Baru-baru ini manuver lincah layaknya pergerakan kancil di dogeng-dongeng nusantara, tengah dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Kali yang menjadi sasarannya bukan lagi para pelaku pengaturan skor atau mafia bola, melainkan ‘rumah’ induk organisasi tertinggi sepak bola seluruh Indonesia. Dua kantor mereka di Kemang dan FX Sudirman Jakarta digeledah, sampai salah satu area kerja PSSI disegel oleh Satgas.

Di balik kisah penggeledahan itu, ternyata menyimpan nestapa terkait kantor PSSI. Dimana markas otoritas sepak bola nasional itu, belakangan diketahui berada di rumah kontrakan dan kabarnya juga harus rela berbagi dengan kantor klub bola tanah air, untuk menjalankan salah satu aktivitasnya. Benarkah demikian? Yuk mari kita sama-sama buktikan lewat ulasan berikut ini.

Kantor PSSI sekarang bertempat di rumah ‘kontrakan’

Seperti telah diungkapkan tadi, kantor PSSI bisa dibilang kini berada di sebuah hunian kontrakan. Dilansir Boombastis dari Detik.com, menurut tutur sakjen organisasi tersebut yaitu Ratu Tisha tidak ada alasan khusus kenapa memilih menyewa rumah untuk dijadikan markas.

Penampakan kantor PSSI [Sumber Gambar]
PSSI berpindah kantor baru di daerah Jalan Kemang Timur no V Jakarta Selatan tersebut terjadi pada bulan Februari tahun 2018 silam. Usut punya usut, alasan kepindahan mereka ke sebuah rumah di Kemang ini disebabkan oleh renovasi SUGBK untuk Asian Games 2018. Ketika itu, kantor mereka harus rela dirombak untuk kebutuhan ruang ganti pemain atlet.

Harus numpang saat lakukan rapat komisi disiplin

Selain cerita tadi, nestapa lain terkait kantor PSSI juga terekam saat mereka lakukan rapat komisi disiplin. Aktivitas penting itu harus rela dijalankan dengan menumpang di kantor milik Persija Jakarta dan Liga Indonesia di Apartemen Taman Rasuna Lantai Dua Kuningan.

Kantor Liga Indonesia [Sumber Gambar]
Dikutip dari penelusuran laman Indosport.com, hal ini terjadi lantaran mereka tidak mempunyai gedung dan ruangan. Pada umumnya mereka menggunakan tempat itu pada hari kamis, kala rapat komisi disiplin dilakukan. Berkaca dari kondisi tersebut tidak heran jika sepak bola Indonesia terlihat lambat dalam memutuskan sebuah kebijakan.

PSSI kerap nomaden terkait masalah markas

Bila dilihat riwayat kantor PSSI agaknya kata nomaden layak untuk disematkan kepada induk organisasi bola itu. Pasalnya, tercatat sejak kepindahannya di daerah Kemang mereka hal tersebut sebanyak empat kali.

Kantor PSSI Stadion Utama GBK [Sumber Gambar]
Dimulai dari berkantor di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), berlanjut ke Rasuna Office Park, lalu sempat berkantor di gedung Grand Rubina di lantai 17 dan terakhir seperti saat di wilayah Jakarta Selatan. Khusus ketika masih bermarkas di SUGBK, PSSI sempat lakukan renovasi kantor dengan menelan biaya 13 miliar. Angka besar untuk kantor yang kini harus rela ditinggalkan.

BACA JUGA: 5 Kebijakan ‘Unik’ Sepak Bola yang Hanya Ada di Liga Indonesia

Melihat-melihat kisah tadi, agaknya bukan sebuah hal mengagetkan jika PSSI kerap terlihat bergerak lambat dalam mengeluarkan kebijakan. Seperti, salah satunya adalah penyusunan jadwal untuk Liga di Indonesia. Besar harapan ke depan mereka bisa mempunyai gedung dan lebih optimal lagi dalam menjalankan roda sepak bola nasional. Kalau doa kalian apa sobat Boombastis?