Meski bukan warga Jakarta, bisa dipastikan banyak yang nonton debat cagub DKI 2017 semalam (13/1). Hal ini wajar kalau dilihat dari ketiga kandidatnya yang terbilang punya tempat di hati masyarakat, bahkan mungkin sudah pada punya fanbase sendiri-sendiri.

Debat cagub DKI 2017 kali ini memang masih putaran pertama, membahas tentang lingkup pembangunan sosial ekonomi Jakarta. Dalam ajang ini, sudah pasti lah jadi kesempatan untuk sedikit ‘mengambil hati’ rakyat buat memilih mereka.

Yang unik nih, karena datang dari latar belakang berbeda. Terlihat betul bagaimana gaya debat mereka di atas panggung. Yaah, namanya juga usaha dalam mendapat kepercayaan rakyat. Lalu, seperti apa ketika mantan komandan batalyon, gubernur non aktif dan mantan menteri pendidikan dipertemukan dalam satu momen membicarakan visi misi mereka tentang Jakarta? Siapa yang konkret? Siapa yang terdengar retoris? Eh, ada yang dibilang ‘hafalan’ juga lho.

1. Agus Harimurti kelihatan hafalan?

Sebagai anak kebanggaannya salah satu mantan RI 1, Agus Harimurti memang menguasai gaya berdiplomatis ala SBY. Gerak tangan yang khas, juga tatapan kepada audience di kanan kiri depan belakang. Penampilan Agus Harimurti memang disiapkan dengan cakap dan tertata. Ia mungkin adalah orang baru di panggung politik, tapi konon fan basenya cukup banyak.

agus dan sylvia [image source]
Sayangnya nih, kecakapan Agus sepertinya kurang terlihat sebagai persiapan matang di mata netizen semalam. Ada yang beranggapan kalau pria yang tinggalkan dunia militer demi maju di panggung pemilihan gubernur tersebut terlalu ‘textbook‘ alias menghafal. Hal ini mungkin bisa terlihat dari intonasi dan tatapan mata suami Annisa Pohan, yang belum nampak fokus saat melihat audience. Dibanding kedua pasangan kandidat lainnya, Agus Harimurti memang lebih menggebu-gebu.

2. Ahok berkomitmen untuk belajar lebih santun

Karena berstatus sebagai gubernur non aktif yang pastinya belum jauh meninggalkan pekerjaannya, Ahok menjawab dengan rasional. Penjelasan yang keluar dari mulutnya adalah data-data tentang perkembangan sosial ekonomi warga sepanjang ibukota dalam genggaman tangannya. Karena selama lima tahun terakhir Ahok terjun langsung, maka sembari menjelaskan perkembangan dari masalah di Jakarta, ia pun memaparkan program-program apa saja yang bakal berkesinambungan dengan dahulu.

Ahok -Djarot [image source]
Tidak bisa dipungkiri, Ahok pun memiliki haters dan pendukung dengan dinamika yang luar biasa. Nggak cuma sidangnya yang sedang berjalan, acara semalam pun banyak yang nonton salah satunya karena haters dan suporter ini ikutan mengawal debat cagub tersebut. Lantas apa kata mereka? Yang jelas ada yang pro dan kontra. Yang pro sepertinya sudah merasakan perkembangan kerja keras pemerintahan Ahok, sementara yang kontra sepertinya masih terbawa suasana kasus penistaan agama atau imagenya yang terlalu blak-blakan. Tentang hal ini, Ahok menyatakan sendiri bahwa ia akan belajar lebih Santun bersama pasangannya Djarot.

3. Anies Baswedan dan ‘angan-angan’ agar Jakarta lebih sejahtera.

Anies memang memperlihatkan kepeduliannya pada rakyat kecil lewat hal-hal sederhana. Lapangan pekerjaan, pendidikan anak-anak serta memberantas narkoba. Dalam opini yang ia tuangkan, tersirat kebijaksanaan dan keinginan untuk menyentuh suara-suara tak terdengar dari rakyat kecil. Anies Baswedan yang masih punya darah keturunan pahlawan dari leluhurnya, memiliki rencana untuk membawa bangsa ini lebih sejahtera tanpa memandang rendah derajatnya.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno [image source]
Di sisi lain, apa yang disampaikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terbilang layaknya calon-calon pemerintah pada umumnya. Beberapa netizen masih merasa hal Anies dan Sandiaga Uno menjual mimpi dan janji-janji, bahkan ada pun yang mengatakan pidato dan debatnya seperti sedang asik berpantun. Youtuber Stefani misalnya, berkomentar, “No. 1 ngapal, no. 2 sesuai fakta, no. 3 banyak angan2-angan.”. Well, banyak hal berhasil juga datangnya dari angan-angan, sih.

Begitulah jalannya debat cagub DKI putaran pertama yang cukup menarik dan dinanti-nantikan. Ada banyak upaya dari kandidat, begitupula feedback dari netizen. Mungkin debat ini bukan penyumbang pengaruh besar pada hasil pemilihan nanti. Tapi kalau menurut Anda, siapa sih yang paling menyuarakan Jakarta?