Kawin Colong, Tradisi Menculik Pasangan ala Suku Osing Banyuwangi

oleh Rizal
07:00 AM on Oct 3, 2016

Hubungan yang nggak direstui orangtua itu memang bikin sakit ya. Utamanya karena pada akhirnya nanti kita nggak bakal bisa menikahi pasangan karena terhalang restu. Duh, rasanya kayak percuma menghabiskan waktu sedemikian lama tapi nggak bisa menyandingnya di pelaminan. Biasanya kalau sudah begini, jalan terakhirnya adalah kawin lari walaupun risikonya besar.

Kawin lari mungkin bisa dibilang sebagai aib ya, tapi di Banyuwangi hal tersebut tidak dianggap memalukan. Ya, kawin lari bagi Suku Osing di sana merupakan hal yang dimaklumi bahkan jadi bagian adat. Istilah untuk kawin lari di sana adalah Kawin Colong. Keduanya sebenarnya agak berbeda, tapi intinya sama, yakni memaksa orangtua si mempelai wanita untuk memberikan restu.

Baca Juga
Cerita Bocah SD Tawuran Gara-gara Cinta Segitiga Ini Bikin Netizen Tepok Jidat
Mengenang Perjuangan Desak Putu Kari, Istri I Gusti Ngurah Rai yang Baru Saja Tutup Usia

Kawin Colong mungkin terkesan gampang ya, tapi dalam praktiknya tentu nggak semudah itu. Butuh banyak persiapan, terutama mental bagi pasangan yang melakukannya. Lebih dalam tentang ritual unik satu itu, berikut adalah beberapa hal tentang Kawin Colong yang mungkin belum kamu tahu.

Penyebab Terjadinya Kawin Colong

Ya, jelas tentu ada sebabnya kenapa seseorang melakukan Kawin Colong yang bisa dibilang menghebohkan itu. Alasannya sendiri biasanya ada dua, yakni karena restu yang nggak didapat serta si wanita yang ternyata sudah dijodohkan. Ketika posisinya sudah mati seperti ini, maka seseorang mungkin akan melakukan Kawin Colong.

Terjadi karena orangtua tak merestui [Image Source]
Terjadi karena orangtua tak merestui [Image Source]
Kawin Colong dilakukan ketika posisi si pria sudah benar-benar mentok alias buntu. Akhirnya ia nggak punya cara lain untuk memperjuangkan cintanya selain memakai metode ini. Kawin Colong sah-sah saja dilakukan memang, asal janur kuning masih belum melengkung alias si wanita sudah laku.

Kawin Colong Merupakan Hasil Kesepakatan Berdua

Dalam praktiknya, Kawin Colong nggak bisa hanya dari satu pihak saja. Harus berdasarkan kesepakatan dua orang, dalam hal ini ya si pasangan sendiri. Kalau Kawin Colong hanya diprakarsai satu orang, maka prosesinya dianggap nggak sah, dan keluarga si wanita boleh untuk menuntut si pria ke ranah hukum.

Kawin Colong adalah hasil kesepakatan [Image Source]
Kawin Colong adalah hasil kesepakatan [Image Source]
Kawin Colong benar-benar direncanakan dengan baik oleh si pasangan. Mulai dari tempat bertemu sampai cara untuk kabur. Semua dipikirkan dengan masak. Dan sebisa mungkin Kawin Colong ini nggak ketahuan oleh si keluarga wanita. Pasalnya kalau ketahuan akan jadi masalah lain yang panjang urusannya.

Peran Seorang Colok

Kawin Colong dalam praktiknya nggak hanya melibatkan si pasangan, tapi juga pihak ketiga yang bernama Colok. Colok ini adalah seorang penengah yang mana tugasnya mewakili si pihak pria untuk meminta izin kepada orangtua si wanita. Intinya, si Colok ini adalah penyampai pesan yang mengabarkan kepada orangtua si wanita kalau anaknya sedang dalam prosesi Kawin Colong.

Colok adalah tokoh terpandang di masyarakat [Image Source]
Colok adalah tokoh terpandang di masyarakat [Image Source]
Menjadi seorang Colok ini sama sekali nggak mudah. Ia haruslah tokoh yang dituakan atau disegani di masyarakat. Bisa seorang apatur setempat atau mungkin ulama sekitar. Selain itu, menjadi Colok harus siap kena damprat si orangtua wanita. Biasanya, orangtua akan sangat marah ketika tahu anak di-Colong. Nggak hanya itu saja, seorang Colok harus rajin-rajin berkunjung ke rumah si wanita untuk tujuan mendamaikan atau bahasa Jawanya ngedem-ngedem.

Melakukan Kawin Colong = 100 Persen Menikah

Meskipun Kawin Colong ini kesannya seperti memaksa, namun ia selalu sukses menyatukan dua orang yang melakukannya. Ya, bisa dibilang ketika seorang wanita dan pria melakukan Kawin Colong, maka seratus persen mereka akan menikah. Dan malah nggak pakai lama biasanya. Seminggu atau dua minggu setelah pelarian cinta ini para pelakunya akan dinikahkan.

Seratus persen menikah [Image Source]
Seratus persen menikah [Image Source]
Kawin Colong sendiri seolah memiliki semacam kekuatan unik di mana ia seolah nggak bisa ditolak. Bahkan bagi orangtua yang tetap nggak menikahkan anaknya padahal sudah di-Kawin Colok maka hal tersebut akan jadi aib memalukan baginya. Meskipun marah, emosi, dongkol, si orangtua pada akhirnya harus merelakan anaknya untuk dinikahi pilihan si buah hatinya.

Tradisi Unik yang Sudah Jarang Dilakukan

Menurut orang-orang Osing, dulu cukup sering Kawin Colong ini dilakukan. Tapi, sekarang ini tradisi unik itu sudah nggak banyak dijalankan. Alasannya ada banyak, salah satunya mungkin karena orangtua sekarang sudah nggak mengekang anak perempuannya seperti orang-orang dulu. Sehingga si pemuda nggak perlu sampai melakukan Kawin Colong yang mendebarkan itu.

Tradisi yang sudah jarang dilakukan [Image Source]
Tradisi yang sudah jarang dilakukan [Image Source]
Alasan lain kenapa tradisi unik ini sudah jarang dipakai adalah karena Banyuwangi nggak hanya diisi oleh orang-orang Osing sekarang ini. Ada banyak suku di sana. Dan lazimnya, Kawin Colong ini hanya akan terjadi antar sesama Osing. Pernah tuh ada cerita Kawin Colong yang membawa si prianya ke penjara. Alasannya nggak lain karena si wanita ternyata bukan Osing dan orangtuanya melaporkan itu ke polisi sebagai aksi kriminal penculikan.

BACA JUGA: Mengenal Suku Kreung dan Ritual ‘Mencoba Pria’ yang Bikin Geleng-Geleng

Di satu sisi Kawin Colong ini kesannya seperti pemaksaan ya, tapi kalau kita lihat dari sisi lain, tradisi ini adalah bukti sesungguhnya kekuatan cinta. Kalau nggak cinta-cinta banget, mana mau keduanya sepakat melakukan hal nekat ini. Ah, sepertinya bakal enak ya kalau tradisi ini diterapkan di seluruh Indonesia. Pasti nggak ada ada pasangan yang menderita.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA