Percaya atau tidak,  saat ini kita telah memasuki fase akhir zaman. Bukan apa-apa. Melihat banyaknya fenomena ganjil seperti penyimpangan nafsu terhadap lawan jenis, membuat dunia ini serasa di ambang kiamat. Bahkan, kelompok tersebut cenderung semakin banyak dan tak segan-segan melakukan aksinya. Baik secara diam-diam maupun terang-terangan.

Ada banyak contoh yang bisa kita ambil perihal penyimpangan itu. Seperti kelompok pedofil yang sering bergentayangan di dunia maya maupun nyata. Atau gerombolan pecinta ibu hamil yang sepak terjangnya semakin meresahkan kaum perempuan. Seperti apa bentuk dari penyimpangan nafsu tersebut? Simak ulasan di bawah ini.

Canggihnya dunia maya yang bisa diakses lewat beragam aplikasi, memudahkan para kaum nyeleneh itu leluasa menjalankan aksi bejatnya. Seolah lupa dengan hukum Tuhan dan norma masyarakat, kebiasaan ganjil tersebut biasa dilakukan dengan bebas di berbagai tempat yang luput dari pandangan mata masyarakat. Jadi harus lebih jeli lagi nih Saboom.

Grup pecinta ibu hamil dan jarik emak-emak yang menyimpang [sumber gambar]
Seperti kasus pecinta ibu-ibu hamil dan kain jarik wanita misalnya. Mereka tak hanya menggunakan ruang maya untuk saling berinteraksi dan memuaskan diri. Lebih dari itu, para maniak tersebut sering mencuri pandang maupun mengambil gambar secara diam-diam di dunia nyata. Hasilnya kemudian dikonsumsi secara pribadi atau diunggah ke grup media sosial khusus agar dinikmati beramai ramai demi menuntaskan hasrat dan fantasinya.

Bahkan baru-baru ini, sekelompok pelaku swinger alias berganti-ganti pasangan untuk berhubungan intim, berhasil ditangkap oleh pihak berwajib di sebuah kota daerah Jawa Timur. Nyata adanya. Mereka seolah tak lagi ragu untuk menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah warga. Selain membahayakan, aksi bejat tersebut juga dinilai bisa merusak moral masyarakat, khususnya anak-anak muda zaman now yang rawan dipengaruhi dan rentan menjadi sasaran.

Banyak grup menyimpang di media sosial [sumber gambar]
Senada dengan pelaku pedofilia. Mereka juga tak segan menggunakan berbagai cara agar bisa menuntaskan hasrat menyimpangnya. Tak jarang, para pecandu anak-anak itu kerap menggunakan media sosial di ruang maya sebagai alat pancing yang ampuh untuk menggaet mangsanya. Jika semakin lama dibiarkan, tentu anak-anak kita lah yang kelak akan menjadi korban kejahatan mereka. Ngeri banget nih Saboom.

Melihat fenomena miris di atas, kita bisa mengambil tindakan antisipasi dan mulai waspada akan kehadiran mereka. Caranya, bisa mulai berlaku bijak saat menggunakan sosial media. Terutama saat mengunggah foto pribadi. Hindari pula grup dan perilaku menyimpang yang ada di sekitar kita. Gimana menurutmu Saboom?