas lapangan hijau.

Mendapatkan hidayah Tuhan lewat Carlos Rexach Direktur Barcelona

Carlos Rexach [Sumber Gambar]
Berbakali-kali jatuh tidak membuatnya mundur dari dunia sepak bola. Ketekunan dalam olahraga ini, akhirnya berbuah hasil saat saudaranya mendaftarakan namanya untuk uji coba di Barcelona. Kemampuannya memang membuat Messi mampu tembus akademi klub asal Spanyol tersebut. Namun, tanpa Carlos Rexach jalanya akan kembali terhambat oleh kekurangannya tadi. Saat itu Barcelona mau menanggung semua biaya pengobatan pemain yang saat ini menjadi mega bintang. Hal tersebut membuatnya akhirnya bergabung dengan tim terksukses di negeri Spanyol itu. Dalam debutnya pada tahun 2000, Messi langsung unjuk kebolehan dengan melesat lima goal beruntun.

Kisah pria asal Rosario Argentina ini menjadi bukti nyata apabila sebuah keberhasilan tidak lahir dengan sendirinya. Diperlukan kerja keras untuk mencapai kejayaan. Dan bagaimana Lionel Messi menjaga konsistensinya adalah hal yang perlu ditiru. Selama 31 tahun pemain Barcelona ini selalu mampu ciptakan atau pecahkan sebuah rekor dalam sepak bola. Menjadi hal menarik apabila banyak pemain Indonesia yang mampu meniru perjuangan pemain yang dijuluki si-kutu tersebut.