Hobi memelihara burung kini sudah makin merambah di masyarakat. Jangankan orang biasa, presiden Jokowi pun juga ikut menggelutinya. Buktinya beberapa waktu yang lalu beliau sempat menawar burung Jalak dengan harga 250 juta. Hal membuktikan kalau memelihara burung, selain bikin stres hilang karena mendengar kicauannya, juga bisa saja buat tajir.

Pun demikian, tak semua penghobi serupa bisa seberuntung pria yang peliharaannya mau dibeli presiden. Pasalnya tentu ada trik khusus dan pengorbanan berat agar burung bisa juara serta dijual mahal. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan para pemilik juara kicau agar burungnya selalu berjaya.

Persiapkan  mentalnya agar burung gahar saat mau diadu

Latihan mental burung [sumber gambar]
Tidak hanya manusia, selain fisik burung pun juga punya mental. Dan percaya atau tidak, justru mentalnya lah yang paling besar punya pengaruh saat diajak bertanding. Jika saat dibawa ke tempat adu kicau saja si burung sudah memberontak dari sangkar, atau justru meringkup di pojokkan, sudah dipastikan kemenangan anda hanyalah sebuah impian.  Oleh sebab itu mental burung harus dilatih, caranya cukup sering-sering sparring saja dengan milik teman atau tetangga adu kicau. Layaknya petinju, karena sudah sering latihan jadinya siap bikin lawan K.O. di arena.

Disiplin dalam melakukan mandi dan penjemuran bakal membuat burung tak terkalahkan

Rutin mandi dan jemur [sumber gambar]
Sebagian pemilik burung kicau sangat jarang mempedulikan masalah mandi atau penjemuran pada binatang peliharaannya. Entah itu karena alasan sibuk kerja, kelupaan dan lain-lain. Tetapi justru kegiatan sederhana itu yang jadi poin penting jika ingin burung kalian menang perlombaan. Bukan hanya tentang kebersihan akan kutu, memandikan serta menjemur burung sejatinya berhubungan dengan kesehatannya. Makin konsisten seorang pemilik, maka bakal jarang pula penyakit datang ke si burung. Gak maukan seandainya sudah bayar mahal perlombaan dan dilatih berbulan-bulan tapi burung malah meringkep kaya orang lagi kena tipus?

Tak kalah dengan lainnya, makanan bakal sangat mempengaruhi kesempatan juara

Makanan burung

Makanan bagi burung, ibarat bahan bakar untuk sebuah mesin. Oleh sebab itu tak boleh asal-asalan perlu hati-hati dalam memberikannya makan pasalnya bisa saja dampaknya. Semisal kita berikan keroto atau jangkrik, mungkin burung akan bersuara  kencang , namun sayang justru kadang bulunya mengalami rontok. Oleh sebab itu kita cari pakan yang benar manjur namun minim efek samping, semisal seperti Phoenix. Bukan tanpa alasan, pakan itu dipilih karena memang berisi biji-bijian unggul serta dicampur dengan millet pilihan. Bahan tersebut membuat burung kesayangan tak hanya sehat tapi juga lincah.

Jangan pernah lupa latihan kicau rutin agar burung tetap jago

Selalu dilatih agar juara [sumber gambar]
Ibarat sebuah senar gitar, bisa saja terlalu tegang bila tak dimainkan, namun juga kendor jika kebanyakan dipakai. Ya, burung juga harus punya jadwal latihan teratur, tidak terlalu membebani tapi juga gak terlalu senggang. Kita bisa menggunakan lawan tanding serupa dengan melatihnya mentalnya tadi. Namun juga bisa memperdengarkan suara kicauan para juara entah melalui media gadget atau pun bersiul. Paling tidak setiap hari burung tersebut doyan bekicau, ingat latihan adalah langkah awal menuju keberhasilan.

Satu hal yang paling penting, adalah selalu ikutkan lomba

Jangan pernah ragu ikut lomba [sumber gambar]
Hampir semua langkah di atas bakal sia-sia jika burung kesayangan ada tidak pernah dilombakan. Pasalnya meski dirawat sedemikian rupa dan punya suara bagus, namun burung tersebut tak lebih peliharaan rumahan. Oleh sebab itu dengan mengikuti lomba kita bisa tahu seberapa bagus kualitas burung yang telah lama kita latih. Beruntung jika menang, tentunya harga jual burung kita nanti akan meningkat drastis. Pun demikian saat kalah, kita bisa belajar tentang kesalahan sehingga lomba berikutnya bisa mengincar gelar juara kicau.

Di balik burung-burung mahal yang setara harga mobil, tentunya dulu ada usaha keras dari para pemiliknya. Ya usaha keras serta terus-terusan mengikuti lomba dan jadi juara tentunya membuat harga seekor burung melambung tinggi. Bisa dibilang hal itu adalah harga wajar mengingat banyak hal yang dilewati.