Ketika menonton sebuah film yang bagus, kita akan membayangkan betapa sulitnya membuat kumpulan adegan-adegan tersebut. Atau mungkin kita akan bertanya-tanya soal teknologi canggih apa yang dipakai dalam pembuatannya. Di film yang rata-rata berdurasi dua jam, dibutuhkan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk merekam gambar yang sempurna.

Berikut ini Boombastis akan membahas cerita mengerikan di balik pembuatan film. Film-film berikut ini ternyata memiliki beberapa kisah mematikan di baliknya. Siapkan diri Anda untuk beberapa informasi yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Baca Juga :10 Film Termahal Sepanjang Masa, Favoritmu Yang Mana?

Artikel Lainnya
Mengenal Pria Belanda yang jadi Penyebab Indonesia Dijajah Hingga Ratusan Tahun
4 Fakta Video Pria ‘Bangkit dari Kubur’ yang Sempat Bikin Geger Warga Pontianak

1. Seorang Aktor Harus Memakan Gurita Hidup-Hidup

Dalam pembuatan film Old Boy, aktor Cho Min-sik memerankan karakter pria urakan yang sadis. Banyak kritikus film yang memuji akting Min-sik dalam film ini. Pujian itu tidak diraih aktor tampan itu dengan mudah. Dia melakukan sesuatu yang sangat ekstrim dalam film produksi Korea tersebut.

Min-sik harus memakan seekor gurita hidup-hidup dalam sebuah adegan. Memang, orang Korea memiliki masakan khas yang terbuat dari gurita hidup. Namun, yang biasa dimakan adalah gurita dalam ukuran kecil. Min-sik mengambil tantangan sutradara filmnya dan memberanikan diri memakan seekor gurita yang cukup besar dalam keadaan hidup.

Selanjutnya : 2. Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan 1 Aktor dan 2 Anak

2. Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan 1 Aktor dan 2 Anak

Twilight Zone adalah film serial yang ditayangkan di televisi Amerika. Ini adalah salah satu serial yang paling digemari di negeri Paman Sam tersebut. Serial ini berjaya dalam rentang waktu yang cukup panjang, namun tetap saja ada sebuah catatan hitam di dalamnya.

Dalam sebuah episode, Vic Morrow sedang dalam adegan peperangan. Dalam adegan itu dia tengah menggendong dua anak berkebangsaan Filipina. Sayangnya, pilot helikopter dalam film itu melakukan kesalahan, sehingga helikopter yang dia kendalikan jatuh dan menimpa tubuh sang aktor. Vic dan satu anak tewas terkena baling-baling helikopter. Sementara satu anak lainnya tertindih badan helikopter di bawah set perairan.

Selanjutnya : 3. Anjing Dibayar Lebih Mahal dari Manusia

3. Anjing Dibayar Lebih Mahal dari Manusia

Film The Wizard of Oz adalah karya klasik yang dikenang banyak orang. Film fantasi ini dirilis pada tahun 1939 dan menjadi salah satu film bersejarah. Dalam film ini kita bisa melihat banyak karakter unik dengan tarian dan nyanyian yang luar biasa.

Salah satu tokoh yang menjadi pusat perhatian adalah The Munchkins. Mereka adalah sekelompok peri berbadan mungil yang sangat gemar menari. Sayangnya, para pemeran Munchkins ini hanya dibayar $50 per minggunya. Sementara seekor anjing yang turut berperan di film itu diberi imbalan sebesar $120 per minggunya.

4. Aktor Terkena AIDS Pasca Syuting Film

Kevin Peter adalah aktor yang sangat terkenal di Amerika. Dia memerankan banyak peran monster untuk film layar lebar dan serial TV. Dia paling dikenal dalam perannya menjadi Harry the Bigfoot. Ketika memerankan tokoh fenomenal itu, Kevin mengalami kecelakaan lalu lintas yang serius.

Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan harus mendapatkan transfusi darah. Namun, sayang sekali darah yang digunakan ternyata terkena virus AIDS. Akhirnya Peter meninggal pada tahun 1991 setelah terkena peneumonia.

5. Kru Film dan Aktor Terkena Kanker karena Lokasi Syuting yang Berbahaya

Film Stalker adalah sebuah film science-fiction yang rumit dan sulit dimengerti. Film ini diadaptasi dari sebuah buku berjudu A Roadside Picnic. Film asal Rusia ini mengamil lokasi syuting di tempat dimana radiasi racunnya sangat tinggi. Tempat tersebut sebenarnya sudah ditutup dan tidak boleh ditempati oleh manusia.

https://www.youtube.com/watch?v=JcevEw1vczQ&feature=player_embedded

Namun sang sutradara dan produser tampaknya tidak peduli akan hal ini. Mereka memaksa untuk mengambil gambar di lokasi yang mereka inginkan. Ternyata dampak dari racun di daerah itu sangat besar. Hampir semua kru dalam film itu terkena kanker. Setidaknya, tiga orang meninggal karena kanker tersebut. Dan parahnya lagi, film yang sudah berhasil mereka rekam rusak karena sebuah kecelakaan. Dan para kru kembali lagi ke lokasi berbahaya itu untuk melakukan syuting ulang.

Film adalah salah satu usaha kita untuk menghibur diri dan mendapatkan ketenangan. Namun ternyata, usaha untuk memberikan hiburan itu tidaklah mudah. Banyak pengorbanan yang dilakukan pembuat film untuk membuat karyanya menjadi sempurna.

Semoga ke depannya para pembuat film lebih bijak dan hati-hati dalam berkarya. Karena jika sudah membahayakan nyawa orang lain, tentu saja ada konsekuensi hukum yang harus dijalani (HLH).