5 Fakta Peristiwa Bocornya Kilang Minyak BP yang Pernah Menjadi Petaka Bagi Dunia

oleh Tetalogi
14:00 PM on Apr 19, 2016

6 tahun lalu, terjadi bencana ekosistem akibat meledaknya sebuah kilang minyak di Teluk Meksiko. Ledakan kilang minyak pada 20 April 2010 tersebut menumpahkan berjuta-juta barel minyak ke lautan dan mengancam nyawa jutaan makhluk hidup.

Jangan dikira 6 tahun adalah waktu yang cukup lama sehingga alam sudah bersih kembali. Karena kenyataannya kerusakan dan dampak akibat kebocoran minyak tersebut belum benar-benar hilang.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

1. Bencana Akibat Ledakan Kilang Minyak di Teluk Meksiko

Pada 20 April 2010, kilang minyak di teluk Meksiko yang dijalankan oleh perusahaan BP meledak dan tenggelam. Sebanyak 11 orang hilang dalam kejadian tersebut dan tidak pernah ditemukan lagi. Sementara itu sumur minyak di dasar laut meluap keluar sampai 87 hari lamanya akibat ledakan tersebut.

Meledaknya kilang minyak BP [Image Source]
Meledaknya kilang minyak BP [Image Source]
87 hari bukanlah waktu yang sebentar, karena selama itu pula setidaknya sebanyak 4,9 juta barrel minyak telah tumpah di lautan. Aliran minyaknya mengalir hingga ke pantai di setiap negara bagian di teluk Meksiko. Setelah beberapa kali gagal menampung aliran minyak, sumur minyak tersebut akhirnya dinyatakan disegel pada 19 September 2010. Tapi laporan pada awal 2012 menyatakan bahwa lokasi sumur tersebut tersebut masih mengeluarkan minyak ke lautan.

2. Dampak Mengerikan dari Jutaan Barel Tumpahan Minyak

Akibat minyak yang tumpah berbulan-bulan lamanya kerusakan besar habitat liar, kehidupan laut, bahkan industri pemancingan dan turis tidak bisa dihindari. Di Louisiana saja, 4,6 juta ponds material minyak berhasil dikumpulkan dari pantai pada tahun 2013, tiga tahun setelah kejadian. Tumpahan minyak juga ditemukan bercampur dengan pasir di daerah Florida.

Burung mati akibat tertutup minyak [Image Source]
Burung mati akibat tertutup minyak [Image Source]
Pada 2 November 2010, ditemukan 6.814 binatang yang mati akibat bencana ini. Termasuk diantaranya 6.104 burung, 609 penyu laut, 100 lumba-lumba, dan mamalia lainnya. Bahkan sampai tahun 2013 masih ditemukan binatang-binatang yang mati dengan jumlah bayi lumba-lumba yang mati 6 kali lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, angka binatang-binatang yang mengalami mutasi juga semakin banyak. 50 persen udang yang ditemukan tidak memiliki mata atau rongga mata. Ikan-ikan di teluk Meksiko juga memiliki luka bernanah atau kerusakan tubuh lainnya. Semua kelainan ini dihubungkan dengan tingginya zat kimia di laut akibat tumpahan minyak tersebut.

3. Usaha Membersihkan Tumpahan Minyak

Usaha membersihkan tumpahan minyak segera digelar. Sebanyak 47 ribu orang dan 7 ribu perahu terlibat dalam upaya ini. Namun hanya 25% minyak yang tumpah berhasil dikumpulkan dan dibersihkan, sementara 75% sisanya tetap berada di lingkungan dalam bentuk yang berbeda

Membersihkan minyak di sepanjang pantai [Image Source]
Membersihkan minyak di sepanjang pantai [Image Source]

15 April 2014 lalu, BP mengaku bahwa pembersihan di sepanjang pantai telah selesai, tapi penjaga pantai Amerika mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Beberapa langkah terus dilakukan untuk mencegah penyebaran minyak semakin jauh.

Beberapa langkah diambil seperti membuat pembatas, menggunakan bahan penyerap untuk menyerap minyak, menggunakan mesin yang bisa memisahkan minyak dan air, hingga memanfaatkan mikroba pemakan minyak. Metode tersebut tidak benar-benar membersihkan semua minyak yang ada, tapi setidaknya mencegah kerusakan yang semkain parah di dasar laut. Pemerintah Lousiana juga rutin melakukan pengujian pada ikan, kerang, air dan pasir untuk mendeteksi apakah masih ada minyak dan bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan tumpahan tersebut.

4. Pekerja yang Membersihkan Minyak Juga Terkena Dampaknya

Bukan cuma ekosistem laut yang harus menerima dampaknya. Survey tahun 2012 pada pekerja yang membersihkan tumpahan minyak melaporkan berbagai masalah kesehatan. Masalah yang ditemukan antara lain iritasi mata, hidung dan tenggorokan; masalah pernapasan; pendarahan di air seni, muntah, dan dubur; kejang; mual; muntah yang berlangsung hingga beberapa jam; iritasi kulit termasuk terbakar dan luka; hilang ingatan jangka pendek; kerusakan hati dan ginjal; hipertensi; kerusakan syaraf; hingga keguguran.

Pekerja membawa gumpalan minyak [Image Source]
Pekerja membawa gumpalan minyak [Image Source]
Bukan cuma para pekerja yang langsung terpapar minyak saja yang terpengaruh, tapi juga beberapa orang yang tinggal kurang dari 10 mil dari pantai yang terkontaminasi. Anak-anak mengalami gejala yang tidak bisa dijelaskan seperti telinga berdarah, mimisan, serta menstruasi pada anak-anak yang muncul lebih awal.

5. Sisa Dampaknya Masih Ada Hingga Kini

Jika dilihat dari udara, Teluk Meksiko kini memang sudah terlihat bersih, hijau, dan utuh kembali. Suatu pemandangan menakjubkan yang mengatakan bahwa alam telah seimbang kembali. Tapi dibalik itu, masih ada masalah yang tersisa dan tak terlihat jika hanya dipandang dari udara saja.

Tumpahan minyak di teluk meksiko [Image Source]
Tumpahan minyak di teluk Meksiko April 2010 lalu [Image Source]
Bercak-bercak minyak masih ditemukan di dasar laut, gumpalan-gumpalan materi berbau minyak masih tersembunyi di rawa-rawa, angka kematian lumba-lumba mencapai lebih dari tiga kali lipat, sarang penyu laut rusak, ikan-ikan mengalami kecacatan, dan karang-karang juga mengalami masalah.

Saat ini, Teluk Meksiko memang telah terlihat lebih baik dari tahun 2010 saat terjadi tumpahan minyak. Namun, apakah bisa kembali menjadi seperti saat belum terjadi kebocoran minyak? Itulah yang masih belum diketahui. Tentu teluk Meksiko tidak sesehat sebelumnya, tapi alam mampu memperbaiki dirinya sendiri.

Bencana mengerikan tersebut menunjukkan betapa kadang manuisa adalah sumber kerusakan alam itu sendiri. Kadang kita lupa bahwa manusialah yang membutuhkan alam, sementara alam sebenarnya bisa tetap bertahan tanpa manusia. Lalu kenapa manusia masih saja terus merusak alam?

 

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Palestina dan Israel, Ibarat Semut Lawan Gajah Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri Mulai dari Tikus hingga Lumpur, Inilah 4 Negara Miskin yang Konsumsi Makanan Seadanya Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA