Sahabat Boombastis kemungkinan besar sudah tahu kan dengan #inmyfeelingschallenge yang sedang viral? Atau kalau tidak tahu, videonya berisi orang-orang yang menari sambil direkam di dalam mobil berjalan. Nah, kalau sudah ingat, kemungkinan kalian akan menemukan banyak video tersebut di media sosial. Pembuatnya pun bukan hanya dari Indonesia saja, orang luar pun juga berlomba-lomba memproduksi video ini. Mereka membuat video tersebut ada alasannya juga. Mulai dari hanya sekedar iseng hingga ingin dianggap kekinian karena telah melakukan challenge tersebut.

Mungkin kita melihatnya ya biasa-biasa saja. Tapi kalau kita perhatikan lebih jauh, in my feelings challenge ini ada bahayanya juga. Ya apalagi kalau bukan tentang keselamatan si orang yang melakukan tarian tersebut. Mereka menari di jalan yang notabene banyak kendaraan lewat. Memang sih kemungkinan mereka sudah berhati-hati, tapi kan kita tidak tahu kelakukan dari pengguna jalan lainnya. Bisa saja mereka sembarangan dalam berkendara.

Hal ini pun ternyata juga membuat para polisi di Indonesia angkat bicara. Salah satunya adalah Kasubdit Standarisasi Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri Komisaris Besar Polisi bernama Kingkin Winisuda. Kepada gridoto.com ia mengatakan kalau challenge tersebut alangkah lebih baik dilakukan di area tertentu. Jika dilakukan di jalan umum, sebaiknya tetap perhatikan dan utamakan aspek keselamatan. Kemudian, ia menambahkan lagi kalau sebenarnya challenge satu ini bisa membahayakan, bukan hanya bagi pengendara dan penumpang mobil, tapi juga orang lain yang kebetulan melintasi jalan tersebut.

Lalu, kepolisian di Negara Spanyol juga tak mau kalah. Dilansir dari Dailymail, para polisi di negara matador tersebut khawatir dengan challenge tersebut. Pasalnya, ada beberapa video jika si penari gagal melakukan tantangan itu. Mulai dari yang menabrak tiang hngga ada wanita terjatuh saat ingin ke luar dari mobil. Oleh karena itu, Polisi Spanyol berharap jika ingin mengikuti tren sebaiknya mempertimbangkan keselamatan dahulu. Jangan semata-mata ingin tampil kekinian hingga melupakan keselamatan nyawa.

 

Beda lagi dengan di Uni Emirat Arab. Otoritas Uni Emirat Arab sudah mengeluarkan larangan untuk melakukan tantang yang sedang viral tersebut. Menurut mereka, challenge satu ini dianggap dapat memicu kecelakaaan dan membayakan orang lain. Sehingga, jika masih ada yang melakukan In My Feelings Challenge, maka akan dijatuhi hukuman denda sebesar 2ribu dirham atau sekitar Rp7,8 juta. Lalu si pelaku juga mendapatkan 23 poin hitam pada Surat Izin Mengemudi (SIM) sehingga kendaraan akan disita selama 60 hari.

Memang tantangan satu ini masih belum mendapatkan perhatian khusus dari kepolisian Indonesia. Sehingga belum ada teguran dan hukuman bagi siapa saja yang melakukan tantangan ini. Akan tetapi, setelah melihat ungkapan dari kepolisian di ketiga negara tersebut, kita sebaiknya lebih bisa memilah tindakan mana yang dapat dilakukan atau tidak. Kita boleh mengikuti tren supaya tidak ketinggalan zaman, tapi jangan lupa juga untuk memikirkan keselamatan diri.