Kisah Inspiratif: Tentunya kita bertanya-tanya kenapa penyakit seganas kanker harus ada di dunia ini dan menghancurkan hidup banyak orang. Siapapun yang menderita penyakit ini bisa dipastikan takkan memiliki jangka hidup yang lama, kecuali atas keajaiban Tuhan. Tidak heran jika banyak orang yang mengalami depresi dan kesedihan luar biasa hingga ajal menjemput.

Namun hal ini jelas tidak berlaku untuk Esther Earl, yang telah divonis kanker sejak usia 12 tahun. Di usia yang begitu muda, dia telah mendapati kenyataan pahit bahwa dirinya menderiuta kanker thyroid yang akan membuat hidupnya takkan bertahan lama. Padahal, di usia seperti itu masih banyak harapan dan berbagai kesenangan hidup yang pastinya ingin dia coba.

Penderita kankerEsther sendiri memang bukan anak sembarangan. Tuhan memberikannya anugerah otak yang luar biasa, dan berbagai bakat yang membuatnya bisa melakukan dan mempelajari apapun dengan mudah. Namun satu hal yang membuat banyak orang terkesan adalah semangatnya untuk tetap menjalani hidup.

Artikel Lainnya
Ajaib! Tak Banyak Menyentuh Bola Kesebelasan Ini Sukses Menjadi Juara
Minum Air Zamzam dengan Bangga, Asli Atau Palsu Tuh?
keluarga kanker
orang tua pasien kanker

Tak hanya selalu antusias menghadapi hidup, dia juga tak pernah menyia-nyiakan waktunya. Sepanjang usianya, dia aktif menulis berbagai esai, cerita fiksi, hingga membuat berbagai sketsa gambar yang sangat menghibur. Semua karyanya selalu mendapat sambutan dari teman, keluarga dan banyak orang di sekitarnya.

Namun pada akhirnya, perjuangan Esther harus berakhir juga. Setelah sekian lama bertahan hidup dengan pengobatan dan alat-atas medis, akhirnya dia terpaksa menyerah melawan penyakit yang semakin lama semakin menggerogotinya. Dia pun meninggal dunia dengan tenang pada tahun 2010, tak lama setelah dia merayakan ulang tahun ke-16.

Namun hingga kapanpun, dia memang tetap menginspirasi. Setelah kematiannya, orang-orang dekat Esther ingin membuat semua yang dikerjakannya berarti. Mereka pun mengumpulkan berbagai karya yang pernah dibuat mendiang, dan menerbitkannya dalam bentuk buku berjudul ‘This Star Won’t Go Out’. Selamat jalan, Esther.

Baca Juga: Keajaiban Untuk Seorang Penderita Kanker