Sekian lama menghilang, mobil Esemka yang sempat populer di era Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, kini mendadak kembali menjadi perbincangan. Kendaraan roda empat yang digadang-gadang bakal menjadi mobil nasional tersebut, perlahan mulai menggeliat kembali meramaikan pasar otomotif dalam negeri.

Tak ingin nasibnya berakhir seperti era mobil nasional (mobnas) Timor yang berjaya di masa pemerintahan Orde Baru, Esemka pun memulai beberapa terobosan agar produknya semakin dikenal masyarakat luas. Dilansir dari otomotif.tempo.co, Esemka nantinya akan melahirkan sejumlah hal-hal baru nan inovatif untuk bersaing dengan merk lainnya. Seperti apa kabarnya saat ini?

Mencuat kembali berkat Ma’ruf Amin

Mencuat kembali berkat Ma’ruf Amin [sumber gambar]
Ma’ruf Amin yang menjadi Calon Wakil Presiden di arena pilpres 2019 mendatang, sempat menyebutkan bahwa mobil Esemka akan kembali diluncurkan. Dilansir dari otomotif.tempo.co, pernyataan tersebut dilontarkan oleh mantan petinggi NU tersebut saat memberikan tausiah di hadapan ratusan santri Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, Jawa Timur. Dirinya juga menyebutkan, proyek mobil Esemka yang dirintis oleh Jokowi tersebut akan diproduksi secara besar-besaran.

Esemka bakal hadir dengan nama berbeda sesuai tipe kendaraan

Bakal meluncur dengan empat nama dan 8 tipe berbeda [sumber gambar]
Saat diproduksi nanti, mobil Esemka akan diluncurkan dengan delapan tipe berbeda. Dilansir dari otomotif.tempo.co, mobil tersebut berjenis penumpang, angkutan barang bak terbuka, minibus, dan kendaraan angkutan kabin ganda dengan bahan bakar bensin dan diesel. Di antaranya adalah Garuda I 2.0 (4×4) MT, Bima 1.3 L (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Bima 1.3 (4×2) M/T, Borneo 2.7D (4×2) M/T, dan Digdaya 2.0 (4×2) M/T. Yang membanggakan, kedelapan mobil itu telah lolos Sertifikasi Uji Tipe (SUT) yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan.

Pemerintah memberikan lampu hijau untuk produksi Esemka

Proses perakitan salah satu tipe mobil Esemka [sumber gambar]
Setelah resmi mengantongi Sertifikasi Uji Tipe (SUT), mobil Esemka mendapatkan lampu hijau dari pemerintah untuk segera diproduksi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ma’ruf Amin seperti yang telah disinggung pada poin pertama di atas. Dilansir dari otomotif.tempo.co, pihak PT Adiperkasa Citra Esemka Hero selaku produsen Esemka masih menunggu soal kapan waktu produksi dijalankan. Nantinya, mobil yang akan dibuat terlebih dahulu adalah tipe kendaraan bak terbuka atau pikap dan sport utility vehicle.

Mobil nasional yang diharapkan dapat menjadi kendaraan rakyat

Salah satu mobil Esemka yang pernah digunakan Jokowi [sumber gambar]
Dengan bangkitnya Esemka, tentu menjadi harapan baru agar keberadaannya bisa melanjutkan era keemasan Timor di masa lalu. Dilansir dari otomotif.tempo.co, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo juga berharap agar Esemka bisa berkembang menjadi mobil kebanggan Indonesia. “Pada intinya harga yang merakyat dan terjangkau,” ujarnya. Selain itu, keberadaan Esemka juga bisa menjadi semacam indikator kemampuan anak bangsa dalam menyediakan transportasi buatan lokal yang mandiri.

Sosok Esemka yang ideal untuk rakyat Indonesia

Sosok mobil yang diharapkan ideal dan jadi kebanggaan masyarakat [sumber gambar]
Menurut penulis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Esemka bisa mencuri perhatian masyarakat. Pertama, penggunaan kandungan bahan baku lokal sebanyak 80 persen agar harganya lebih murah dan terjangkau. Kedua, menjalin kemitraan dengan produsen komponen otomotif dalam negeri agar pemerataan ekonomi bisa berjalan dari tingkat bawah hingga atas. Ketiga, menggandeng perusahaan otomotif luar negeri khusus untuk proses Transfer of Technologi (TOT). Keempat, memelihara serta mengawasi kualitas dan hasil produksi secara ketat dan terukur agar tak kalah dengan merk lain. Terakhir, jika keseluruhan poin telah dijalankan, bukan tidak mungkin Esemka bisa menjadi mobnas kebanggan rakyat.

Memang, membuat mobil nasional tak semudah mengaduk adonan batagor dan menggorengnya begitu saja. Perlu kesungguhan, teknologi mutakhir dan biaya yang besar untuk mewujudkannya. Namun, hal itu tidak jadi persoalan sulit  jika pemerintah dan rakyatnya mau menyingsingkan lengan baju. Bekerja keras bersama dengan visi dan misi yang sejalan. Semoga berhasil Esemka!