Sri Lanka mungkin menjadi negara yang kurang populer di Indonesia, namun bagaimana pun negara ini memang sangat Indah. Bahkan dunia menjulukinya sebagai tetesan air mata dari India karena kecantikannya. Selain itu pertanian dari negara ini juga maju, bahkan jadi salah satu komoditi utama menghidupi warganya.

Artikel Lainnya
Cerita Robot Gedek, Psikopat yang Sempat Bikin Bocah Enggak Pingin Lahir ke Dunia
Kalah Sengketa dan Jadi Milik Malaysia, Begini Keadaan Pulau Sipadan dan Ligitan Sekarang

Meskipun popularitasnya kalah dengan negara lain, namun ternyata Sri Lanka punya hubungan erat dengan Indonesia sejak dulu. Bahkan ada pula orang berpangkat tinggi di sana yang ternyata masih keturunan tanah air kita. Lalu benarkah itu terjadi? Simak ulasan berikut.

Banyak orang Indonesia dulu yang dibuang di Sri Lanka

Sri Lanka yang dulu bernama Ceylon ternyata punya hubungan dekat dengan Indonesia. Pasalnya negara ini ternyata juga sempat dikuasai oleh Belanda, mirip dengan kita. Uniknya, Sri Lanka malah jadi ditempatkannya beberapa tahanan dari tanah air kita, termasuk beberapa pahlawan bangsa.

Sri Lanka [sumber gambar]
Bahkan salah satu dari tahanan tersebut menjadi andil dalam perkembangan awal agama Islam di negara tersebut. Sebagian tahanan ada yang terus menetap di sana, bahkan memiliki keturunan. Namun ada pula yang memilih kembali ke tanah air pasalnya waktu itu Sri Lanka belum benar-benar merdeka, yang ada malah dikuasai oleh Inggris.

Pandan Bali sebagai salah satu penggerak Islam pertama

Seperti yang diketahui kalau beberapa tahanan yang dibawa ke sana memilih menetap dalam waktu yang lama di Slave Island. Salah satunya adalah seorang pria bernama Pandan Bali. Pria ini sendiri sejatinya adalah salah satu bangasawan dari tanah Jawa, namun karena diputuskan bersalah oleh Belanda, maka dirinya dikirim ke Sri Langka dalam upaya pembuangan.

Masjid Wakande Pandan Bali [sumber gambar]
Namun justru setelah pembuangan itu menjadi sebuah titik nadir baginya lantaran di sana Pandan Bali membangun sebuah masjid di tengah tekanan besar olah Pemerintah Belanda. Bisa dibilang kalau upayanya ini menjadi sebuah salah satu langkah awal berdirinya Islam di negara tersebut.

Si Pandan Bali tak sendiri, banyak pahlawan lainnya di sana

Ternyata Sri Lanka menjadi salah satu tempat favorit Belanda untuk membuang para penentangnya serta bangsawan dari tanah air. Pandan Bali mungkin hanya satu kisah dari beberapa yang lainnya. Semisal Sultan Gusman Usmandan (Raja Gowa), Hulu Balang Kaya (pejabat Kerajaan Gowa) dan beberapa anggota keluarganya yang kesemuanya adalah keturunan ningrat.

Keturunan Amangkurat [sumber gambar]
Ada pula Susuhunan Amangkurat III dari Kerajaan Mataram yang juga berasal dari keturunan kerajaan. Oleh sebab itu Sri Lanka bisa dibilang sebagai tempat yang menyimpan sejarah kedua negara. Jadi bukan hal yang aneh kalau sampai sekarang kedua negara masih berhubungan baik.

Cerita mengenai keturunan Indonesia jadi pejabat di sana

Ada sebuah cerita menarik mengenai salah satu keturunan Indonesia yang ternyata punya jabatan yang lumayan baik di Sri Lanka sana. Dialah Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Tuan Samayraan Buhary Sally, mantan pejabat tinggi militer di sana. Mungkin tampak biasa, namun jika melihat latar belakangnya mungkin kita akan terkejut.

TSB Sally [sumber gambar]
Bagaimana tidak, usut punya usut leluhur dari Brigadir Sally ini adalah orang Indonesia, tepatnya dari Madura yang jadi tahanan pada masa Belanda. Dan jangan kaget meskipun hanya seorang keturunan, namun bahasa Indonesia yang dilafalkan fasih seperti penutur asli. Hal itu karena dia tidak pernah lupa akan dari mana dirinya berasal.

Dengan beberapa fakta yang telah dikemukakan memang tidak menutup kemungkinan kalau kedua negara ini dekat dari dulu. Bahkan bisa dibilang saudara jauh. Satu sama lain saling berkontribusi dalam sejarah dan membuatnya jadi seperti sekarang. Semoga hubungannya bisa langgeng seterusnya.