Kita mungkin sempat mendengar kabar mengenai banyaknya harta karun yang terpendam di Indonesia. Mulai dari peninggalan milik Soekarno, hingga sisa-sisa kapal karang “Flor de la Mar”. Yang jelas seandainya benar harta itu ada dan ditemukan, kemungkinan nasib Indonesia pun bisa berubah jadi negara kaya lantaran jumlah harta yang melimpah ruah.

Ternyata tidak hanya di bumi pertiwi saja harta karun Indonesia ditemukan. Pasalnya di beberapa negara dunia juga banyak harta kita yang tersimpan. Mulai dari keping emas sejumlah 57 ribu ton, hingga barang-barang antik dari kapal karam. Lalu di mana saja sih harta karun Indonesia itu tersebut? Simak ulasan berikut.

Harta karun triliunan rupiah Soekarno yang mengendap di bank Swiss

Tentu warga Indonesia tidak asing lagi dengan cerita mengenai harta karun milik sang proklamator ini. Bahkan di era yang maju ini, masih banyak yang memburunya. Namun siapa sangka tidak hanya di Indonesia, namun di luar negeri pun banyak tersimpan harta karun milik Presiden Soekarno.

harta Soekarno di swiss

Ya tepatnya saat sebuah salah satu surat kabar Austria memberitakan bahwa ada uang sebesar 1,7 Triliun yang mengendap di bank Swiss atas nama Soekarno. Bahkan beberapa waktu yang lalu, juga tersebar desas-desus mengenai pencarian harta ini untuk dibagikan pada rakyat, namun sayang setelah dikonfirmasi hanya hoax semata. Harta Soekarno di bank Swiss ini sampai sekarang menjadi sebuah misteri yang tak terpecahkan, bagaimana bisa ada di sana, hingga dari mana ada uang sebanyak itu.

Lima puluh ribu keping emas Indonesia yang belum dibayar oleh Amerika

Di negeri paman Sam ternyata juga ada harta Indonesia yang tersimpan rapi di sana. Ya kurang lebih ada sekitar 57 ribu ton keping emas yang disimpan Amerika merupakan hal milik bumi pertiwi berdasarkan perjanjian  “The Green Hilton Memorial Agreement Geneva” .

perjanjian Geneva

Sedangkan isi perjanjian itu sendiri adalah mengenai diizinkannya Amerika membuat pertambangan di Indonesia ( Freeport), namun dengan syarat tidak ada satu keping emas pun yang di bawa ke negaranya. Namun, sayang Amerika menyalahi perjanjian itu, lantaran terbukti ada banyak emas (57 ribu ton)  yang dibawa ke negaranya sana, hingga akhirnya perjanjian ini batal dan Amerika berhutang pada Indonesia.

Beberapa harta Indonesia yang sempat terjarah dan kini berada di China

Tepatnya beberapa bulan yang lalu, beberapa kapal China terpaksa ditangkap oleh angkatan laut Indonesia. Bukan karena pencurian ikan, melainkan diduga mereka sengaja datang ke Indonesia untuk memburu harta karun yang ada di lautannya. Usut punya usut, para pemburu harta asal China ini mengincar benda-benda antik peninggalan kapal Swiss dan Jepang yang sempat karam di Natuna.

Ilustrasi harta karun [image source]
Setelah ditangkap pun terbukti, kru yang dipimpin oleh Chuan Hong telah melanggar hukum Malaysia dan juga Indonesia karena tidak memiliki izin resmi. Lantaran kedatangannya yang bukan pertama kali, diperkirakan sudah ada artifak atau harta karun yang dulu sudah diangkut ke China untuk di jual pada para pemburu barang antik atau harta karun.

Misteri harta karun dasar laut di sekitar perairan Singapura Indonesia

Siapa sangka di sekitar perairan Bangka Belitung sudah banyak cerita mengenai harta karun yang terpendam di dasar lautnya. Ya kebanyakan dari harta-harta itu merupakan sisa-sisa dari karamnya kapal milik Jepang dan negara lainnya. Namun siapa sangka karena letaknya dekat dengan Singapura, alhasil beberapa harta di sana kini sudah diklaim oleh negara tetangga kita itu.

Harta karun dilelang Singapura [image source]
Padahal kebanyakan dari penemunya, adalah orang Indonesia. Ya, harta karun itu dijual dengan harga yang lebih murah dari seharusnya. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, harta tersebut sejatinya berada di kawasan perairan Indonesia. Kini kebanyakan guci dan barang antik lainnya itu malah terpampang di museum Singapura.

Sejatinya memang negara kita ini kaya raya, tidak hanya masalah sumber daya, namun juga harta karun di dalamnya. Namun demikian, kita mesti lebih awas akan hal itu. Pasalnya banyak negara lain yang juga mengincarnya, jangan biarkan harta karun kita, diklaim lagi oleh negara mana pun.