Mungkin, tak banyak pria di dunia ini yang begitu telaten mencegah orang lain agar tidak bunuh diri selama ratusan kali. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang kakek yang bernama Don Ritchie yang berasal dari Australia. Dikutip dari laman gawker.com, dirinya selama 50 tahun telah menyelamatkan setidaknya 160 nyawa manusia yang akan hendak bunuh diri dari sebuah tebing di dekat kediamannya.

Ritchie sendiri tinggal di seberang jalan dari tempat bunuh diri paling terkenal di Australia- sebuah tebing yang dikenal sebagai “The Gap” alias celah , dan jadi favorit orang-orang ‘bermasalah’ untuk mengakhiri hidupnya. Kawasan itu sendiri dilindungi hanya oleh pagar kecil, satu meter dan memang dikenal akan reputasinya yang legendaris sebagai tempat bunuh diri sejak 1800-an.

Don Richie menjadi sosok penyelamat bagi mereka yang hendak bunuh diri [sumber gambar]
Ritchie yang pindah ke sebuah rumah di Old South Head Road pada tahun 1964, tepat di seberang jalan dari ujung selatan berdampingan dengan “celah” tersebut, setidaknya melihat ada orang seminggu sekali hendak bunuh diri di sana. Bagi orang lain, rumah yang ditinggali bersama istrinya itu merupakan tempat terburuk yang pernah ada. Namun, kakek kelahiran Vaucluse, Australia pada 9 Juni 1925 berpikir lain. Ia dan sang istrinya merasa hal tersebut adalah sebuah berkah, di mana dirinya banyak menolong orang lain dari tindakan bunuh diri.

Upaya yang ia lakukan untuk mencegah bunuh diri itu pun cukup sederhana. Setiap pagi, ia bangun kemudian melihat ke luar jendela. Melihat siapapun yang berdiri sendirian terlalu dekat dengan jurang. Jika sudah demikian, Ritchie berjalan mendekat dan memulai percakapan . Dengan ramah dan senyum hangat, ia terkadang mengundang mereka yang hendak bunuh diri singgah di rumahnya untuk minum teh.

Mantan anggota AL AS yang mendapat penghargaan atas jasa-jasa penyelamatannya [sumber gambar]
Bagi Ritchie, senyuman dan kalimat manis merupakan kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. hal ini dibuktikan dengan banyaknya jiwa manusia yang ia selamatkan dari tindakan bodoh seperti bunuh diri. Itulah yang diperlukan untuk menyadarkan seseorang dan Don selalu mengatakan untuk tidak meremehkan kekuatan senyum dan kalimat manis,” ucap putri Don, Sue Ritchie Bereny.

Sebagai mantan anggota Angkatan Laut Australia selama Perang Dunia II, Ritchie yang juga pernah bekerja sebagai salesman asuransi jiwa, dianugerahi Medal of the Order of Australia untuk usaha penyelamatan yang dilakukannya pada tahun 2006. Penghargaannya kembali bertambah di tahun 2010 berupa Local Hero Award for Australia dari National Australia Day Council yang disematkan pada dirinya. Sayang, pria baik hati tersebut harus berjuang melawan kanker yang akhirnya memutus perjalanan hidupnya di dunia. Ritchie meninggal pada bulan Mei 2012.

Sosok inspiratif yang meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker [sumber gambar]
BACA JUGA: Kebaikan-Kebaikan Besar FPI yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Seperti kisah di awal, rumah yang ditinggali oleh Ritchie mungkin tak menarik bagi banyak orang. Namun dari sanalah, ia akhirnya dikenang sebagai penyelamat ratusan nyawa manusia dari kesia-siaan karena bunuh diri. Mudah-mudahan ada banyak Don Ritchie lainnya di belahan dunia ini, termasuk Indonesia.