Sebelumnya, mungkin sosok Andi Narogong masih terdengar asing di telinga masyarakat. Namun, baru-baru ini namanya bisa berdiri di puncak Google, hal itu disebabkan keterkaitannya dengan kasus E-KTP. Andi Narogong sendiri disebut-sebut sebagai pelaku utama yang membuat negara menderita kerugian hingga 2,3 triliun rupiah. Sebelumnya, Andi dikenal sebagai pengusaha konveksi. Ia sama sekali tidak berkecimpung di dunia politik, dan bukan kader partai politik manapun.

Keikutsertaan Andi dalam proyek e-KTP bermula saat pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Diah Anggaini. Setelahnya, Andi diarahkan untuk bertemu pimpinan dan anggota Komisi II DPR. Setelah menjadi pengendali proyek e-KTP, Andi berperan penting dalam meloloskan anggaran Rp. 5,9 triliun. Ia juga membagikan uang pada sejumlah pemimpin dan anggota Komisi DPR II dan Badan Anggaran demi mendapat persetujuan nilai anggaran. Tampaknya, usaha nakal Andi bisa dibilang sukses besar. Hasil dari korupsi e-KTP, Andi bisa memiliki kemewahan dan kekayaan yang super edan ini.

Memiliki 18 aset bernilai miliaran rupiah

Terdakwa Andi [image source]
Pengusaha kelahiran Bogor, Jawa Barat, 24 Agustus 1973 tersebut berasal dari keluarga sederhana. Bahkan, Andi tidak menyelesaikan pendidikan SMA. Berbanding terbalik di kehidupannya saat ini, kekayaan yang dimilikinya memang terbilang tak wajar. Akhirnya, istri kedua Andi, Inayah membenarkan tudingan jaksa penuntut umum KPK bahwa suaminya memiliki belasan aset bernilai miliaran rupiah. Menurut Inayah, aset yang diduga kuat memiliki keterkaiatan dengan e-KTP tersebut diatasnamakan dirinya, ibu dan juga adik kandungnya. Setidaknya, ada 18 aset tanah dan bangunan yang dimiliki Andi.

Punya banyak sekali perusahaan

Andi Narogong [image source]
Sejak kecil, Andi aktif membantu orangtua berjualan alat-alat listrik. Dari sana juga bakatnya sebagai pengusaha terasah. Memang, pada awalnya Andi aktif dengan bisnis konveksi. Namun, seolah tak puas dengan hasilnya, Andi pun ambil peran dalam kasus e-KTP. Hasil dari usaha melenceng tersebut rupanya membuahkan hasil yang mengagumkan. Inayah juga terang-terangan mengakui jika suaminya memiliki beberapa perusahaan di bidang garmen, SPBE pengisian gas elpiji, dan karoseri. Adapun beberapa perusahaan tersebut bernama, PT Cahaya Wijaya Kusuma, PT Lautan Makmur Perkasa, PT Aditama Mitra kencana dan PT Armor Mobilindo.

Banyak perusahaan milik istri

istri Andi berstatus sebagai saksi [image source]
Bukan hanya membangun perusahaan atas nama pribadi, Andi juga tak segan membuat perusahaan untuk sang istri. Terbukti, banyak sekali perusahaan atas nama Inayah di Indonesia. Istri kedua Andi tersebut juga tidak membantah dengan tudingan tersebut. Bahkan, Inayah juga mengakui jika perusahaan seperti PT Prasetya Putra Inayah‎, serta Inayah Properti Indonesia dan  PT Selaras Clorin Pratama adalah miliknya. Inayah sama sekali tak menampik, jika kekayaan yang dinikmatinya berkat kebaikan suaminya kerap memberikan banyak uang.

Dua mobil super mewah

Mobil Andi yang disita [image source]
Memiliki belasan aset dan rumah mewah, tentu saja belum lengkap rasanya jika tidak memiliki kendaraan yang luar biasa mewah. Ya, Andi juga memiliki dua mobil mahal yaitu Toyota Vellfire dan land Rover. Diketahui kedua mobil tersebut juga berharga nyaris 1 M. Namun, setelah terkuaknya kasus yang melibatkan Andi dalam kasus e-KTP, penyidik akhirnya menyita dua mobil mewah tersebut.

Istri membeli rumah 85 miliar di Menteng

Inayah istri siri Andi [image source]
Kekayaan milik Andi Narogong memang seolah tak ada habisnya. Masih dari keterangan sang istri siri, ia pernah membeli rumah milik Antarini Malik seharga Rp. 85 miliar. Pembelian yang dilakukan dalam rentang waktu 2012 sampai 2013 tersebut juga tidak menggunakan Andi ataupun Inayah, melainkan atas nama Hidayah yang merupakan ibu dari Inayah. Menurut Inayah, nama ibunya dipinjam untuk menghindari pajak progresif.

Melihat perkembangan kekayaan Andi yang begitu pesat, memang membuat banyak pihak mengerutkan kening. Sebagai seorang yang tak lulus SMA, kecerdikannya memang patut diacungi jempol, sayang tak digunakan di jalan yang benar. Semoga setelah tertangkapnya Andi, akan banyak lagi para koruptor lain yang menyusul.