in

10 Jalur Kereta Ekstrem di Dunia, Lewati Pegunungan Batu sampai Jurang

Devil's Nose, jalur kereta ekstrem di Ekuador. [Sumber Gambar]
Devil's Nose, jalur kereta ekstrem di Ekuador. [Sumber Gambar]

Jalur kereta api di Indonesia rata-rata melewati sawah, hutan kecil, dan pedesaan. Tentunya dibarengi dengan pemandangan indah, sehingga membuat orang semakin betah naik kereta.

Namun, ada jalur kereta ekstrem di berbagai negara yang melewati pegunungan batu, laut, sampai jurang. Kebanyakan jalur kereta tersebut berusia ratusan tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Ada di mana saja? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Sebenarnya nama jalur kereta ini adalah Thailand-Burma Railway karena jalurnya menghubungkan kedua negara tersebut. Namun, berubah nama menjadi Death Railway karena sekitar 100.000 pekerja meninggal saat pembangunan jalur kereta pada 1942-1943.

Death Railway di Thailand. [Sumber Gambar]
Death Railway di Thailand. [Sumber Gambar]

2. Jalur kereta Devil’s Nose dibangun pada abad ke-20 yang menghubungkan Guayaquil dengan Quito, dua daerah di Ekuador. Sulitnya pembangunan jalur kereta dan banyaknya pekerja yang meninggal, menjadi alasan di balik nama Devil’s Nose.

Devil's Nose, jalur kereta ekstrem di Ekuador. [Sumber Gambar]
Devil’s Nose, jalur kereta ekstrem di Ekuador. [Sumber Gambar]

3. Georgetown Loop Railroad merupakan jalur kereta wisata yang menghubungkan Georgetown dan Silver Plum, daerah pertambangan di Colorado, Amerika Serikat. Jalur ini dibangun pada 1884 dan sampai sekarang masih eksis.

Georgetown Loop Railroad, Amerika Serikat. [Sumber Gambar]
Georgetown Loop Railroad, Amerika Serikat. [Sumber Gambar]

4. Jalur kereta Minamiaso ini berada di kaldera Gunung Aso, gunung berapi di Jepang. Pada 1928, kereta resmi melewati jalur Minamiaso. Walau dulu sempat ditutup karena terdampak gempa bumi hebat pada 2016.

Aso Minami, jalur kereta ekstrem di Jepang [Sumber Gambar]
Minamiaso, jalur kereta ekstrem di Jepang [Sumber Gambar]

5. Kuranda Scenic Railway Cairns adalah jalur kereta wisata yang menghubungkan kota Cairns dengan Kuranda, desa di tengah hutan hujan Australia. Di tengah perjalanan, kereta melewati air terjun.

Kuranda Scenic Railway Cairns, Australia. [Sumber Gambar]
Kuranda Scenic Railway Cairns, Australia. [Sumber Gambar]

6. Jalur White Pass and Yukon Route awalnya dibangun untuk penambang emas. Namun, kini menjadi kereta wisata dan berada di atas ketinggian lebih dari 800 meter dari atas tanah.

White Pass and Yukon Route, Alaska, Amerika Serikat. [Sumber Gambar]
White Pass and Yukon Route, Alaska, Amerika Serikat. [Sumber Gambar]

7. Tren de las nubes adalah jalur kereta di Pegunungan Andes yang menghubungkan kota San Antonio de los Cobres dengan the La Polvorilla viaduct. Tinggi Pegunungan Andes sendiri lebih dari 4.000 meter di atas tanah.

Tren de las nubes, Argentina. [Sumber Gambar]
Tren de las nubes, Argentina. [Sumber Gambar]

8. Pilatus Railway menjadi jalur kereta paling curam di dunia. Membentang dari Alpnachstad di Danau Alpnach sampai puncak Pilatus dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas tanah.

Pilatus Railway di Swiss. [Sumber Gambar]
Pilatus Railway di Swiss. [Sumber Gambar]

9. Pamban Bridge berpoperasi mulai 1914 untuk menghubungkan kota Mandapam dengan Pulau Pamban di India. Jalur ini termasuk salah satu jembatan di atas laut terpanjang di India.

Pamban Bridge di India, jalur kereta ekstrem di atas laut. [Sumber Gambar]
Pamban Bridge di India, jalur kereta ekstrem di atas laut. [Sumber Gambar]

10. Maeklong Railway berada di Bangkok, Thailand. Di pinggir jalur ada pasar yang sangat ramai. Pedagang bahkan harus menyingkirkan dagangannya sementara saat kereta melintas.

Maeklong Railway, jalur kereta ekstrem di Thailand. [Sumber Gambar]
Maeklong Railway, jalur kereta ekstrem di Thailand. [Sumber Gambar]
BACA JUGA: Sering Telan Korban Jiwa karena Kecelakaan, 5 Jalanan Ini Paling Berbahaya di Indonesia

Seperti itulah jalur kereta paling ekstrem di dunia yang masih beroperasi sampai sekarang. Semoga saja jalur tersebut terawat dengan baik sehingga selalu aman untuk dilintasi kereta.

Written by Galih Hayu

Ratu Elizabeth II Meninggal di Usia 96 Tahun, Ini Fakta Pemakaman hingga Penerus Takhta

Jadi Rakyat Biasa, Begini Kehidupan Putri Mako yang Sekarang Tinggal di Amerika