Kejadian tidak mengenakkan kembali menimpa sosok Ustaz Abdul Somad (UAS). Da’i kondang tersebut dilaporkan oleh sejumlah pihak lantaran ceramahnya yang diduga menyinggung kepercayaan tertentu. Dilansir dari cnnindonesia.com, sebuah organisasi masyarakat (ormas) bernama Brigade Meo melaporkannya terkait dugaan penistaan terhadap simbol agama (salib).

Kejadian ini pun menjadi pembicaraan hangat di kalangan warganet setelah video ceramahnya viral di dunia maya. Hal itu sendiri dianggap meresahkan sejumlah umat Kristen dan Katolik di Indonesia. Bukan hanya soal ceramah di atas, ustaz Abdul Somad juga sempat mengalami beberapa kasus yang akhirnya menuai kontroversi di tanah air. Apa saja? Yuk kita simak ulasan berikut.

Pernyataan berujung kontroversi soal Starbucks dan LGBT

Pada 2017 silam, ustaz Abdul Somad sempat menuai kontroversi lantaran pernyataannya yang dinilai menyinggung beberapa kalangan. Dilansir dari bbc.com, ia mengatakan para pembeli kopi Starbucks sama dengan ‘mendukung LGBT dan karenanya akan masuk neraka’. Ceramah ini kemudian viral dan menuai banyak respon dari kalangan masyarakat di Tanah Air.

Sempat Ditolak diberapa wilayah Indonesia dan dilarang masuk ke Hong Kong

Kegiatan dakwah ustaz Abdul Somad sempat terganjal lantaran dirinya ditolak oleh sejumlah pihak, baik di Indonesia sendiri hingga ke luar negeri. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, da’i lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir itu Ustaz Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong oleh otoritas setempat setibanya di bandara setempat. Di dalam negeri, langkahnya sempat dihadang ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) pimpinan Nuril Arifin Husein di Semarang, Jawa Tengah.

Akun Instagramnya sempat diblokir

Entah karena masalah apa, akun Instagram Ustaz Abdul Somad, @ustabdulsomad diblokir sejak Sabtu malam, 24 Februari 2018. Tak hanya warganet yang bertanya-tanya, Ustaz Somad sendiri pun tak mengetahui perihal pemblokiran tersebut. Benar (diblokir). Saya tak tau penyebabnya, ujarnya yang dikutip dari nasional.tempo.co. Namun tak lama, Da’i yang juga mengajar sebagai dosen itu mengumumkan bahwa dirinya telah berganti akun Instagram. Ia juga memberikan pesan soal akun barunya tersebut.

Namanya tak masuk daftar Da’i rekomendasi Kementerian Agama

Meski namanya harum dan memiliki banyak jamaah, sosok Ustaz Abdul Somad sempat jadi pembicaraan lantaran tak masuk dalam daftar 200 mubalig rujukan kemenag. Meski sempat menjadi sorotan, pihak Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag Mastuki menyebut Ustaz Abdul Somad sempat menolak tawaran tersebut. Maka dari itu namanya tak ada di dalam daftar yang ada. “Sebelum ada pendaftaran UAS (Ustaz Abdul Somad) sudah dihubungin (Kemenag) langsung, sudah kemauan sendiri (tidak dimasukkan),” kata Mastuki yang dikutip dari cnnindonesia.com.

Ceramah soal salib yang kemudian viral dan memancing perdebatan

Berawal dari ceramahnya yang menyinggung soal salib, beberapa pihak kemudian melaporkan Ustaz Abdul Somad. Setelah ormas Brigade Meo, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri terkait video tersebut. Sebelumnya, ormas Horas Bangso Batak juga melakukan hal yang serupa. Sebelumnya, beredar potongan video ceramah Abdul Somad yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Hal inilah yang kemudian menuai polemik, terutama bagi umat kristiani

BACA JUGA: 5 Fakta Ustadz Abdul Somad, Da’i Sejuta Umat yang Tak Masuk Dalam Daftar Kementerian Agama

Tak hanya membuat resah umat kristiani di tanah air, soal ceramah salib yang viral tersebut juga mengundang komentar dari pihak Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi. Semoga saja kedua belah pihak, baik Ustaz Abdul Somad dan umat kristiani, bisa menempuh jalur musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan untuk menyelesaikan masalah yang ada.