in

Mengenal Ghanim Al Muftah, Sosok Pemuda Difabel yang Menjadi Duta Piala Dunia Qatar 2022

ghanim al muftah

Pelaksanaan FIFA World Cup atau Piala Dunia Qatar tahun ini berlangsung dengan sangat meriah. Meski awalnya sempat muncul protes dari beberapa pihak, namun hal tersebut tak mengurangi rasa suka cita masyarakat dari berbagai penjuru dunia menyambut pesta olahraga ini.

Salah satu yang mendapatkan banyak perhatian adalah Ghanim Al Muftah, sosok yang dinobatkan sebagai Brand Ambassador FIFA  World Cup. Ghanim merupakan sosok motivator yang sukses menjadi the centre intention pada saat acara pembukaan.

Ghanim membacakan ayat suci Al-Qur’an pada acara Piala Dunia 2022

Sejak awal, Arab Saudi telah membuat dunia terpusat kepadanya. Berbeda dari biasanya, pembukaan pesta olahraga ini dibuka dengan membacakan ayat suci Al-Qur’an. Ghanim Al Muftah terpilih sebagai qari’ yang bertugas dalam acara tersebut. Ia membacakan ayat 13 Surah Al Hujurat yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal“.

 

Dalam pembukaan tersebut, Ghanim menyampaikan pesan cinta dari Qatar untuk seluruh masyarakat di dunia. Ia mengatakan bahwa dalam kapasitasnya sebagai duta Piala Dunia 2022, ia mengirimkan pesan yang berisi harapan, inklusifitas, perdamaian, dan persatuan untuk kemanusiaan.

YouTuber dengan caudal regression syndrome

Ghanim lahir di Qatar pada 5 Mei 2002. Sejak kecil, ia terserang caudal regression syndrome, yakni kondisi kelainan langka yang mengganggu perkembangan tulang belakangnya bagian bawah. Tumbuh dengan penuh cinta dan dukungan dari keluarga terdekatnya, membuat Ghanim tak pernah patah semangat. Ia selalu memimpikan hal-hal yang besar dalam hidupnya.

Lahir dengan Caudal Regression Syndrome [sumber gambar]
Ghanim terkenal sebagai salah satu YouTuber difabel yang kerap memberikan motivasi. Bersama dengan saudara kembarnya, Ahmad Al Muftah, Ghanim kerap mengunggah berbagai macam aktivitas di kanal YouTube miliknya.

Sukses membangun perusahaan dan berbisnis di usia muda

Saat ini, usia Ghanim masih 20 tahun, namun namanya sudah tercatat sebagai salah satu pengusaha muda yang sukses dalam menjalankan berbagai macam bisnisnya. Salah satunya adalah perusahaan es krim bernama Gharissa Ice Cream yang sudah mempunyai enam cabang dan ratusan karyawan. Selain itu, Ghanim juga sangat mementingkan pendidikan.

Gahnim yang membangun perusahaan Ice Cream [sumber gambar]

Saat ini, ia tengah berkuliah di Loughborough University mengambil jurusan politik. Baginya, tak ada yang tak mungkin dilakukan, meskipun terlihat mustahil di mata orang lain. Selama mempunyai keyakinan dan semangat, maka harapan akan selalu ada. Berkat kondisi ‘istimewa’ yang ia alami, Ghanim membangun Asosiasi Ghanim di mana ia memberikan bantuan kursi roda kepada orang-orang yang membutuhkan.

Bermimpi ikut pada ajang paralimpiade olahraga

Selain menekuni bisnisnya, Ghanim juga mengaku bahwa dirinya sangat menyukai sepak bola, berenang, skateboard, dan mendaki. Ghanim sendiri bermimpi suatu saat dirinya bisa mengikuti pekan olahraga untuk difabel atau paralimpiade dunia.

Ghanim yang menyukai olehraga [sumber gambar]
Kegigihannya dalam mendaki telah mengantar Ghanim sampai ke puncak Gunung Shams, salah satu gunung tertinggi di teluk Arab. Ia bahkan ingin mencoba untuk mendaki Gunung Everest suatu saat nanti. Sedangkan dalam bidang politik, Ghanim menginginkan dirinya menjadi Perdana Menteri Qatar di masa depan.

BACA JUGA: Veddriq Leonardo, Atlet Panjat Tebing yang Dulunya Tak Punya Sepatu Kini Raih Medali Emas

Dari sosok Ghanim kita belajar bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini, seberapa pun sulit kondisi yang kita alami. Ghanim merupakan salah satu simbol semangat di tengah-tengah gegap gempita Piala Dunia 2022. Semoga pekan sepakbola ini sukses membawa pesan cinta yang ditujukan Qatar kepada seluruh masyarakat di berbagai penjuru dunia.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Mengenal Sesar Cimandiri, Patahan yang Menjadi Penyebab Utama Gempa Cianjur

Kejanggalan Kematian Prada Indra

Kejanggalan Kematian Prada Indra, Tubuh Penuh Luka Lebam hingga Peti Mati Digembok