Bila berbicara jargon masuk Pak Eko apa yang terlintas dalam pikiranmu? Yap, betul sekali sosok aparat penegak hukum yang mempunyai keahlian hebat dalam melempar benda. Bahkan benda-benda tidak lazim macam pacul pun mampu dilemparkannya dengan tepat sasaran. Berkat hal itu AKP Eko sempat menjadi salah satu Polisi yang terkenal namanya. Wajahnya pun langsung menghiasi beberapa tivi nasional.

Masih berbicara tentang Pak Eko, baru-baru ini Boombastis menyambangi pria kelahiran Ponorogo tersebut di Pusdik Sabhara Polri Porong Sidoarjo. Kedatangan kami disambut dengan baik, lalu berujung kepada cerita dari beliau mengenai kegiatannya sekarang setelah viral. Lewat dua es teh manis obrolan kami pun berjalan dengan penuh hikmat dengan penuh canda tawa. Lantas seperti apakah kabar Papi Eko sekarang? Temukan jawabanya di ulasan berikut.

Awal mula Pak Eko menjadi viral di dunia maya

Pak Eko dan Crew

Kalau kalian berpikir, bisa viralnya Pak Eko lantaran jabatannya sebagai seorang aparatur negara atau keinginannya ingin populer tentu sebuah hal yang salah. Pasalnya, kejadian mencuatnya nama di beberapa media dan stasiun Televisi merupakan sebuah hal tidak disengaja. Berawal dari permintaan anak didiknya untuk membuat video melakukan lempar sangkur, namun lantaran hal itu menurutnya sudah biasa akhirnya ia melakukan inovasi dengan aksi-aksinya tersebut.

Berkat hal tersebut akhirnya tantangan untuk melempar benda lebih ekstream (baca: tidak biasa) terus bermunculan. Alhasil, secara tidak langsung keunikan tersebut menjadikan viral. Ketika berbincang dengan Boombastis, ia mengaku kalau tidak langsung mahir dalam urusan melempar benda-benda tidak lazim ada banyak pengulangan dan latihan hingga bisa hasilkan video yang mempertontonkan aksi buat orang geleng kepala.

Seperti contohnya ketika ia sempat melemparkan pacul, pria satu ini harus melakukan pengulangan lebih dari belasan kali. Sedangkan kemampuan Pak Eko dalam melempar sendiri didapatkannya dari pendidikan Sabhara perintis tahun 1998. Berangkat dari sini juga lah jargon “masuk pak eko” tercipta. Ujar pria yang tidak pelit senyum ini setiap lemparan masuk harus menyebutkan nama yang melakukan aksi.

Terus berinomasi dengan lemparan-lemparannya

Pak Eko

Sebagai pribadi yang tergolong sukses lantaran sempat viral, ternyata Pak Eko bukanlah sosok cepat untuk berpuas diri. Ketika bertutur kepada kami, ia mengaku kalau terus melakukan inovasi atas lemparan-lemparannya. Hal ini juga dilakukannya untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif yang kerap menyerang seseorang ketika berada di puncak popularitas. Meski terus berlatih, Pria lahir di Ponorogo ini berujar tidak pernah meninggalkan kewajibannya  sebagai aparatur negara.

Bahkan ketika banyak tawaran untuk membuatnya lebih terkenal dan tentunya bisa menjadikan pundi uang bisa berkali lipat bertambah, ia berujar kalau crops adalah tugas paling utama. Hal baik ini juga dibuktikannya dengan menolak beragam iklan dan undangan-undangan sebuah brand atau komunitas. Sikap Pak Eko yang patut diacungi jempol lain adalah tidak pernah royalti akan penggunaan jargon masuk Pak Eko.

Selain melakukan inovasi akan keahlian melempar, kegiatan Eko Hari Cahyono lain setelah viral adalah melatih kegiatan lapangan di Pusdik Sabara Porong. Ada dua materi yang diajarkannya yakni menembak dan juga pelajaran SAR.  Khusus untuk urusan melontarkan timah panas, pria yang mulai berdinas tahun 1990 ini mempunyai aksi tak kalah dengan melempar. Seperti salah satu contohnya, ketika membidik sasaran berupa balon dengan balik badan.

Tips dari Pak Eko untuk bisa melempar benda tepat sasaran

Latihan Melempar

Setali tiga uang dengan Pak Eko, nama David Adamovich juga dikenal luas oleh masyarakat sebagai seseorang yang handal dalam melempar. Bahkan berkat keahliannya tersebut, ia tercacat sebagai pria pemegang rekor dunia dalam urusan melempar pisau tetap sasaran dalam kurun waktu di bawah satu menit. Melihat fakta kedua orang ini, ternyata keahlian mereka tidak datan dengan sendirinya seperti wahyu.

Melansir laman Tirto.id,  salah satu kerja mekanika tersebut, menurut Amante P. Marinas dalam The Art of Throwing: The Definitive Guide to Thrown Weapons Techniques (2010), terjadi saat seseorang melempar pisau. Ia mengatakan ada lima tahapan mekanika yang dilakukan, mulai dari posisi berdiri harus tepat sampai mengayun lengannya. Hukuman Fisika disini juga berlaku dalam bentuk putaran benda yang dilemparkannya.

Sedangkan menurut AKP Eko yang berbagi ilmu kepada kami, tips melempar dengan tiju adalah dengan melatih ketrampilan tersebut berulang-ulang kali. Selain itu, letak kaki dan cara melempar dengan ayunan lengan lurus juga jadi jurus untuk melakukan lemparan sesuai sasaran. Kalau menurut Terry Mart ilmuwan dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia yang dikutip dari Tempo.com, felling Fisika yang baik dari pria penyuka kopi itu jadi kunci lemparan jitu.

BACA JUGA: Mirip Kasus Pak Eko, Begini Kondisi Rumah di Jombang yang Terkepung Tembok Tetangga

Begitulah kisah AKP Eko setelah viral, meski tidak banyak berubah dari yang dulu-dulu, namun dari cerita itu kita bisa belajar kalau ia merupakan sosok aparatur negara sejati yang tidak pernah melupakan kewajibannya demi popularitas semata.