Rekam jejak perjuangan Indonesia di zaman penjajahan Belanda, banyak diwarnai oleh campur tangan negara asing di dalamnya. Mulai dari keterlibatan agen Amerika Serikat, CIA hingga konflik dengan negara rumpun Melayu (Malaysia dan Singapura), telah menjadi catatan bersejerah. Tak melulu negatif, kekuatan asing itu juga dinilai sangat berjasa pada Indonesia.

Salah satunya adalah seorang Pilot asal AS, Bob Freeberg. Tak hanya membantu Indonesia dalam menyediakan dukungan udara, Pria asal asal Parsons, Kansas, Amerika Serkat itu juga gugut demi membela kepentingan Tanah Air. Sosoknya bahkan dikenal mau memmbantu perjuangan Soekarno dan TNI pada masa itu. Bagaimana sepak terjangnya berjibaku bersama rakyat Indonesia? Simak ulasan berikut.

Pilot berpengalaman yang ahli dalam dunia penerbangan

Berpengalaman sebagai mantan Pilot Angkatan Laut AS [sumber gambar]
Pria bernama lengkap Bobby Earl Freeberg itu, adalah seorang mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang berpengalaman. Dilansir dari liputan6.com, ia hampir sendirian menerbangkan pesawat C-47 Dakota menempuh perjalanan 14-15 jam menuju Indonesia. Seperti dikutip dari buku Shared Hopes, Separate Fears: Fifty Years of U.S.-Indonesian Relations karya Paul F Gardner, ia hanya menggunakan Sebuah peta navigasi besar menjadi penunjuk arah, di mana ulau Jawa hanya tergambar sepanjang 10 sentimeter.

Bantu Indonesia menembus ketatnya blokade Belanda

Bob bantu perjuangan RI lewat udara [sumber gambar]
Pada masa penjajahan Belanda, Bob yang kala itu menerbangkan C-47 untuk sebuah perusahaan di Filipina, CALI, memutuskan untuk membeli Douglas DC-3 untuk diterbangkan demi kepentingan Republik dengan kode pesawat R-002. Dilansir dari liputan6.com, Bob yang telah dikontrak Pemerintah RI, bertugas mengemudikan pesawat pada malam hari. Ia kerap terbang mengirimkan perbekalan medis dari Palang Merah Amerika Serikat dan kargo lainnya. Berkat jasa Bob inilah, perjuangan Indonesia sedikit terbantu.

Berjasa besar pada Sukarno dan TNI

Bantu perjuangan TNI AU dan Sukarno melawan penjajahan Belanda [sumber gambar]
Tak hanya mengantar logistik dan kebutuhan medis di tengah peperangan, Bob juga berjasa besar pada operasi militer TNI dan Sukarno. Dilansir dari liputan6.com, Dirinyalah yang menerjunkan pasukan AURI pada 17 Oktober 1947 untuk menembus blokade Belanda. Karena pesawat Bob merupakan satu-satunya yang bolak-balik masuk dan keluar Indonesia, ia kerap membawa perwakilan RI bertemu delegasi PBB. Ia juga menjadi pilot bagi Sukarno saat berkeliling Sumatera. Pada masa itu, sang presiden berhasil mengumpulkan 20 kg emas sumbangan rakyat Aceh demi kepentingan Indonesia. hasilnya kemudian dibelikan pesawat Dakota yang diberi nama Seulawah atau gunung emas dengan kode registrasi RI-001.

Simpati yang tinggi pada perjuangan Indonesia melawan penjajahan

Sumbangan emas masyarakat Aceh pada Indonesia [sumber gambar]
Sejatinya, Bob merupakan seorang pilot bayaran yang hanya bekerja demi uang semata. Dilansir dari liputan6.com, niatnya tiba-tiba berubah saat melihat perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda. Anak-anak yang telanjang tanpa pakaian, kelaparan, miskin, kegigihan rakyat yang berjuang meski hanya dengan bambu runcing, adalah sebuah realita yang akhirnya menggerakkan hati Bob untuk bersimpati.Ia bahkan rela terbang meski cuaca sedang buruk. Semua demi Indonesia dan perjuangannya. Sayang, kejadian nahas di misi berikutnya harus menghentikan langkah Bob untuk selama-lamanya.

Penerbangan maut yang membuat dirinya hilang secara misterius

Ilustrasi penerbangan terakhir Bob Freeberg [sumber gambar]
Bob yang saat itu mengemudikan pesawat kargo Douglas DC-3, dijadwalkan lepas landas dari Yogyakarta pada 29 September 1948 di pagi hari. Dilansir dari liputan6.com, ia mengangkut lima awak kabin, satu penumpang, perbekalan medis, dan 20 kilogram emas yang diambil dari Cikotok, Banten, untuk ditukar dengan pesawat baru di India. Nahas, pesawat berkode RI-002 itu hilang tanpa jejak sesaat setelah mengudara. Ada banyak spekulasi yang mengirini kisah tragis itu. Dilansir dari liputan6.com, Memo dari Kedubes AS di Bangkok bertanggal 13 Januari 1949 menyebut, Bob dilaporkan ditahan di penjara Tanjang (mungkin Tanjung) Pinang dekat Palembang dan telah dipindah ke Batavia. Namun pada 1973, dua petani menemukan puing pesawat di hutan terpencil, namun jaad sang pilot tak juga ditemukan. Berikut emas sebanyak 20 Kg, ikut raib tak berbekas. Di mana keberadaan Bob? Hanya Tuhan yang tahu.

Meski hingga kini jejaknya masih menyisakan misteri, perjuangan Bob di atas tetap akan terus dikenang sebagai aksi kepahlawanan. Tak peduli meski dirinya bukan orang Indonesia. Kisah Bob Freeberg di atas, merupakan sebuah bentuk nyata tentang arti sebuah pengorbanan besar yang patut diteladani oleh generasi penerus saat ini.