Kedatangan Raja Salman ke Indonesia memang masih jadi sensasi yang nggak ada matinya. Terlebih, sosok nomor satu dari Arab tersebut membawa serta 25 pangeran yang ketampanan dan kekayaannya sulit dijabarkan dengan kata-kata. Baru-baru ini, beberapa meme pun dibuat para netizen jail di berbagai sosial media.

Beberapa meme dan sindiran tersebut merujuk pada perbandingan para pangeran Arab dan juga anak-anak Pak Jokowi. Para pangeran Arab memang bisa dibilang kaya raya dan sukses, namun Gibran Rakabuming Raka juga nggak kalah hebat. Berikut ini adalah komparasi antara Gibran Rakabuming dengan pangeran Arab, nggak kalah cetar kok.

Sama-sama lulusan luar negeri

Beberapa pangeran Arab memang dikenal dengan kecerdasannya, terlebih pangeran Fahad Al-Saud yang lulusan Stanford University yang sempat bekerja di Facebook pada tahun 2008. Jabatannya saat itu adalah Analyst and Head of User Operation Arabic. Namun, pangeran satu ini hanya menghabiskan dua tahun bekerja pada perusahaan media sosial terbesar tersebut. Ia memutuskan mengundurkan diri dan memutuskan berbisnis industry teknologi.

Keduanya ganteng, khas Arab dan Jawa [image source]
Untuk urusan pendidikan, Gibran juga nggak kalah nih. Sebenarnya, sejak belum jadi presiden, Pak Jokowi selalu berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi putranya. Terlebih, Gibran sosok yang mandiri dan cerdas. Jadilah sejak SMP, Gibran bersekolah di Singapura. Pura bungsu Jokowi ini juga tamatan University of Technology Insearch, Sydney, Australia.

Pribadi yang Kuat dan Mandiri

Sosok Pangeran Fahad Al-Saud memang dikenal sebagai pribadi yang rela meninggalkan kemewahan demi impian. Gayanya selama ini juga bersahaja, seperti laki-laki pada umumnya yang suka pada style. Sebelum jadi pengusaha, ia juga merupakan seorang karyawan di perusahaan media, tanpa campur tangan keluarga kerajaan. Hingga akhirnya pangeran satu ini dikenal sebagai pengusaha teknologi yang sukses dan kaya raya.

Cerminan Gibran Pengusaha Sejati dan Pangeran Fahad yang meninggalkan kemewahan [image source]
Demikian dengan sosok hebat Gibran, mungkin bisa dilihat dari kepribadiannya selama ini yang juga mandiri. Seperti kita ketahui, Gibran merupakan putra dari orang nomor satu di Indonesia. Namun dia tidak pernah menggunakan alasan itu untuk bermewah-mewah. Bahkan, ia memulai usahanya dengan hasil keringat sendiri dengan membuka bisnis kuliner. Padahal saat itu, Jokowi juga menawarkan anak sulungnya untuk meneruskan usaha mebel yang memang sudah lama digeluti Jokowi. Tapi toh, Gibran tetap keukeuh dengan pendiriannya, dan terbukti, usaha kulinernya berkembang dan saat ini sudah memiliki banyak cabang di luar kota.

Berbakat dan Pantang Menyerah

Satu nama pangeran yang begitu populer karena ketampanan dan bakatnya, yaitu Pangeran Mutaib. Sosok satu ini dikenal sebagai atlet berkuda yang jenjang kariernya sampai tingkat internasional. Prestasinya hingga menjadi juara antar Negara tersebut tentu bukan karena statusnya sebagai pangeran Arab, namun karena kemampuan dan bakat.

Gibran keliatan banget kalau sosok pekerja keras [image source]
Demikian dengan Gibran. Meski merupakan anak dari presiden, Gibran tidak pernah memanfaatkan statusnya. Saat memulai usaha, ia sama sekali tak menyenggol nama pak Jokowi. Gibran justru lebih memilih meminjam uang di bank sebagai modal usaha catering. Di awal usahanya, diakui jika makanan di tempatnya tidak laku dan ujung-ujungnya di makan sendiri, bahkan sampai terbuang. Namun berkat usaha dan pantang menyerah, akhirnya usahanya membuahkan hasil yang memuaskan.

Sederhana dan bersahaja

Para pangeran Arab sangat bersahaja. Demikian yang dituturkan oleh salah seorang supir Indonesia yang ditugaskan menjemput rombongan raja Arab di bandara. Menurut Aan-nama supir beruntung tersebut- berkali-kali pangeran Arab mengatakan terima kasih setiap turun atau naik ke mobil. Mereka sopan meski bicara pada seorang supir.

Pernikahan Gibran dan Selvi [image source]
Urusan bersahaja, Gibran juga bisa dibilang nggak kalah. Salah satu hal yang membuktikan mungkin saat pernikahannya dengan SelviĀ  pada tahun 2015 silam. Saat itu, acara dilangsungkan dengan begitu sederhana, bahkan terkesan pribadi. Pesta yang diadakan juga singkat. Menjelang ijab qabul, Gibran juga sempat berpesan pada penghulu untuk menyebut nama Ayahnya tanpa embel-embel presiden, cukup namanya saja. Wah, Gibran begitu sederhana ya.

Nah, setelah mengetahui fakta ini, masih bilang Gibran kalah sama pangeran Arab? Nggak sama sekali kan? Mereka sama hebatnya. Sudah selayaknya para figure teladan tersebut menjadi inspirasi para netizen yang selalu update informasi seperti kita-kita ini.