Selama ini fotografi mungkin selalu kaitannya dengan hal-hal baik macam menangkap pemandangan indah, obyek wanita cantik, serta hal-hal menyenangkan lainnya. Tapi, di satu sisi, benda berlensa itu juga bisa jadi sumber kontroversi. Ya, hal tersebut sangat mungkin terjadi ketika foto-foto yang diambil ternyata sangat sensitif dan bikin banyak orang murka.

Tak perlu ditanya, pada kenyataannya memang sangat banyak karya foto yang demikian. Memang di satu sisi menunjukkan kualitas seni yang luar biasa, tapi di sisi lain konsep fotonya sendiri sangat tidak patut. Mirisnya lagi, hal-hal semacam ini nyatanya juga pernah dilakukan oleh para fotografer level dunia.

Ya, banyak dari mereka yang tak hanya membidik foto-foto penuh nilai seni, tapi juga hal-hal yang kontroversial. Lalu siapa mereka dan bagaimana karyanya yang dikecam dunia itu? Simak ulasannya berikut.

Joel-Peter Witkin

Fotografer satu ini memiliki ciri khas yaitu nuansa hitam putih. Karya-karyanya bisa dibilang menakjubkan. Meski demikian, di balik karya yang hebat tersebut selalu mengundang kontroversi. Hal itu karena hasil bidikannya yang berbau disabilitas, mayat atau hal mengerikan lain.

Karya Joel-Peter Witkin [image source]
Feast of Fools merupakan karyanya yang paling banyak menuai protes. Foto tersebut diambil di sebuah rumah sakit yang berada di Mexoco City, di mana Joel membidik mayat bayi dan juga beberapa potongan tubuh orang yang tewas kerena dimutilasi. Potongan tubuh dan mayat bayi tersebut ditata sedemikian rupa dan disandingkan dengan berbagai macam buah-buahan. Hal lain yang bikin heran dari karya ini adalah, kenapa pihak rumah sakit malah mengizinkan Witkin mengambil foto kontroversial ini.

Jill Greenberg

Salah satu fotografer tersohor asal Amerika Serikat satu ini dikenal karena keahliannya dalam memotret wajah manusia dan juga binatang. Sudah begitu banyak karyanya yang mendunia di mana masing-masingnya selalu memicu pujian dan juga cacian. Salah satu karya luar biasa hasil bidikannya adalah sekumpulan foto anak yang dijadikan dalam satu buku berjudul End Times.

karya Jill Greenberg [image source]
Buku tersebut memuat foto anak-anak yang sedang menangis. Jill Greenberg memang bekerjasama dengan orangtua si anak untuk memancing mereka menangis. Bidikan itu memang bisa disebut mahakarya, namun begitu banyak yang menentang. Hal itu karena banyak yang tidak menyukai metode Jill yang sengaja membuat anak menangis.

Garry Gross

Amerika Serikat sejak dulu memang jadi negara yang begitu bebas. Bahkan seks juga merupakan sesuatu yang lazim di sana. Makanya, di sana banyak hal-hal nyeleneh yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan hal-hal semacam itu. Misalnya adalah foto model bugil anak-anak yang pernah beredar di sana dan bikin kontroversi. Brooke Shields, orang ini adalah salah satu yang pernah melakukan hal-hal yang tidak wajar dan bikin resah itu.

Karya Gerry Gross [Image Source]
Foto di atas ini adalah salah satu karya terfenomenal Gross. Mirisnya, gambar tersebut ternyata diambil sepengetahuan si ibu. Bahkan ada nilai kontrak senilai 450 dollar untuk beberapa foto. Lantaran sering menyajikan foto-foto yang kontroversial, maka banyak dari karya Gross yang ditarik peredarannya.

Ron Galella

Fotografer kelahiran 1931 ini memang memiliki nama yang mendunia. Ia bisa saja disebut maestro, atau bahkan leluhurnya paparazi. Ya, seperti julukannya, Ron Galella memang kerap mengambil foto tanpa sepengetahuan si obyek. Ia mengawali karirnya sebagai fotografer angkatan udara Amerika Serikat pada tahun 1950.

Jacqueline-Kennedy-Onassis karya Ron Galella [image source]
Hingga akhirnya, ia mulai berganti aliran dengan membidik foto orang terkenal dan juga selebriti. Ia pun merasa nyaman dengan profesinya. Salah satu foto yang begitu kontroversial adalah ketika ia membidik Jacqueline Kennedy Onassis yang saat itu menjabat sebagai ibu negara. Karena begitu sering memotret perempuan pendamping kepala negara saat itu, ia pun menerima surat peringatan. Meski demikian, karya Ron Galella rupanya menjadi karya seni yang bernilai tinggi.

Steven Meisel

Merupakan salah satu fotografer yang karyanya kerap menuai kontroversi. Fotografer fashion tersebut memang spesial membidik bahan untuk fashion majalah dan sebagainya. Di antara banyaknya karya yang ia hasilkan, ada pula sekumpulan foto yang ia bidik demi kepentingan buku seks Queen of Pop yakni Madonna. Tak sampai di sana, Steven juga pernah melakukan proyek fotografi dengan judul Make Love Not War.

Steven Miesel [Image Source]
Dalam karya tersebut, ia mengajak para model untuk terjun langsung ke zona peperangan untuk melakukan pemotretan. Dalam fotonya, si obyek wanita mengenakan pakaian super mini tengah menggoda para model pria yang digambarkan seorang tentara. Karena mahakarya tersebut, Steven juga dituding telah melakukan eksploitasi seks pada perang dan sejenisnya.

Meski di zaman dulu teknologi kamera tak secanggih saat ini, tapi berkat teknik fotografer yang profesional rupanya bisa melahirkan karya yang mendunia. Namun, jika karya tersebut mengundang kontroversi, masih bisakah disebut mahakarya?