Selama satu minggu terakhir, ada sejumlah korban jiwa yang tumbang dalam pesta berdarah teroris di Surabaya. Kejadian tersebut menyasar kepada tiga gereja di Kota Pahlawan, dilanjutkan dengan ledakan susulan di rusunawa Wonocolo Sidoarjo, dan 1 bom terakhir Polrestabes Surabaya. Bom ini disinyalir punya daya ledak yang cukup kuat sehingga menjadi favorit para teroris untuk menghabisi nyawa korbannya.

Bahkan, bom yang disebut dengan Mother of Satan ini memiliki kandungan bahan peledak yang sama dan pernah digunakan untuk menyerang Eropa. Waw! Lebih legkapnya mungkin inilah beberapa fakta yang harus kamu ketahui mengenai alat peledak mengerikan ini.

Ledakan mother of satan [Sumber gambar]
Dari sejumlah penggeledahan yang digunakan, Mother of Satan ditemukan di rumah para bomber Surabaya-Sidoarjo. Bom ini mengandung triacetone triperoxide (TATP) yang berdaya ledak tinggi dan berbahaya. Berdasar pada penelitian, bom ini diketahui sangat mudah dibuat namun dia juga sangat sensitif dan tidak stabil, bahkan dengan sedikit guncangan dan panas, serta arus listrik ia bisa meledak dengan sendirinya. Bentuk TATP sendiri seperti serbuk gula pasir, ia tidak bisa larut dalam air dan memiliki aroma yang mirip dengan cairan aseton.

Serangan di Inggris pada 2005 [Sumber gambar]

Dalam perjalannya, Mother of Satan telah berhasil memporak-porandakan beberapa negara dalam aksi sama. Tercatat, ia pertama kali digunakan di Inggris pada tahun 2001, sayangnya aksi yang dilakukan oleh Richard Reid tersebut berhasil digagalkan. Empat tahun setelahnya (2005), London kembali diserang dan kali ini sebanyak 56 korban jiwa jatuh. Tak hanya itu saja, pada tahun 2016, ISIS menyerang dan meluluhlantakkan tiga titik di dekat bandara Brussel yang menewaskan 13 orang. Belum lagi, ratusan jiwa tewas dalam ledakan yang terjadi di Paris menambah panjang deretan korban Mother of Satan ini.

Aksi bom di Surabya [Sumber gambar]
Kabar buruknya, sebelum tragedi di Surabaya, Mother of Satan ini jugalah yang merupakan senjata para teroris dalam meledakkan Mal Alam Sutera, Jakarta pada tahun 2015. Tidak ada korban jiwa, namun ledakan tersebut membuat banyak orang mengalami luka serius.

Kejam, memang. Sadis, iya. Tindakan membenarkan membunuh orang yang tak bersalah ini memang merupakan hal terkutuk. Untuk keamanan Saboom (Sahabat Boombastis) semuanya, tetap waspada dan jangan takut untuk melaporkan segala sesuatu yang kiranya tidak beres di sekitar kalian. Mari sama-sama kita tumpas paham radikal yang bisa menjerat seseorang menuju tindakan terror. Semoga ke depan Indonesia semakin aman.