Sebagai seorang pejabat publik bukan rahasia lagi jika seorang Ridwan Kamil kerap melakukan inovasi-inovasi keren. Terobosan-terobosannya yang brilian juga sempat membuat Bandung menjadi kota hebat dengan perkembangan teknologi modern. Bahkan disebut-sebut sebagai smart city-nya Indonesia. Prinsip membangun peradapan butuh inovasi, ternyata menjadi salah satu alasan mengapa ia kerap melakukan hal-hal yang hebat itu.

Kondisi tersebut juga kini mengilhami Gubernur Jawa Barat (Jabar) tersebut untuk membuat terobosan dalam menanggulangi kecelakaan. Seperti yang kita ketahui bersama daerah Jabar memiliki relief kasar. Hal tersebut menyebabkan sebagian jalan di sana berkelok-kelok, naik dan turun bukti. Lalu apa sih inovasi yang dilakukan oleh Ridwan Kamil untuk permasalahan di jalan raya? Berikut Boombastis berikan ulasannya kepada kamu sobat.

Pembatas jalan raya memiliki sistem yang diakui di Korea Selatan

Pembatas jalan System rolling silinder [Sumber Gambar]
Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, relief Jawa Barat yang kasar memang membuat sebagian daerahnya dipenuhi oleh gunung dan bukti. Akibat hal tersebut tidak heran jika banyak kawasan Jabar memiliki jalan yang berkelok atau naik-turun. Nahasnya berkat kondisi tersebut lumayan banyak terjadi kecelakaan. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut Ridwan Kamil memiliki inovasi jitu dengan pemasangan pembatas jalan dengan system rolling silinder. Pembatas jalan yang di impor dari Korea Selatan ini konon katanya bisa meminimalisir insiden di jalan. Produk dari ETI ini berbentuk silinder dari plastik yang dipasangkan di pembatas jalan.

Cara kerja pembatas jalan bisa dibilang hebat lho sobat

System rolling silinder bisa dibilang memiliki cara kerja yang hebat. Kendati bukan malaikat penolong untuk insiden di jalan raya, namun dengan alat tersebut sedikit akan menghindarkan kendaraan terpelanting masuk jurang. Melansir laman Liputan 6, menurut ETI dengan cara kerja memutar maka saat kendaraan hilang kendali dan menabrak system roller, maka hal itu akan langsung diserap dan diubah menjadi energi rotasi. Dengan kata lain mobil atau kendaraan yang mengalami kecelakaan akan dikembalikan ke jalan raya jika terjadi benturan dengan pembatas jalan. Sikat cerita menghindarkan kendaraan dari masuk jurang jika di bukit.

Negara Tetangga Malaysia terlebih dahulu menggunakannya

Penggunaan di negara Malaysia [Sumber Gambar]
Sebagai sebuah inovasi keselamatan lalu lintas, system rolling silinder sebenarnya bukanlah teknologi yang baru, Jauh sebelum Kang Emil ingin menggunakannya, pihak pemerintah Malaysia terlebih dahulu memanfaatkannya. Bedanya di Negeri Jiran pembatasan jalan model tersebut digunakan di jalan tol. Mengkutip laman Detik.com, ide tersebut muncul pertama kali dari Kementerian Pekerjaan Malaysia pada Oktober 2016 dan pembatas tersebut disuplai dari Korea Selatan. Di negara asalnya system rolling silinder sudah diakui kehebatannya oleh otoritas keselamatan Jalan Korea Selatan dan juga lolos uji tabrak.

Mempertegas Kang Emil sebagi pejabat publik yang inovatif

E-SATRIA (Self Assessment Tax Reporting Application) [Sumber Gambar]
Melihat kiprahnya selama ini memang pantas mantan Walikota Bandung ini dijuluki sebagai bapak inovasi. Selain pembatas jalan ini jauh sebelumnya di Kota Kembang ia juga melakukan terobosan dalam bidang teknologi sang sangar. Seperti salah satu contohnya adalah E-SATRIA (Self Assessment Tax Reporting Application) dan program Mini Lab Food Security. Bahkan, menurut laman Okezone.com kedua hal tersebut masuk ke TOP 99 inovasi pelayanan publik tahun 2018 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Hebat, agaknya menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan inovasi-inovasi yang digagasnya dan bagaimana Ridwan Kamil bekerja di daerah. Meski tidak selalu seratus persen sempurna, namun hal tersebut jauh sangat lebih baik dari pada praktek-praktek curang dalam birokrasi. Besar harapan jika bapak dua anak ini terus melakukan terobosan hebat untuk membangun Indonesia lebih baik lagi.