Hobi tanaman hias bisa dibilang tidak ada matinya. Pecinta tanaman hias saat di tengah pandemi ini saja, sangat banyak di Indonesia dan dari berbagai kalangan. Mulai dari tua, muda, pria, wanita, tak memandang status dan usia, hobi ini tak termakan waktu. Jadi wajar banyak tanaman yang sampai dihargai sangat mahal, hingga jutaan rupiah, misalnya saja Janda Bolong.

Nah, bicara soal tanaman hias ternyata beberapa waktu yang lalu di Malaysia juga demam hal serupa. Nah, tanaman yang sering kita lihat di sawah atau kali, ternyata di sana bisa laku hingga puluhan juta. Alhasil banyak orang yang berebut mencari tanaman ini. Lalu tanaman apakah yang dimaksud itu? Simak ulasan berikut.

Di Malaysia Keladi jadi primadona harga puluhan juta

Adanya pandemi ini membuat orang banyak orang harus melakukan aktivitasnya di dalam rumah. Alhasil, orang-orang yang mulai menekuni hobi yang tadinya jarang dilakukan karena tidak ada waktu. Salah satunya adalah hobi merawat tanaman hias. Nah, yang lagi viral adalah Keladi di negeri jiran harganya melonjak drastis.

Deman Keladi di Malaysia [sumber gambar]
Dilansir dari laman CNBC Indonesia, tanaman ini awalnya harganya hanya 20 ringgit (sekitar Rp 69.000) saja. Namun setelah dilakukan pembatasan sosial, lama kelamaan harganya jadi naik bahkan sampai menyentuh angka 6.000 ringgit (Rp 21.000.000). Akhirnya banyak orang yang berbondong-bondong mencari tanaman ini entah beli atau pergi ke sungat dan hutan.

Kebosanan membuat banyak orang memilih tanaman

Sejatinya semua itu tak terlepas dari rasa bosan orang-orang di sana ketika terus berada di rumah. Dilansir dari laman CNBC Indonesia, mereka yang sudah jenuh akhirnya memikirkan segala cara agar rumahnya kelihatan lebih hidup, salah satunya dengan memberi tanaman hias.

Kuping gajah juga lagi viral [sumber gambar]
Selain Keladi ternyata kuping gajah juga sedang naik pamor di negeri jiran sana. Apalagi dengan adanya media sosial ini semakin mempercepat trend tanaman hias ke masyarakat. Jadi wajar kalau harganya bisa sangat naik karena banyak orang yang ikut-ikutan sehingga stock tanaman ini jadi tinggal sedikit.

Di Indonesia juga mulai demam serupa

Tidak hanya di Malaysia, demam Keladi ini ternyata juga melanda di Indonesia. Bagaimana tidak pasalnya harga tanaman ini di toko online ada yang memasarkan hingga angka Rp 3 juta. Dilansir dari laman Tribunnews, banyak orang yang akhirnya memburu tanaman ini karena tahu harganya yang lumayan fantastis.

Ibu-ibu cabut keladi di makam [sumber gambar]
Bahkan, tak jarang yang datang ke kali atau desa hanya untuk mencari keladi. Namun tentu tak mudah, pasalnya keladi liar kadang berukuran lumayan besar sehingga agak repot untuk membawanya. Namun apakah tanaman yang mereka petik itu benar-benar laku dengan harga yang lumaya tinggi seperti yang sedang viral? Hanya ahli tanaman hias yang bisa memastikan.

Semua bermula dari unggahan tiktok, akhirnya viral

Sebenarnya kejadian di Indonesia ini semua berasal dari unggahan di tiktok. Salah satu konten Tiktok mengatakan, kalau keladi kini bisa laku dengan harga jutaan rupiah. Alhasil netizen yang percaya akan hal itu ikut-ikutan mencarinya. Setelah mereka mendapatkannya, tanaman itu akan dijual kembali ke toko online.

Gara-gara tiktok [sumber gambar]
Namun masalahnya ada atau tidaknya pembeli dari tanaman keladi ini. Ya, meskipun banyak yang pasang harga lumayan tinggi pada keladi, tapi kalau tidak ada yang membelinya maka hal itu sia-sia. Belum lagi pandemi memukul perekonomian banyak orang, sehingga konsumen pasti pikir-pikir untuk membeli makan daripada tanaman hias. Pasalnya banyak yang menjual keladi ini dengan harganya yang murah pula tak sampai angka seratus ribu rupiah. Kalau bukan ahli tanaman hias, susah untuk menentukan.

BACA JUGA: Isinya Daun Doang, tapi 5 Tanaman Hias Ini Harganya Bisa Mencapai Jutaan Rupiah!

Tak ada yang salah dengan hobi tanaman hias, karena memang banyak manfaatnya. Namun yang jadi masalah adalah kalau kita hanya ikut-ikutan saja tanpa bertanggung jawab pada tanaman dengan tidak merawat. Ya, pas awal disayang-sayang, namun kalau sudah bosan dibuang. Tanaman sekalipun adalah mahluk Tuhan, sudah sepantasnya kita berlaku adil.