Selama ini hampir sebagian besar manusia yang ada diplanet bumi ini mengandalkan mesin pencari besutan google untuk mencari sesuatu yang belum mereka ketahui. Mulai dari menu masakan bahkan sampai ramalan cuaca mengandalkan google.

Masih ingatkan hasil pencarian google beberapa tahun silam, bila kita kita ingin mencari kebaikan SBY maka akan direkomendasikan oleh google untuk mengklik keburukan SBY karena tidak menemukan kebaikannya.

Kini google melakukan kesalahan lagi. Tapi tidak ada sangkut pautnya dengan Indonesia namun masih dengan topik yang sama yaitu presiden suatu negara yaitu negara India.

Artikel Lainnya
10 Meme Akal-akalan Kocak Binatang Kurban Agar Nggak Disembeli Ini Bikin Terpingkal
Reza Mangar, Bocah yang juga Panjat Tiang Bendera tapi Nasibnya Tak Semujur Joni

Coba ketik keyword “whoi is the president of india” maka jawabannya yang direkomendasikan google bukan presiden India yang sebenarnya. Jika Anda bukan orang India atau sebelumnya tidak tau siapa presiden india, maka pasti akan mengira bahwa informasi yang diberikan google ini adalah benar.presiden-india

RITI Pathak adalah politisi dari Sidhi, Madhya Pradesh dan anggota partai Bhartiya Janata. Yang benar adalah calon presiden dan bukan presiden terpilihnya.

Hal ini ramai diperbincangkan di forum-forum SEO dunia. Salah satunya adalah digital inspiration. Komentar miring pun banyak dialamatkan ke google. Tidak sedikit yang komentar “Google ingin mengubah sejarah” dan mengelompokkan tindakan ini kedalam teori konspirasi.

Presiden India yang sebenarnya adalah Pranab Mukherjee. Sangat jauh dengan hasil rekomendasi google yaitu seorang perempuan, sedangkan presiden aslinya adalah laki-lakipranab-mukherjee-presiden-india

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah India terkait hasil query yang salah ini. Sebagian besar orang menyalahkan google dan meminta agar segera memperbaikinya. Namun sampai tulisan ini dibuat, belum diperbaiki dan masih menghasilkan query yang sama.

Akankah Google memperbaikinya sebagaimana google memperbaiki query tentang “Kebaikan SBY?” Kita tunggu saja.