Tahun 2020 menjadi masa yang menguji betul-betul kesabaran umat manusia di seluruh dunia. Ada banyak rencana dan harapan mesti tertunda karena pandemi corona. Penyakit yang menyebar tak kasa mata, namun rawan mengancam nyawa.

Salah satu kalangan yang perlu mengubur dalam-dalam rencana besar hidup mereka adalah lebih dari 220.000 calon jamaah haji Indonesia yang berkesempatan berangkat tahun ini. Kita tahu sendiri, Sahabat Boombastis, undangan ke rumah Allah tidaklah mudah, serta tidaklah murah.

Namun sayangnya, situasi tidak memungkinkan jamaah haji untuk berada di tanah suci saat ini. Sejak awal April 2020, Arab Saudi memutuskan untuk menutup Mekkah dan Madinah. Lokasi yang tak pernah tidur oleh ibadah itu pun kosong dan sepi. Ditambah kabar ditiadakannya ibadah haji tahun ini, tentu menambah kelu.

Penantian panjang jamaah yang rindu tanah suci

Masa tunggu berangkat haji bisa sampai 18 tahun [sumber gambar]
Pendaftaran haji dan umroh di Indonesia termasuk panjang dan tidak mudah. Mendaftar tahun ini, bisa jadi berangkatnya 10-18 tahun lagi karena ada masa tunggu. Buat yang bisa membayar lebih, masa tunggunya mungkin lebih pendek. Apapun itu, mereka yang hatinya sudah terundang beribadah haji, dan sudah dimampukan untuk berangkat tahun ini, kembali mesti menggelar kerinduan dan kesabaran hingga tahun depan. Kadang yang membuat berat adalah memikirkan apakah usia akan sampai hingga waktu itu tiba.

Modal berangkat yang diusahakan dengan keringat dan darah

Mereka yang menabung seadanya demi bisa berangkat haji [Sumber Gambar]
Tanpa pandemi, sudah banyak kisah dan kisruh biaya pergi haji yang kita dengar. Ada yang digelapkan, ada yang sudah dikumpulkan dari berpuluh-puluh tahun. Padahal biaya naik haji bisa mencapai 35 juta lebih. Namun, saat ini pandemi tak pandang bulu melihat semua itu, semua calon jamaah haji mesti menelan pil pahit kenyataan ini. Meski demikian, dana yang sudah dibayarkan akan dikelola secara terpisah sehingga jamaah bisa tetap berangkat di kloter berikutnya. Selain itu, apabila jamaah membutuhkan uang tersebut, dapat melakukan proses pengajuan penarikan dana.

Protokol kesehatan mungkin halangi kesempurnaan ibadah

Jamaah haji yang sakit [Sumber Gambar]
Melansir dari tulisan Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi FAH UIN Jakarta, dalam artikel ‘Haji (Batal) Masa Pandemi, dijelaskan dengan baik bagaimana situasi Covid-19 ini tidak memungkinkan ibadah haji dengan optimal. Misalnya protokol karantina 14 hari, sementara ibadah arbain biasa dilakukan sehari setelah sampai di tanah suci. Serta penggunaan masker dan hand sanitizer berbahan alkohol yang bagi beberapa kalangan bisa mengurangi kesempurnaan ibadah. Menurut Menteri Agama, Fachrul Razi, apapun keputusan pemerintah Saudi nantinya, kita tak memiliki kecukupan waktu untuk mempersiapkan segala hal dengan mempertimbangkan situasi pandemi seperti sekarang.

Penundaan demi keselamatan jamaah

Menteri Agama Fachrul Razi dan evakuasi jamaah haji ke tanah air [Sumber Gambar]
Tak hanya jamaah haji yang merasakan kegetiran ini. Normalnya, hampir seluruh dunia terkena dampaknya. Biro perjalanan haji, KBIH, pemerintah Arab serta Indonesia, hingga pedagang kecil di Arab Saudi pun terimbas. Namun inilah kondisi terbaik yang bisa diputuskan demi kebaikan dan keselamatan bersama.

Pasalnya baik Indonesia dan Arab Saudi sama-sama mencatatkan angka kasus corona yang tinggi. Indonesia di angka 27.549 kasus dan Arab Saudi bukan main disebut telah menyaingi China, yakni 89.011 kasus.

Potret sepinya Ka’bah sejak Arab Saudi menutup Mekah dan Madinah [Sumber Gambar]
Di samping itu, keputusan tidak memberangkatkan jamaah oleh Kemenag ialah karena pemerintah Arab Saudi belum menentukan kejelasan sikap perihal ada atau tidaknya ibadah haji. Sementara kloter pertama Indonesia rencananya akan berangkat pada 26 Juni 2020.

Ketimbang persiapan dan protokol keselamatan jamaah tidak terjamin, keputusan meniadakan pemberangkatan haji tahun ini tetap diambil meskipun berat. Pasti ada banyak pikiran dan perasaan berkecamuk saat ini.

Namun yakinlah, segala tujuan baik yang diusahakan dengan jalan yang baik, dengan izin-Nya akan diberikan hasil yang baik. Jangan surut semangat kita menanti waktu yang istimewa untuk bisa beribadah haji di rumah-Nya.