Berbicara soal festival atau pesta, biasanya yang tergambarkan di benak kita adalah suasana yang meriah. Orang-orang berkumpul jadi satu, merasakan euforia yang sama. Semua senang dan semua bahagia. Tapi tahu nggak kalau ternyata ada jenis festival tertentu yang disertai ritual atau hal-hal aneh?

Di dunia ini ada banyak festival dan pesta yang disertai dengan ritual yang tak wajar. Bahkan terbilang nyeleneh dan aneh. Salah satunya adalah Bacchanalia. Festival ini termasuk festival yang paling aneh di dunia. Bayangkan saja di festival ini ada ritual di mana para pesertanya akan bertukar pasangan serta melakukan hubungan intim di depan publik. Waduh, gila nggak tuh?

Festival Bacchanalia ini berlangsung pada masa kejayaan Babylonia kuno. Sengaja diadakan untuk memuja Bacchus. Mau tahu lebih jauh soal festival yang digadang-gadang sebagai salah satu festival paling bejat di dunia? Langsung saja kita telusuri di artikel ini.

Bacchus, Sang Dewa Anggur

Mengulik sedikit soal Bacchus, ia dikenal sebagai dewa anggur (arak). Selain itu, ia juga dikenal sebagai dewa teater, mabuk, dan dewa pesta serta kegembiraan. Mitos Yunani menyebutkan kalau Bacchus atau Dionisos ini adalah putra dari Zeus dan Semela. Tapi ada mitos lain yang menyebutkan hal berbeda. Mitos lain itu menyebutkan bahwa Bacchus adalah putra Zeus dengan Persefone, seorang ratu dari dunia orang yang sudah mati.

Bacchus, Sang Dewa Anggur [Image Source]
Dalam seni klasik, sosok dewa yang satu ini banyak terdapat di wadah minuman arak atau anggur di masa Yunani klasik. Pada masa Hellenistik, sosoknya digambarkan sebagai seorang pemuda yang mirip perempuan. Bahkan kadang digambarkan dalam keadaan telanjang.

Diadopsi dari Yunani dan Ditetapkan sebagai Bagian dari Ritual Agama

Bacchanilia ini diadopsi dari Yunani. Lalu dijadikan sebagai bagian dari ritual agama. Agak aneh ya sebenarnya, mengingat di festival ini ada ritual mesum dan pesta maksiat yang dilakukan. Festival ini sendiri merupakan bagian dari sebuah sekte. Saat dilangsungkan, orang-orang dan pengikut sekte yang hadir akan melakukan adegan ranjang di muka umum bersama-sama. Aksi ini digadang-gadang sebagai bagian dari ritual kesuburan.

Diadopsi dari Yunani dan Ditetapkan sebagai Bagian dari Ritual Agama [Image Source]
Orang-orang dalam pesta itu bisa bebas bertukar pasangan dan melakukan hubungan badan. Kalau bosan dengan pasangan tertentu bisa langsung memilih pasangan yang lain. Gilanya lagi, konon pasangan yang dimaksud tak terbatas pada manusia saja. Tapi juga hewan seperti kuda. Benar-benar gila!

Awalnya Festival Ini Hanya untuk Wanita

Festival ini diadakan untuk menghormati kelahiran Tammuz. Siapa dia? Dia tak lain adalah putra Ishtar, seorang ratu surga. Sementara itu Bacchus sendiri dikenal sebagai dewa wine juga dewa kesuburan. Itulah alasan kenapa di festival ini, wine dan seks jadi bagian yang tak terpisahkan. Semua bersenang-senang dalam candu minuman keras dan nafsu duniawi.

Awalnya Festival Ini Hanya untuk Wanita [Image Source]
Festival Bacchanalia awalnya diselenggarakan secara rahasia atau diam-diam. Dan hanya boleh dihadiri oleh wanita saja. Diselenggarakan di siang hari selama tiga hari (sekitar tanggal 16 Maret atau 17 Maret) di sebuah hutan kecil Simila dekat Aventine Hill. Baru tak lama kemudian, para pria  bisa mengikuti festival dan perayaan dilakukan lima kali sebulan. Di dalam festival ini, orang-orang dari berbagai kelas sosial, usia, dan jenis kelamin dalam sekte yang sama bisa hadir.

Setiap Wanita Diharapkan Kehilangan Keperawanannya Saat Festival Berlangsung

Sosok Bacchus ini kerap dikaitkan dengan cinta siklus kesuburan alam. Tak hanya itu saja, dia juga sering dikaitkan dengan prostitusi suci. Janggal memang, sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai moral malah dianggap sebagai sesuatu yang suci. Tapi itulah yang mereka percayai. Mabuk-mabukan, tari-tarian, dan ritual seks jadi hal yang biasa selama festival berlangsung.

Setiap Wanita Diharapkan Kehilangan Keperawanannya Saat Festival Berlangsung [Image Source]
Yang bikin tercengang lagi adalah soal setiap wanita yang justru diharapkan bisa kehilangan keperawanannya selama festival berlangsung. Lho kok? Iya, dengan begitu mereka bisa membuktikan pengabdiannya kepada sang dewi yang dipuja-puji. Para budak juga diperbolehkan ikut. Kebebasan tanpa batas seolah jadi nikmat tersendiri yang didapatkan orang-orang yang mengikuti festival ini.

Seperti inilah kira-kira gambaran tentang Bacchanalia, pesta gila dengan segala keekstremannya yang tak karuan. Untungnya, yang semacam ini sudah tiada. Kalau masih eksis, tentu bakal jadi bencana. Tak hanya bakal mendapatkan pertentangan, tapi juga mendatangkan murka Tuhan.