Asal Muasal May Day Sebagai Hari Buruh Sedunia

oleh Norman Duarte
08:00 AM on May 1, 2015

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh sedunia. Indonesia pun juga turut ‘merayakan’ hari yang dikenal sebagai May Day ini. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarahnya? Ternyata May Day ini sudah dianggap sebagai hari libur nasional di beberapa negara di dunia jauh sebelum diperingati sebagai hari buruh.

Jauh sebelum May Day dianggap sebagai ‘perayaannya’ kaum buruh yang bernuansa sosialis-komunis, sebenarnya May Day adalah hari perayaan kaum pagan atas kesuburan dan ‘kelahiran kembali’. Biasanya pada hari ini seluruh orang berkumpul dalam perayaan yang berisi tarian bersama, memakan kue-kue dan makanan yang enak-enak. Setelah agama Kristen datang, perayaan ini mulai dilupakan namun masih ada beberapa negara Eropa yang merayakan.

Baca Juga
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI
UU Menikahi Teman Sekantor Disahkan, Inilah 4 Hal Merugikan yang Mungkin Bisa Terjadi

Demo Hari Buruh via Photobucket

Pada akhir abad 19, situasi kehidupan dan ekonomi mulai agak menurun. Banyak pekerja yang harus bekerja selama 10 sampai 16 jam sehari, dalam kondisi kerja yang buruk dan sangat tidak aman. Para pekerja pun menyadari bahwa kerja keras mereka tidak mampu mengangkat harkat hidup mereka dan hanya membuat pemilik pabrik semakin bertambah kaya.

Menyadari kondisi itu perlahan-lahan para pekerja mulai berkumpul dan membuat semacam pergerakan. Mereka mulai menuntut pengurangan jam kerja, penambahan upah, serta perbaikan kondisi tempat kerja. Di saat yang sama, ide sosialisme dan komunisme baru saja lahir. Melihat adanya harapan di dalam ide-ide sosialis-komunisme, para pekerja mulai tertarik dan mulai bergabung. Hal ini membuat banyak sekali aktivis sosialis-komunis yang kemudian terpilih menjadi perwakilan politik di parlemen.

Perayaan Hari Buruh via Sidomi

Setelah mereka terpilih dan memasuki dunia politik, para aktivis ini kemudian menyadari bahwa dunia politik sangat dikontrol oleh orang-orang kaya dan para pemilik modal. Situasi ini menyebabkan banyak dari aktivis ini yang kemudian keluar dari parlemen. Mereka kemudian membentuk organisasi-organisasi buruh dan pekerja yang berdasarkan idealisme Anarkisme. Ideologi ini menolak semua bentuk otoritas dalam kekuasaan dan tindakan langsung tanpa harus ada proses bertele-tele melalui parlemen, serta lebih mengutamakan kontrol buruh/rakyat jelata atas industri dan ekonomi.

Ilustrasi May Day via sjbiztrends

Pergerakan ini menjadi semakin besar hingga pada tanggal 1 Mei, ribuan orang bergerak dalam demonstrasi besar di beberapa kota di Amerika. Demonstrasi besar-besaran yang menuntut pemotongan jam kerja, kenaikan upah serta perbaikan nasib buruh ini berlangsung selama beberapa hari. Pada tanggal 4 Mei, sebuah bom meledak di tengah barisan polisi yang sedang menjaga demonstrasi di Haymerket, Chicago. Polisi lalu membalas dengan menembaki para demonstran. Kejadian menyebabkan banyak orang yang meninggal.

Sejak saat itu, kaum Sosialis memperingati hari awalnya demonstrasi besar-besaran itu sebagai harinya kaum buruh. Awalnya hanya beberapa negara sosialis saja yang menerapkan hari libur untuk tanggal 1 Mei. Lalu perlahan-lahan beberapa negara lain di belahan dunia berbeda pun mulai ‘merayakannya’. Termasuk di Indonesia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA