Upaya untuk mendamaikan Israel dan Palestina rupa-rupanya kian gencar dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Rencana ini mengemuka setelah dirinya menerima kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. “Ini adalah kemajuan terbesar yang pernah kita raih dalam mencapai kesepakatan antara Israel dan Palestina,” ucapnya yang dikutip dari CNNIndonesia.com (28/01/2020).

Isi detail dari proposal rencana damai itu, mencakup beberapa kesepakatan antar kedua belah pihak. Alhasil, hal tersebut bakal menjadi sinyal bahwa perundingan damai akan segera terjadi dalam waktu dekat. Kira-kira, apa yang terjadi jika Israel dan Palestina sepakat untuk berdamai satu satu sama lain? Simak ulasannya dari Boombastis berikut ini.

Bakal ada pihak yang masih tidak setuju atas perdamaian yang terjadi

Niat Trump untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina rupa-rupanya bakal menemui ganjalan. Hal ini datang dari Presiden Palestina Mahmud Abbas sendiri, yang mengatakan bahwa proposal perdamaian tersebut merupakan sebuah konspirasi Amerika Serikat.

Ilustrasi pasukan Hamas Palestina [sumber gambar]
Pun seandainya kesepakatan damai telah terjalin, bakal ada pihak-pihak yang merasa tidak setuju jika hal tersebut dilakukan. Hal ini datang dari kelompok Hamas yang bahkan dengan tegas menolak proposal damai ala Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu. “Palestina tidak untuk dijual.”, ujar mereka yang dikutip dari Liputan6.com (24/06/2019).

Palestina dan Israel akan mematuhi semua tawaran yang ada dalam proposal damai

Jika pada akhirnya kedua belah pihak yakni Israel dan Palestina menerima tawaran damai yang ada, maka salah satu poin utamanya tentu adalah memenuhi isi dari proposal damai yang dibawa oleh Trump. Di dalamnya proposal ini ada beberapa aturan dan syarat berupa poin-poin telah dirancang bagi kedua belah pihak jika benar-benar berdamai.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan Benyamin Netanyahu [sumber gambar]
Mengutip laporan The Jerusalem Post yang dilansir dari CNBCIndonesia.com (29/01/2020), poin-poin damai Trump tersebut meliputi perbatasan negara, menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pemukiman Israel di Tepi Barat, pengakuan Palestina sebagai negara dengan syarat tertentu, hingga kendali keamanan yang tetap dipegang Israel.

Palestina akan diakui oleh AS sebagai negara independen dengan berbagai syarat

Salah satunya hal penting yang ada di dalam proposal damai Trump adalah, adanya syarat yang harus dipenuhi oleh Palestina jika telah berdamai dengan Israel. Nantinya hal tersebut berguna agar keberadaannya diakui sebagai negara independen oleh Amerika Serikat, meski harus menunggu selama empat tahun ke depan.

Ilustrasi proposal damai yang diajukan Presiden AS Donald Trump [sumber gambar]
Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah menghentikan pendanaan pada kelompok Hamas yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, menghormati HAM, kebebasan beragama dan pers, serta menghilangkan korupsi. Jika telah terpenuhi, baru pemerintah Amerika Serikat akan mengakui Palestina sebagai negara independen dan memberinya bantuan secara ekonomi.

BACA JUGA: Dataran Tinggi Golan, Tempat ‘Keramat’ yang Bisa Memicu ‘Kiamat Kecil’ di Timur Tengah

Peristiwa di atas, merupakan sebuah gambaran jika kedua belah pihak memang setuju untuk memulai perdamaian, dengan merujuk pada poin-poin yang telah ditetapkan dalam proposal damai Trump. Meski demikian, hal tersebut juga masih diliputi kontroversi karena dianggap berat sebelah dan cenderung menguntungkan Israel.