in

Kangen Banget! Selain Jadi Uang Jajan, Ini 5 Fungsi Lain dari Koin bagi Anak Generasi 90-an

Lukisan tiga dimensi uang koin [Sumber gambar]

Berbeda dengan dulu, kalau sekarang uang receh bisa dibelikan apa sih? Paling juga berceceran dan sering dianggap tak penting. Kalau dulu, uang bergambar bunga melati atau kelapa sawit sangatlah berharga dan bisa dibelikan apa saja. Secara, era 90an hingga 2000 memang penuh kenangan bagi yang pernah mengalami masa itu.

Nah, tentang uang koin dulu, biasanya tak hanya sebagai uang jajan saja. Anak-anak yang duduk di bangku SD yang super kreatif juga menggunakan logam tersebut untuk hal-hal berikut loh. Yuk, langsung simak saja!

Main tebak-tebakan dengan koin yuk!

Tebak tebakan dengan koin [Sumber gambar]
Koin yang paling sering digunakan adalah yang berbahan agak berat, seperti pecahan 100 rupiah bergambar rumah minang dan gunungan. Uang diputar seperti gasing, salah satu akan cepat-cepat menutupnya dengan telapak tangan untuk kemudian ditebak dengan teman lain sisi mana yang akan muncul saat uang diperlihatkan. Bagi yang menebak benar, maka ia akan diberikan hadiah, biasanya sih yang paling sering adalah karet dan gambaran. Secara, kedua permainan ini ramai dan diminati banget dulu.

Menggambar tiga dimensi ala anak SD dulu

Lukisan tiga dimensi uang koin [Sumber gambar]

Anggap saja uang ini adalah media untuk mereka bisa menggambar tiga dimensi. Sebenarnya sih, ini tak lebih dari menjiplak dengan metode arsir. Gambar ini bisa ditemukan di setiap lembar buku gambar mereka. Yang paling populer adalah koin bergambar rumah gadang 100 rupiah. Ya, ketika harga jajan masih serba murah, otomatis uang ini yang paling banyak dikantongi. Namun, di zaman sekarang mana ada anak SD yang mau bermain dengan cara seperti ini, semua sudah tergantikan dengan game online yang kian menjamur.

Trik sulap abal-abal

Trik sulap abal-abal [Sumber gambar]
Bahagia anak zaman itu sederhana sekali, melihat trik sulap abal-abal saja sudah senang minta ampun. Caranya nih, letakkan masing-masing satu koin di telapak tangan (koin yang berbahan ringan). Lanjutkan dengan digosok dengan menyatukan keduanya. Setelahnya mereka akan mendapatkan efek hitam melingkar seputar uang koin. Kalau mau dipikir sekarang, hal tersebut adalah debu-debu uang karena terjadi gesekan. Ya, namanya juga anak-anak.

Menggosok kupon berhadiah dan komik tersembunyi

Menggosok kupon dan komik [Sumber gambar]
Siapa yang dulu sering membeli komik tersembunyi atau suka mengumpulkan kupon dari snack berhadiah? Kedua jenis mainan ini membutuhkan uang koin untuk kemudian bisa dilihat gambarnya dan mengetahui hadiah apa yang akan didapatkan –Walaupun kata ‘coba lagi’ lebih sering didapat dibanding hadiahnya.

Ditabung untuk beli mainan

Menabung di celengan ayam [Sumber gambar]
Sesuai dengan semboyan yang diajarkan oleh ibu dan bapak guru ‘anak yang baik adalah yang gemar menabung’. Walaupun enggak dikasih uang banyak, tapi masih ada yang sempat menyisakan uang sisa jajan mereka, meski hanya 50 atau 100 rupiah saja. Saat tabungan ‘ayam’ sudah penuh dan siap dibedah, uangnya lebih sering dibelikan mainan kesukaan, benar?

Memang yang namanya nostalgia itu tak akan pernah habis, selalu saja ada sesuatu yang bisa membawamu flashback ke masa lalu. Nah, kalau Saboom semua yang mana yang paling sering kamu lakukan? Kalau penulis sih dulu semuanya pernah dilakukan, apalagi menggambar tiga dimensi, setiap sudut buku gambar ada uang logamnya. Hehe

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Hati-hati! 5 Pertanda Ini Membuktikan Kalau Kalian Sedang Diikuti Makhluk Halus

Jarang Disadari, Hal Sepele Ini Malah Bikin Jakarta Bakal Tenggelam di Masa Depan