in

Fenomena Ibu-ibu Saat Main Media Sosial, Upload Foto Seabrek Hingga Curhat Panjang Lebar

Netizen banyak bilang kalau enggak ada yang bisa melawan eksistensi emak-emak. Mereka bisa menjadi sosok panutan di dalam rumah, sangar kalau di jalanan, dan tidak ada tempat untuk takut. Di era yang semakin modern, emak-emak juga sangat pandai menggunakan media sosial. Ya, bisa dilihat dari update-an status whatsapp atau facebook mereka.

Nah, kali ini Boombastis.com akan membahas fenomena ibu-ibu yang suka bermain media sosial ini. Karena, mereka ini termasuk orang-orang yang ‘berbeda’ saat sedang berselancar di dunia maya. Kira-kira beginilah jenis-jenis ibu-ibu yang suka ada di berbagai media sosial.

Curhat panjang lebar di medsos

Keberadaan media sosial memang menjadi sarana kita bisa mencurahkan apa saja, termasuk bercerita dengan sesuka hati. Nah, enggak sedikit loh, ibu yang suka bercurhat panjang lebar tentang masalah yang sedang ia alami, entah itu masalah dengan tetangga, menyebut kekurangan si A dan si B, atau mungkin saling sindir di media sosial.

Suka curhat di medsos [sumber gambar]
Yah, memang enggak salah sih, tak ada yang melarang untuk siapapun bercurhat ria melalui facebook, instagram, atau mungkin whatsapp. Tapi, alangkah baiknya kalau masalah-masalah tersebut langsung saja diselesaikan dengan baik dengan orang yang bersangkutan. Kan lebih enak, ya?

Upload foto dalam jumlah sangat banyak

Nah, ini nih yang kadang bikin kita resah tapi juga ingin ngakak rasanya. Ciri khas ibu-ibu banget kalau upload foto di media sosial –terutama Facebook, dalam jumlah banyak. Sedang liburan, acara keluarga, arisan, atau kegiatan sekolah anak, entah itu bagus atau tidak yang penting unggah dulu.

Mengupload foto dalam jumlah banyak [sumber gambar]
Kadang 40 buah foto yang kebanyakan blur, setengah badan, dan tidak terlalu jelas saja tetap ditampilkan semua ke media sosial. Belum lagi, captionnya juga terkadang alay dan bikin netizen ingin ngakak.

Mengeluh tentang kehidupan rumah tangga

Selain curhat panjang lebar, kadang mereka juga suka mengeluh tentang kehidupan rumah tangga, entah itu anak yang nakal atau suami yang tak memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Sah-sah saja sih kalau yang dikeluhkan itu bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi untuk orang lain, kalau enggak?

Curhat masalah rumah tangga di medoso [sumber gambar]
Setidaknya, masalah yang berujung akan membuka aib sendiri tidak perlu disebarkan dan menjadi konsumsi umum ya, ibuk-ibuk yang budiman.

Tak sadar jika mereka menyebarkan hoax

Nah, kalau ini sering sekali terjadi di Whatsapp. Mungkin kalian yang tergabung dalam grup keluarga seringkali menemukan tante, ibu, budhe menyebarkan berita-berita yang masih belum jelas kebenarannya. Saat ditanya sumbernya dari mana,

Menyebar berita hoax [sumber gambar]
mereka juga tidak bisa menjawab dan bilang hanya meneruskan dai grup sebelah. Saat seperti ini tidak apa-apa kita mengingatkan mereka untuk memvalidasi terlebih dahulu berita itu agar tidak termakan hoax. Jangan menggurui tapi ya, sampaikan dengan cara baik-baik agar mereka tidak tersinggung.

Berkomentar kurang baik di media sosial

Setiap orang memang punya tanggapan berbeda dalam setiap kejadian yang tersebar di media sosial. Tapi, enggak jarang nih kita menemukan ibu-ibu julid yang suka berkomentar jahat, kasar, serta negative di media sosial.

Berkomentar jahat di medsos [sumber gambar]
Padahal hal tersebut bukan menjadi urusan mereka, anehnya suka gatal saja kalau tidak memberikan komentar. Wahay buibu semua, bagi yang suka berkomentar negative di akun yang tak dikenal hendaknya dikurangi ya, toh enggak bakalan rugi kok.

BACA JUGA: 5 Kebiasaan Berbahaya yang Dilakukan Para Ibu di Sosial Media

Bagi yang belum atau tidak pernah melakukan hal unfaedah di media sosial, maka jangan dilakukan deh. Jadikan media sosial sebagai tempat belajar hal baru, mengambil inspirasi, syukur kalau misalnya kita bisa memberikan hal yang berarti untuk para netizen yang follow media sosial tersebut.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Dianggap ‘Menyembuhkan’, Inilah Sisi Lain Ganja yang Jadi Perdebatan di Indonesia

Merasa Bersalah Jadi Teroris, Pria Ini Bangun Pondok Pesantren untuk Lawan Radikalisme